Aku pernah marah dan tidak menerima pada kehilangan yang datang tanpa mengetuk dan mengambil sesuatu yang belum ingin kulepas. Tapi waktu dengan sabarnya mengajariku cara menerima, cara menghargai diri sendiri, dan menyadarkan akan ketidak tulusan seseorang. Waktu membimbing bahwa tidak semua pelepasan adalah musuh. Beberapa justru mengajarkan kita menuju tempat yang lapang yaitu tenang. Jalan yang mungkin selama ini hilang karena memperjuangkan orang yang tidak bisa menghargai. Sekarang aku menjalani hariku tanpa menyalahkan keadaan, aku hanya perlu menyelaraskan langkah dengan apa yang harus dijalani dan terjadi. Asinglah selamanya, seperti chat terakhirmu bahwa kamu tidak ada kaitan apapun, hanya karena ada orang baru. Larilah sesukamu, meski tak akan pernah kuikhlaskan untaian kata yang senantiasa menyakiti hatiku. Aku memang berdamai tapi untuk diriku sendiri, bukan kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Sobat... ^_^