Selasa, 17 Maret 2020

Awas, Waspada, Darurat: Virus

Pandemi virus yang saat ini tengah berlangsung rupa-rupanya telah membuat semua masyarakat, termasuk penduduk dunia menjadi waspada bahkan dinyatakan darurat virus. Sekolah diliburkan selama 2 pekan, kegaitan berkumpul (keramaian) dilarang/ dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang disarankan untuk tidak selenggarakan. Orang mendadak menjadi pakar dengan analisanya masing-masing, orang saling share dan membagi apapun terkait virus tersebut tanpa saring dan review terlebih dahulu. Orang yang tidak memiliki pengetahuan dan kapasitas apapun tentang virus tersebut pun ikut-ikutan latah menyebarkan berita-berita sehingga menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan.
Saya sangat setuju dengan anjuran pemerintah, dan kewaspadaan tingkat tinggi ini. Namun kenyataan di masyakarat, mereka butuh ke pasar, mereka butuh berdagang, dan mereka harus beraktivitas untuk menyambung makan hari ini dan esok. Apabila nanti kegiatan berdagang dan berinteraksi dengan orang pun dilarang apa jadinya ? Itu satu, yang utama adalah kegiatan peribadatan, bukankah orang beribadah juga berkumpul dalam suatu tempat ibadah, misalahnya sholat berjamaan, sholat jumat apakah nanti juga akan dilarang ?
Saya juga turut waspada terhadap pandemi ini, berdoa supaya jangan sampai dan terhindar dari paparan virus ini, namun dengan pola hidup dan makan yang baik insya allah akan memiliki imun tubuh yang baik sehingga terhindar dari serangan virus ini.
Saya malah selalu teringat simbah-simbah pendahulu, yang makan seadanya dari hasil sawah dan kebun, sayuran di pekarangan, umbi-umbian, dan buah yang kadang belum masak betul pun dikonsumsi, kenyataannya terhindar dari sakit yang aneh-aneh; meninggal-pun karena sepuh. Setelah saya pikir-pikir, asupan vitamin dan keperluan tubuh telah terpenuhi sehingga antibodi terhadap penyakit lebih baik. Jika dingin, langsung cari rempahan di kebun, direbus kemudian diminum, dan sebagainya.

Akhir tulisan, mari kita tingkatkan kewaspadaan, namun tetap beraktivitas dengan bijak. Jika dirasa menghadiri suatu majelis/ perkumpulan meragukan dan beresiko yang sebaiknya cari yang relatif aman. Tulisan ini hanya opini saya pribadi, tidak ada unsur ilmiahnya barangkali, karena memang tidak punya kapasitas untuk mengulasnya. Mari berdoa semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan. aamiin.