Tampilkan postingan dengan label menulis artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 September 2020

Blind-Review: Bagaimana Menulisnya ?

Selamat malam sobat, selamat beristirahat sembari berpikir ide artikel apa yang bisa ditulis dan kemana akan ditujukan/ disubmit. 
Seperti tulisan sebelumnya, apapun yang saya tulis di sini bermaksud untuk berbagi apa yang saya pelajari dan apa yang sedang saya lakukan. Semoga bermanfaat. 
Kali ini saya tertarik mengulas tentang Blind Review atau bahasa Indonesianya Review secara Buta (jawa-nya: review karo merem). Hehe, tapi maksudnya bukan itu ya. 
Jadi, proses review sebuah manuskrip (artikel) ada bermacam-macam cara, single blind, double blind, dan sebaginya. Nah apa itu blind review ?
Berikut saya kutip dari Elsevier: 

Double-Blind Peer Review Guidelines

1. Generally, some journal uses double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa, throughout the review process
2. To facilitate this, authors need to ensure that their manuscripts are prepared in a way that does not give away their identity.  To help with this preparation please ensure the following when submitting to the journal system.
3. Submit the Title Page containing the Authors details and Blinded Manuscript with no author details as 2 separate files.
3. This should include the title, authors' names and affiliations, and a complete address for the corresponding author including telephone and e-mail address.
4. Besides the obvious need to remove names and affiliations under the title within the manuscript, there are other steps that need to be taken to ensure the manuscript is correctly prepared for double-blind peer review. 
5. Remove references to funding sources
6. Do not include acknowledgments
7. Remove any identifying information, including author names, from file names and ensure document properties are also anonymized.

Nah itu sobat, silakan apakah sudah siap submit journal-nya ?? Semoga berhasil, lolos proses review, accepted, hingga published., aamiin. 

Jumat, 07 Agustus 2020

How to make a great abstract: best practice

Judul tersebut saya dapatkan di sebuah jurnal yang telah memiliki reputasi Sinta 2. Di dalam jurnal tersebut terdapat beberapa tips terkait penulisan artikel jurnal yang bagus dan layak publish. Dalam kesempatan kali ini saya mencoba mempelajari bagiamana menulis Abstrak sebuah jurnal yang bagus, dan secara umum digunakan pada jurnal-jurnal bereputasi. Tulisan ini di buat oleh bpk Ruli Charitas Indra Permana, saya kutip sebagia berikut:

"The abstract is one crucial part of the anatomy of scientific articles. This section is the key to opening the first gate that leads the reader to the overall research results to be disseminated. Also, the editors of a journal will read the abstract first before continuing to read the entire contents of the article. Usually, they read abstracts more seriously, and the rest are only read simply. If the abstract is ok, it will proceed to the next process. Therefore, the authors are expected to pay more attention to writing abstracts seriously for success in the publication of a scientific article. Five relevant keywords must be owned by an abstract. The first part is the background about why and the importance of this research. This section contains 2-3 sentences that begin by describing the ideal conditions related to the topic under study and the requirements of reality in the field related to it. Is there a gap between the perfect situation and reality? Next, in the second part, write the objectives of this study based on the difference (1 sentence). After writing down the research objectives, the third part explains the tools, materials, and methods used by the researcher in gathering the data needed to answer the research objectives (2 sentences). The fourth section discusses the way researchers in processing or analyzing data that has been collected to answer the research question or the proposed problem (1 sentence). Finally, the fifth part explores the results, discussion, and conclusions of this study (2-3 sentences). The keyword in this section is that the researcher must convince the editor regarding the contribution of the results of this study to the broader community by the field of this research. As a whole, the abstract part consists of 9-11 sentences, so that it can meet the requirements for the number of words generally possessed by a journal at intervals of 150-250 words. For your information, each journal has an abstract writing style. For this reason, it is better for an author first to read several articles that have been published in the targeting journal and follow the abstract writing style. In general, these six sections are always mandatory in the anatomy of an abstract in writing scientific articles."

Dilain kesempatan akan saya coba ulas bagaimana menulis abstrak berdasarkan tulisan tersebut, dan hasil pemikiran sendiri. Semoga bermanfaat ya sobat. Sukses selalu.

Sabtu, 29 Februari 2020

Teori Respon Butir (IRT)

Mohon maaf sebelumnya, bahwa postingan ini merupakan ramuan dari hasil penelusuran sana-sini sebagai pengingat dan belajar tentang teori respon butir. Sekiranya ada yang sedang mempelajarinya mari belajar bersama. Saya posting dengan kesengajaan agar tidak lupa meletakkan di folder dan file mana.

Teori Klasik dan Teori Respon Butir
Teori tes klasik memang telah mendominasi dan banyak digunakan dalam dunia pengukuran dalam beberapa dekade terakhir. Hampir semua konsep validitas dan reliabilitas yang dikenal saat ini merupakan pengembangan dari teori tes klasik. Menurut beberapa pendapat teori tes klasik memiliki  keterbatasan, sehingga berkembanglah teori respon butir atau Item Response Theory (IRT) yang merupakan teori yang dikembangkan untuk memperbaiki keterbatasan-keterbatasan teori tes klasik. Teori Respon Butir biasa disebut juga teori sifat laten (latent trait theory). Konsep dasar Teori Respon Butir adalah, (1) performansi subjek pada suatu tes dapat diprediksi atau dijelaskan oleh seperangkat faktor yang disebut traits, latent traits atau abilitas, dan (2) hubungan antara performansi subjek pada suatu butir dan seperangkat kemampuan laten yang mendasarinya dapat digambarkan oleh suatu fungsi yang menaik secara monoton yang disebut sebagai kurva karakteristik butir (Item characteristic curve-ICC) (Hambleton, Swaminathan, & Rogers, 1991).

Rabu, 23 Oktober 2019

Mengatasi Product Activation Failed Pada Ms.Office

Selamat malam sobat, semoga sehat dan bahagia selalu.
Posting ringkas nih sob terkait masalah pada ms office yang digunakan menampilkan "Product Activation Failed". Kebetulan saya menggunakan office 2016 dan pesan serta tulisan pada nama file cukup mengganggu. Selidik punya usut saya coba otak-atik dengan merujuk sumber informasi dari internet, begini cara mengatasi Product Activation Failed:
- tutup lembar kerja ms office anda,
- buka windos explorer dengan ctrl+e secara bersamaan
- buka directory C: kemudian carilah folder Microsoft Office
- Carilah Office16 jika tidak ada di Program Files (x86)
- Carilah OSPREARM.EXE
- Klik kanan kemudian Run as Administrator, tunggu beberapa saat....
- buka kembali Ms. Office anda dan lihatlah perbedaannya.
- Selamat nama file anda tidak ada keterangan Product Activation Failed lagi.

Jumat, 12 April 2019

Penulisan Daftar Pustaka/ Referensi Sesuai IEEE

IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) merupakan salah satu cara menuliskan rujukan, referensi dan daftar pustaka dalam sebuah karya ilmiah selain APA style dan sebagainya yang akan saya bahas di lain kesempatan.
Sebenarnya penulisan rujukan, referensi, dan daftar pustaka cukup terbantu jika memanfaatkan reference manager seperti Mendeley, Zotero, ataupun sejenisnya, namun perlu di sampaikan tentang apa itu IEEE.

Mengutip

Mengutip yaitu dengan mengambil kata-kata langsung dari sumber lain untuk mendukung argumen penyusun sehingga tidak perlu diubah dari bentuk aslinya. Ketentuan untuk mengutip yaitu : (1)     Mereproduksi teks persis dengan aslinya, setiap teks yang dikutip harus mencantumkan sumber dengan meletakannnya dalam bra-ket [kurung persegi], (2) Kutipan langsung digunakan untuk mendukung gagasan penyusun, bukan untuk menyajikan argumen baru.

Meringkas
Meringkas adalah menjelaskan secara singkat dari apa yang telah dikatakan oleh penulis lain, dengan menggunakan kata-kata yang dipilih oleh penyusun sendiri. Ketentuan untuk meringkas yaitu : (1) Mengikuti urutan yang sesuai dengan ide-ide asalnya; (2)Meringkas dari teks sumber yang sangat banyak dalam format yang lebih sederhana, (3) Menggunakan hal-hal yang penting dan relevan dari teks tersebut.

Parafrase
Parafrase merupakan suatu teknik pengambilan kata-kata dari seorang penulis lainnya dengan tujuan memperkuat argumen atau gagasan penyusun karya ilmiah. Ketentuan untuk melakukan parafrase yaitu : (1) Penempatan kata-kata penyusun sendiri dengan maksud menunjukkan pemahaman penyusun terhadap materi yang disusunnya, (2) Pemilihan bagian dari teks asli yang relevan dengan argumen penyusun, (3) Penggunaan gaya menulis yang dimiliki oleh penyusun sendiri, asalkan tidak mengubah makna aslinya.