Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 April 2025

Analogi Dalam Pembelajaran Fisika

Kata analogi sebenarnya identik dengan perumpamaan. Analogi langsung merupakan salah satu strategi pembelajaran yang digunakan untuk menjelaskan konsep abstrak dalam fisika dengan memanfaatkan kesamaan atau kemiripan antara suatu konsep fisika dengan situasi yang lebih familiar bagi siswa. Strategi ini memungkinkan siswa untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam dengan menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya (Kurniawan et al, 2024). Dalam fisika, analogi langsung sangat bermanfaat karena banyak konsep yang sulit divisualisasikan atau dirasakan secara langsung. 
Salah satu model pembelajaran yang saya kembangkan sebagai tugas akhir studi adalah pengembangan model Sinektik berorientasi HOTS yang didalamnya memuat unsur-unsur Sinektik salah satunya adalah analogi langsung. 
Mengapa Analogi penting ? Pertama adalah mempermudah pemahaman: dengan menghubungkan konsep fisika yang abstrak ke situasi yang lebih konkret, siswa dapat memahami prinsip-prinsip fisika secara lebih mudah. Kedua, meningkatkan minat dan motivasi; melalui analogi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan bagi siswa. Ketiga yaitu mendorong berpikir kritis. Siswa dilatih untuk mencari hubungan antara konsep fisika dan analoginya, yang dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis mereka.

Contoh Analogi Langsung dalam Pembelajaran Fisika misalnya pada Konsep Hukum Newton Pertama (Inersia): Penjelasan Konsep: Benda yang diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak akan terus bergerak dalam garis lurus kecuali ada gaya yang bekerja padanya. Analoginya siswa diminta membayangkan sebuah meja makan yang penuh dengan barang. Jika taplak meja ditarik dengan cepat, barang-barang di atas meja tetap di tempatnya. Barang-barang tersebut cenderung mempertahankan keadaan diamnya karena sifat inersia. Contoh analogi pada konsep gerak harmonik sederhana pada gerak benda bolak-balik melalui titik keseimbangan dengan pola yang berulang. Analoginya pergerakan ayunan taman merupakan analogi langsung untuk memahami gerak harmonik sederhana. ayunan bergerak dari satu sisi ke sisi lain dengan pola yang berulang dan selalu melalui titik tengah (keseimbangan). Berdasarkan kajian (Kurniawan, 2024) analogi perlu disampaikan kepada peserta didik untuk ragam materi. Contoh lainnya pada konsep arus listrik, penjelasan konsepnya bahwa arus listrik adalah aliran muatan melalui konduktor. Analogi yang dapat disampaikan yaitu arus listrik dapat dianalogikan dengan aliran air di pipa. Sama seperti air yang mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke rendah, elektron juga mengalir dari daerah berpotensial tinggi ke rendah. Pada konsep Tekanan siswa dapat diberikan konsep bahwa tekanan adalah gaya per satuan luas. Analogi yang dapat diberikan yaitu tekanan dapat dianalogikan dengan ujung jarum dan telapak tangan. Ujung jarum memberikan tekanan tinggi pada kulit karena luas permukaannya kecil, sementara telapak tangan tidak terasa menekan karena luas permukaannya besar.

Apa Keuntungan Penggunaan Analogi Langsung ?
Dengan menggunakan analogi langsung, siswa dapat menghubungkan pembelajaran fisika dengan pengalaman mereka sehari-hari. Hal ini memungkinkan siswa untuk memahami konsep dengan cara yang lebih praktis dan menarik. Selain itu, analogi langsung dapat membantu siswa mengurangi kesulitan dalam memahami konsep abstrak dan memberikan konteks nyata dalam pembelajaran. Namun, penting untuk memastikan bahwa analogi yang digunakan tidak menimbulkan miskonsepsi. Analoginya harus disertai dengan penjelasan yang jelas mengenai kesamaan dan perbedaan antara konsep fisika dengan analogi yang digunakan.

Kesimpulan

Analogi langsung adalah salah satu strategi efektif dalam pembelajaran fisika yang dapat membantu siswa memahami konsep abstrak dengan cara yang sederhana dan relevan. Dengan memilih analogi yang tepat dan familiar bagi siswa, guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membuat fisika lebih menarik bagi siswa.

Referensi:
Kurniawan, E. S., Mundilarto, E. I., & Istiyono, E. (2024). Improving student higher order thinking skills using Synectic-HOTS-oriented learning model. Int J Eval & Res Educ ISSN2252(8822), 1133.

Kurniawan, E. S. (2023). Strategi Jembatan Konsep Analogi Untuk Meningkatkan PhyHOTS Peserta Didik Pada Pembelajaran Fisika. Jurnal Inovasi Pendidikan Sains (JIPS)4(1), 26-35.

Kamis, 03 September 2020

Blind-Review: Bagaimana Menulisnya ?

Selamat malam sobat, selamat beristirahat sembari berpikir ide artikel apa yang bisa ditulis dan kemana akan ditujukan/ disubmit. 
Seperti tulisan sebelumnya, apapun yang saya tulis di sini bermaksud untuk berbagi apa yang saya pelajari dan apa yang sedang saya lakukan. Semoga bermanfaat. 
Kali ini saya tertarik mengulas tentang Blind Review atau bahasa Indonesianya Review secara Buta (jawa-nya: review karo merem). Hehe, tapi maksudnya bukan itu ya. 
Jadi, proses review sebuah manuskrip (artikel) ada bermacam-macam cara, single blind, double blind, dan sebaginya. Nah apa itu blind review ?
Berikut saya kutip dari Elsevier: 

Double-Blind Peer Review Guidelines

1. Generally, some journal uses double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa, throughout the review process
2. To facilitate this, authors need to ensure that their manuscripts are prepared in a way that does not give away their identity.  To help with this preparation please ensure the following when submitting to the journal system.
3. Submit the Title Page containing the Authors details and Blinded Manuscript with no author details as 2 separate files.
3. This should include the title, authors' names and affiliations, and a complete address for the corresponding author including telephone and e-mail address.
4. Besides the obvious need to remove names and affiliations under the title within the manuscript, there are other steps that need to be taken to ensure the manuscript is correctly prepared for double-blind peer review. 
5. Remove references to funding sources
6. Do not include acknowledgments
7. Remove any identifying information, including author names, from file names and ensure document properties are also anonymized.

Nah itu sobat, silakan apakah sudah siap submit journal-nya ?? Semoga berhasil, lolos proses review, accepted, hingga published., aamiin. 

Jumat, 07 Agustus 2020

How to make a great abstract: best practice

Judul tersebut saya dapatkan di sebuah jurnal yang telah memiliki reputasi Sinta 2. Di dalam jurnal tersebut terdapat beberapa tips terkait penulisan artikel jurnal yang bagus dan layak publish. Dalam kesempatan kali ini saya mencoba mempelajari bagiamana menulis Abstrak sebuah jurnal yang bagus, dan secara umum digunakan pada jurnal-jurnal bereputasi. Tulisan ini di buat oleh bpk Ruli Charitas Indra Permana, saya kutip sebagia berikut:

"The abstract is one crucial part of the anatomy of scientific articles. This section is the key to opening the first gate that leads the reader to the overall research results to be disseminated. Also, the editors of a journal will read the abstract first before continuing to read the entire contents of the article. Usually, they read abstracts more seriously, and the rest are only read simply. If the abstract is ok, it will proceed to the next process. Therefore, the authors are expected to pay more attention to writing abstracts seriously for success in the publication of a scientific article. Five relevant keywords must be owned by an abstract. The first part is the background about why and the importance of this research. This section contains 2-3 sentences that begin by describing the ideal conditions related to the topic under study and the requirements of reality in the field related to it. Is there a gap between the perfect situation and reality? Next, in the second part, write the objectives of this study based on the difference (1 sentence). After writing down the research objectives, the third part explains the tools, materials, and methods used by the researcher in gathering the data needed to answer the research objectives (2 sentences). The fourth section discusses the way researchers in processing or analyzing data that has been collected to answer the research question or the proposed problem (1 sentence). Finally, the fifth part explores the results, discussion, and conclusions of this study (2-3 sentences). The keyword in this section is that the researcher must convince the editor regarding the contribution of the results of this study to the broader community by the field of this research. As a whole, the abstract part consists of 9-11 sentences, so that it can meet the requirements for the number of words generally possessed by a journal at intervals of 150-250 words. For your information, each journal has an abstract writing style. For this reason, it is better for an author first to read several articles that have been published in the targeting journal and follow the abstract writing style. In general, these six sections are always mandatory in the anatomy of an abstract in writing scientific articles."

Dilain kesempatan akan saya coba ulas bagaimana menulis abstrak berdasarkan tulisan tersebut, dan hasil pemikiran sendiri. Semoga bermanfaat ya sobat. Sukses selalu.

Selasa, 18 Februari 2020

Mulai dari Awal atau Mulai dari Nol ?

Selamat siang sobat, apa kabarnya ? Semoga baik-baik saja ya 😉

Kalau dilihat dari judul di atas, tentu sobat sudah bisa menebak kalimat tersebut sering diutarakan dimana ?
Yap, di SPBU...mbak atau mas penjaganya akan bilang dari Nol ya... begitu bukan ?
Nah sobat, jika di fisika kata nol dan awal memiliki implikasi yang berbeda, meskipun di sekolah dianggap sama dan tidak penting untuk dipermasalahkan. Namun menurut saya nol dan awal adalah kejadian yang berbeda meskipun merujuk dari kata mula-mula, original point, atau ground state.
Jika mba/ mas penjaga SPBU mengatakan dari NOL itu tidaklah salah karena mereka merujuk pada angka pada meter pengukur bahan bakar yang berputar. Meskipun kita tak pernah tahu kalibrasi meteran tersebut PASTI PAS atau ada selisih namun pihak SPBU ingin meyakinkan kepada konsumen jika pengisian bahan bakarnya dimulai dari Nol (disebut juga zero absolut/ nol mutlak).

Nah kata awal berbeda kasusnya, awal berarti awalan atau permulaan. Permulaan tidak mesti dimulai dari NOL bukan ? Contohnya kecepatan awal (vo) yang dapat dibaca v original, ini adalah mula-mula bukan dari NOL absolut. Bisa jadi sebuah kendaraan memiliki kecepatan awal bukan nol, sehingga dari sini jelas apa perbedaan menggunakan dari nol dan dari awal.
Berkaitan dengan hal tersebut, mari kita benahi konsepsi kita berdasarkan kaidah yang benar, baik dalam lisan, maupun keseharian menyebutkan konsep yang benar.
Untuk sobat yang ingin belajar fisika, saya sudah membuat chanel youtube dari AWAL ya...silakan cek, komen, like, dan subscribes.

Ditunggu. Terima kasih.

Selasa, 10 September 2019

Jupiter


Jupiter adalah planet terdekat kelima dari Matahari setelah Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet ini juga merupakan planet terbesar di Tata Surya. Jupiter merupakan raksasa gas dengan massa seperseribu massa Matahari dan dua setengah kali jumlah massa semua planet lain di Tata Surya. Planet ini dan raksasa gas lain di Tata Surya (yaitu Saturnus, Uranus, dan Neptunus) kadang-kadang disebut planet Jovian atau planet luar. Jupiter telah dikenal oleh para astronom sejak zaman kuno dan dikaitkan dengan mitologi dan kepercayaan religius banyak peradaban. Bangsa Romawi menamai planet ini dari dewa Jupiter dalam mitologi Romawi.

Minggu, 01 September 2019

Matahari: Seri Sains dan IPBA


Halo sobat, lama tidak posting ya...rasanya kesibukan menyita waktu meski sekedar menulis. Mumpung pas momen yang tepat, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah bagi rekan-rakan muslim semua. 
Baiklah sobat, kali ini saya sedang giat mencoba mensosialisasikan astronomi dan astrofisika di kalangan siswa, meski dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas namun siapa tahu bermanfaat. Tidak bisa sedekah dengan harta ya sedekah dengan pengetahuan. Bukankan sedekah kreatif saat ini juga menjadi alternatif bagi yang masih berkebutuhan banyak ?
Langsung saja ya...kita akan bahas tentang Matahari Sebagai Bintang. 
Berdasarkan pengalaman sehari-hari bahwa selintas akan tampak wajah Matahari yang putih cemerlang menyilaukan mata. Namun, selain cahayanya yang sebenarnya agak berwarna kuning, wajah (piringan) Matahari pun nyatanya tidaklah selalu mulus putih seperti yang kita bayangkan. Apabila disaksikan dengan alat khusus, terkadang terdapat bintik-bintik hitam di sana sini beraneka ukuran.
Cahaya Matahari yang tampak putih cemerlang itu ternyata kalau dilewatkan prisma kaca akan terurai menjadi warna pelangi. Mirip warna yang terdapat di keping compactdisc, busa sabun tatkala terkena cahaya Matahari, atau tumpahan minyak di permukaan air. Uraian warna layaknya warna pelangi ini disebut spektrum warna (singkatnya spektrum) yang telah diamati Newton tahun 1666. Sementara itu, William Hyde Wollaston (Inggris; 1766 – 1828; pakar Kimia, termasuk penemuan adanya beberapa elemen atau unsur baru pada tabel periodik; dan juga pakar Fisika yang terkenal dengan peranti temuannya: Goniometer dan Wollaston Prism) pada tahun 1801-2 mendeteksi untuk pertama kalinya akan adanya garis-garis gelap pada spektrum Matahari (Darling, p.525). Giliran Fraunhofer tahun 1815 berhasil mendata 600 garis gelap yang disebut garis serapan. Sifat ini sama dengan spektrum bintang, yang disusul kemudian dengan penelitian Gustav Robert Kirchoff (Jerman; 1824 – 1887) tentang sifat gas dan karakterisasi spektrum bintang. Pada akhirnya disimpulkan bahwa Matahari tidak lain adalah benda langit yang sifatnya sama dengan bintang. Garis serapan dapat membantu untuk mengetahui unsur apa saja yang ada di Matahari atau bintang lain. Untuk Matahari, unsur utamanya adalah hidrogen (71%) dan helium (27%).


Tabel Parameter Matahari


Referensi
  • Darling, D., 2004, The Universal Book of Astronomy, John Wiley & Son, New Jersey,



Jumat, 13 April 2018

Kajian Isra' Mi'raj (Kajian Prof.Thomas Djamaludin)

Sobat, tulisan ini 100% saya ambil dari blog Prof. Thomas Djamaludin (pasti anda tahu beliau), dengan maksud untuk memberikan pemahaman dan menjawab rasa penasaran kita terhadap peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw.
Sobat dapat langsung mengunjungi blog beliau di SINI.

Jadi intinya, saya juga ikut belajar dengan mempostingnya di blog saya ini. Sekali lagi 100% saya ambil dari blog beliau.
Kajian Prof. Djamaludin mengambil judul "Isra’ Mi’raj: Inspirasi Mengintegrasikan Sains dalam Aqidah dan Ibadah"

Isra’ mi’raj bukanlah kisah perjalanan antariksa. Aspek astronomis sama sekali tidak ada dalam kajian isra’ mi’raj. Namun, Isra’ mi’raj mengusik keingintahuan akal manusia untuk mencari penjelasan ilmu. Aspek aqidah dan ibadah berintegrasi dengan aspek ilmiah dalam membahas isra’ mi’raj. Inspirasi saintifik Isra’ Mi’raj mendorong kita untuk berfikir mengintegrasikan sains dalam aqidah dan ibadah.
Mari kita mendudukkan masalah isra’ mi’raj sebagai mana adanya yang diceritakan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits sahih. Kemudian sekilas kita ulas kesalahpahaman yang sering terjadi dalam mengaitkan isra’ mi’raj dengan kajian astronomi. Hal yang juga penting dalam mengambil hikmah peringatan isra’ mi’raj adalah menggali inspirasi saintifik yang mengintegrasikan sains dalam memperkuat aqidah dan menyempurnakan ibadah.

Jumat, 24 April 2015

Media Pembelajaran : Antara Kemauan dan Kemudahan

Sebagai seorang pebelajar entah itu menjadi seorang guru, tentor, tutor, atau peserta didik menginginkan setiap ilmu baru yang diperoleh dalam pembelajaran dapat diterima dengan baik.
Seorang guru tentu mendambakan apa yang disampaikan di kelas dapat diserap sepenuhnya oleh peserta didik di kelasnya tanpa terkecuali. Namun, kenyataan tidak seindah keinginan....sebagian besar peserta didik datang ke sekolah hanya untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang anak yang masih berada di usia sekolah, daripada di rumah harus bekerja, harus membantu orang tua, menganggur, dan segudang alasan lainnya. Fenomena ini kerap kali menjadi kendala tersendiri bagi guru untuk menggapai keinginan agar materi terserap seluruhnya.
Menurut beberapa penelitian, peserta didik hanya dapat menyerap sekitar 20% materi ajar dari seorang guru di kelas, selebihnya dianggap angin lalu. Kasus lain, peserta didik dapat secara optimal menerima pelajaran pada 20 menit pertama, sdangkan sisanya diikuti dengan keterpaksaan saja.
Fakta memang, mengajar tidak sindah harapan, belajarpun tidak seindah membalikkan telapak tangan.

Untuk itu, guru dengan sega daya dan upayanya menciptakan metode pembelajaran, menggunakan berbagai model pembelajaran agar peserta didiknya mengerti, memahami, dan menguasai bahan ajarnya. Salah satunya memanfaatkan media pembelajaran.
Namun, apakah menggunakan media pembelajaran secara otomatis membuat peserta didik lantas mengerti apa yang disampaikan ? Tentu saja tidak, sebab media hanya sebagai bagian kecil dari hal yang menentukan keberhasilan belajar peserta didik.
Faktor lain, keengaanan guru dalam merancang media membuat pembelajaran menjadi monoton, statis, dan sebatas teoretis. Waktu dan kemampuanlah yang menjadikann hal tersebut berlangsung secara terus menerus.
Lalu salah siapa dan mau di bawa kemana pendidikan kita ???
Yuk kita diskusikan bersama....

Salam,

Jumat, 20 April 2012

Knalpot Yang Unik

Kanal-pot atau yang lebih tenar disebut Knalpot tentu sobat blogger sudah paham semua kan? Tentu saja sobat tahu barang yang satu ini selain sangat familiar, knalpot menjadi bagian yang melekat pada kendaraan baik itu roda 2, roda 3, roda 4, roda 6, roda 9, dan roda 12.
Knalpot menurut definisi saya berasal dari kata Kanal yang artinya akhir, dan Pot yang artinya lubang; maka disebut lubang akhir.
Benar juga kan definisi saya ini ?
Knalpot merupakan saluran pembuangan akhir asap hasil pembakaran dari ruang mesin. Tanpa adanya knalpot ini suara yang dikeluarkan oleh mesin melalui exhaust manifold akan sangat keras dan memekakkan telinga. Lalu bagaimana dengan kendaraan yang bersuara halus?
Suara halus yang dikeluarkan mobil baru sejatinya akibat dari redaman oleh pipa knalpot dan muffler yang standar. Muffler standar merupakan bagian terbesar dari knalpot.

Knalpot ini dilengkapi dengan Catalytic Converter (CAT) yang berguna untuk mengatasi emisi gas buang berbahaya bagi lingkungan misalnya CO2.  CAT sendiri dibagi menjadi dua yaitu :

Minggu, 10 Juli 2011

Hunian Masa Depan

Kegiatan Poskamling di komplek perumahan rutin dilakukan warga, pas giliran saya kebetulan malam Sabtu berbarengan dengan beberapa pejabat dari instansi pemerintah dan juga guru. Pastinya obrolan kami jika tidak seputar dunia politik ya isu-isu hangat seputar pemerintahan... Wah, bosan saya membicarakan hal tersebut, pada saatnya tiba saya coba menyela pembicaraan Basi tersebut dengan ide tidak wajar. Saya coba melempar permasalahan pada mereka, kurang lebih begini "Pak, sekiranya es di kutub mencair dan daratan akan kebanjiran, apa yang bapak lakukan ? " . Jawaban klasik dari pejabat tersebut sangat klasik : "sudah takdir mas jika tidak mati yaa kiamat"....wah, klo semua menjawab seperti itu pasti tidak ada solusi cerdas guna mengatasinya. Kebetulan saja pos ronda di depan rumah seorang kaya dengan kolam ikan di depan rumah-nya...nampak bunga teratai anggun berada ditengah kolam tersebut, lalu dengan asal saja saya menjawab : Pak bagaimana jika membuat rumah apung ? Jawaban mereka sama klasiknya : tidak mungkin.....

Senin, 18 April 2011

Soal Ujian Tengah Semester 2-UMP

 LAST UPDATE, Ahad, 24 APRIL 2011 (17.30)...



Fisika Dasar 2 (Prodi Matematika)

Kelas 2 E  ==>; unduh di sini (.pdf) NEW
Kelas 2 F ==>; unduh di sini (.pdf 199 kB) alternatif link ==> klik disini NEW
Kelas 2 G ==>; unduh di sini (.pdf) NEW
Kelas 2 H ==>; unduh di sini (.pdf) NEW  alternatif link ==>; klik disini
Kelas 2 I ==>; unduh di sini (.pdf) NEW

Ralat: soal no 4 kelas G
Empat buah resistor memiliki nilai 4 Ω, 12 Ω, 16 Ω, dan 32 Ω, disusun seperti gambar, jika E adalah sumber tegangan sebesar 24 volt dengan hambatan dalam 1 ohm. Maka resistor dengan beda potensial terbesar adalah .....


Bagi kelas yang jadwal kuliahnya hari Sabtu, 23 April 2011, UTS dikumpulkan + absensi hari Senin, 25 April 2011 pukul 13.00 (lebih dari jam tersebut tidak diterima & dinyatakan tidak mengikuti UTS)

==============================================================
PRODI PENDIDIKAN FISIKA
Mk. Metode Fisika Eksperimen (MFE)
Kelas A ==> unduh di sini (.pdf , 282,34 kB) NEW
Kelas B ==> unduh di sini (.pdf , 282,34 kB) NEW


Fisika SMA 3
Kelas A, unduh di sini
Kelas B, unduh di sini alternatif link di sini

Kamis, 07 April 2011

Asal Mula Kehidupan

Permasalahan ini selalu menjadi perhatian dan perdebatdakan para ahli, dan mungkin bagi kita yang berpikir. Tentu tidak sesederhana "lebih dulu mana antara ayam dan telur", melainkan dari mana asalnya kehidupan yang muncul di permukaan bumi ini.
Dalam membicarakan masalah asal mula kehidupan, Al Qur'an sebagai kitab suci yang turun terakhir kepada Nabi terakhir mengambil sikap yang sangat ringkas dan menyebutkan dalam ayat yang mengenai proses pembentukan kosmos , dalam surat Al Anbiya 21: 30
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya, dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup".

Dari ayat tersebut nampak bahwa tiap-tiap benda hidup diciptakan dari air sebagai sumber bahan baku, dan berasal dari sehingga kedua arti tersebut dirasa relevan dengan sains modern bahwa kehidupan berasal dari air, dan air merupakan bahan pertama untuk membentuk suatu sel hidup.
Kata "air" adalah terjemahan dari kata "maa'" yang berarti air hujan dan benda yang encer yang merupakan unsur yang sangat diperlukan bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan. Kesimpulannya airlah kunci kehidupan, karena tanpa air, sesuatu takkan bisa hidup, dan nyata bahwa Al Qur'an lagi-lagi sesuai dengan sains modern.
Jika anda punya opini lain, mari kita diskusikan bersama... ^_^

Jumat, 31 Desember 2010

Bintang Katai (White Dwarf & Black Dwarf)


Hari ini iseng membereskan tumpukan buku dalam kardus di kantor, tanpa sengaja menemukan beberapa catatan sewaktu kuliah di tingkat magister yang disampaikan oleh beliau (alm) Bp. M.Kurdi,M.Pd...yang waktu itu menyampaikan tentang Ilmu Astronomi, karena faktor usia beliau dan atau mungkin saya mengantuk,maka pada bagian yang saya posting ini (wkt) kuliah menjadi tidak paham... hehe :-) dan untuk mencari pamahaman, pencerahan akhirnya googling sana-sini dan menemukan artikel yg ditulis Amien Nugroho (SM,25 Okt 2010).


PARA astronom berpendapat, katai putih sebenarnya bintang lanjut yang tak mampu lagi membangkitkan tenaga di terasnya. Dalam astrofisika, bintang di jagat raya ini mengawali masa hidup dengan reaksi nuklir di teras bintang. Dalam reaksi termonuklir itu terjadi pembakaran hidrogen menjadi berton-ton helium setiap detik. Pembakaran inti hidrogen berlangsung miliaran tahun. Ketika hidrogen habis, di teras bintang bertumpuk abu helium.

Namun suhu belum begitu tinggi untuk memulai reaksi termonuklir tahap kedua, yaitu mengubah helium jadi karbon yang lebih dikenal sebagai reaksi siklus karbon. Akibatnya, di teras bintang tak lagi ada tenaga yang mampu menahan pengerutan gravitasi, dan bintang pun runtuh lagi.

Sebagian energi yang dilepas pada pengerutan dipakai untuk memanasi pusat (inti), sehingga helium terbakar. Bintang pun berhenti mengerut, karena sumber tenaga baru sudah bangkit. Suhu pusat minimum agar reaksi kedua bisa berlangsung sekitar 100 juta derajat Kelvin. Ketika bintang mengerut, energi yang dilepaskan sangat dahsyat sehingga angkasa bintang terdorong keluar dan mengembang menjadi raksasa merah.

Pada tahap itu keseimbangan bintang terganggu. Tubuhnya berdenyut secara periodik. Beberapa juta tahun berikutnya, bintang kehilangan sebagian massa melalui proses angin bintang. Sementara itu reaksi termonuklirnya terus berlangsung membentuk unsur-unsur berat dan bintang terus melontarkan sebagian besar selubung, sehingga yang tinggal teras panas yang mengerut dikelilingi lingkaran materi. Suhu permukaan sisa bintang itu sekitar 10.000 derajat Kelvin.

Sekarang bintang itu berada pada tahap planetary nebulae. Lingkaran materi mengembang cepat, meninggalkan pusat yang terus ambruk. Pengerutan baru berhenti ketika tekanan degenerasi elektron sudah kuat menahan tubuhnya.

Kini, bintang menjadi katai putih yang tenang. Selama periode ribuan juta tahun sesudah itu tak ada lagi kejadian fisis istimewa yang menimpa. Perlahan-lahan suhu bintang menurun dan setelah beberapa puluh miliar tahun meredup menjadi benda dingin, padat, dan gelap yang dikenal dengan sebutan katai gelap.

Bintang Ganda

Lain lagi riwayat bintang ganda atau berpasangan, misalnya pasangan katai putih dan bintang normal. Jika jarak kedua bintang cukup dekat, evolusi salah satu anggota itu bisa memengaruhi nasib pasangannya. Misalnya, Alpha Centauri, bintang ganda paling benderang di Rasi Centaurus, Albereo di Rasi Cygnus, dan Epsilon Auriga.

Katai putih bermedan gravitasi besar mampu menyedot materi bintang pasangannya (katai merah), sehingga menumpuk di permukaan yang kecil dan panas. Karena bintangnya normal, tentu materi itu terdiri atas hidrogen segar. Makin tebal tumpukan materi, kian besar pula tekanan. Jadi hidrogen itu terpanasi dan permukaan katai putih menjadi dapur reaktor nuklir kedua.

Reaksi fusi nuklir (penggabungan inti atom) itu menghasilkan selubung gas cemerlang yang mengembang cepat, ibarat ledakan bom hidrogen yang menyebabkan materi bintang berhamburan. Ledakan nuklir bintang itu menghasilkan nova (bintang meledak). Nova terjadi berulang-ulang pada pasangan bintang ganda jenis itu. Contohnya, Nova Scorpii 2007a (atau V1280 Scorpii) yang ditemukan astronom amatir Jepang, 4 Februari 2007, di konstelasi Scorpio. Selama beberapa hari, objek itu jadi terang dan makin terang sehingga mencapai maksimal pada 17 Februari. Pada saat itu, kecerlangannya membuatnya jadi nova paling terang selama 35 tahun terakhir. Selama masa itu, nova tersebut gampang dikenali hanya dengan mata telanjang.

Ketika materi habis terbakar, penumpukan materi berulang, kemudian dibakar lagi, terus meledak, dan seterusnya. Jika penyedotan berlangsung cepat, hidrogen diubah cepat menjadi helium tanpa ledakan. Sebaliknya, helium masih dibakar menjadi abu karbon. Itu berarti massa katai putih bertambah pelan-pelan. Limit Chandrasekhar makin ditekan, tetapi karbon dibakar. Suhu pun terus meningkat dan memanasi pusat bintang.

Pembakaran karbon berlangsung makin cepat dan terus memanasi pusat. Ketika suhu pusat bintang mencapai 4 miliar derajat, degenerasi lenyap, dan bintang meledak dengan kecepatan puluhan ribu kilometer per detik. Proses ledakan yang mahadahsyat itu dikenal sebagai supernova.

Bintang ganda (berpasangan) yang sangat menarik bagi astronom adalah Bintang Sirius. Bintang Sirius B tua biasa berpasangan dengan Sirius A yang biru dan masih sangat muda. Padahal, sebagai bintang biru yang masif, ia harus berevolusi cepat. Jadi sudah mati lebih dulu daripada Sirius B. Satu-satunya penjelasan adalah mula-mula B lebih masif dari A, mungkin dua atau tiga kali masa matahari kita. Maka ia berevolusi cepat sekali sampai menjadi planetary nebulae.

Waktu itu boleh jadi ia memuntahkan massa amat besar, sehingga hanya tersisa satu kali massa matahari, teramati sebagai Sirius B. Sirius A tentu menelan sedikit massa yang dibuang B, sehingga bertambah besar seperti sekarang ini.

Kini, para astronom sudah menemukan ratusan bintang katai putih di jagat raya. Namun masih ada miliaran bintang katai putih lain yang belum diketahui. Bagi astronom, kehadiran bintang katai putih masih merupakan misteri alam semesta yang belum terungkap sepenuhnya.

Mereka masih terus terkesima ketika berhasil mendeteksi keberadaan bintang neutron dan Lubang Hitam yang ribuan kali lebih padat dan lebih masif, tetapi ratusan ribu kali lebih kecil daripada si Kerdil Putih. Jadi bintang katai putih, bintang neutron, dan Lubang Hitam merupakan fenomena eksotik alam semesta, yang menarik diteliti dan ditelaah lebih lanjut




Senin, 06 Desember 2010

Sumber Energi Alternatif


Menengok judul di atas tentu bukan berita baru bagi anda semua. Telah banyak dikembangkan upaya untuk menghasilkan listrik secara murah dan praktis, sebut saja sebagai energi listrik alternatif, misalnya solar cell, teknologi mikrohidro, pembangkit listrik tenaga gelombang dan sebagainya...
Namun dalam ulasan kali ini, saya ingin mengungkap rahasia kebesaran Allah melalui makhluknya berupa belut...ya belut listrik. :-)
Pernah lihat belut listrik kan ?, belut ini berbeda secara fisik maupun fungsi beberapa organ tubuh dengan belut yang biasa dikonsumsi sehari-hari (belut sawah). belut ini bisa menghasilkan arus listrik yang sangat besar. Nah bagaimana belut listrik bisa menghasilkan arus listrik dan seberapa besar arus listrik yang bisa dihasilkannya?. Bentuk tubuh belut listrik unik. Hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor inilah terdapat baterai-baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil yang horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah. Tegangan listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan secara berderet (seri), akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt (bandingkan dengan batu baterai yang hanya 1,5 volt). Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif.








Belut listrik dapat mengatur hubungan antara baterai kecil dalam tubuhnya itu untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar. Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Tetapi ketika ketemu musuh atau mangsanya, belut listrik akan memberikan tegangan semaksimal mungkin melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh musuh atau mangsanya itu. Arus listrik sekitar 1 ampere yang ditimbulkan oleh tegangan listrik yang tinggi ini akan mengalir dan membunuh mereka. Hewan lain tidak terganggu karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan ekor dan kepala belut. (reff: adipedia.com)

Seperti dikutip dari VIVAnews - Memasuki akhir tahun ini, beberapa pohon natal sudah menghias berbagai sudut pertokoan. Tapi ada yang unik dari pohon natal yang tengah dipajang di akuarium publik Shin Enoshima, Fujisawa, Kanagawa Jepang. Sekilas, kerlipan lampu hias di pohon natal itu tak beda dengan lampu-lampu hias di pohon natal lainnya. Namun, ternyata lampu tersebut ditenagai oleh belut listrik yang berada tak jauh dari pohon natal tersebut.

Seperti dikutip dari situs Discovery, di dekat pohon tersebut terdapat sesosok belut listrik yang tengah berada dalam sebuah akuarium yang tak begitu besar. Namun, akuarium itu dilengkapi dengan dua panel aluminium yang berfungsi sebagai elektroda, yang akan mengirimkan energi listrik ke lampu pohon natal.

Menurut pendiri dan juru bicara Enoshima Aquarium Kazuhiko Minawa, setiap kali belut listrik itu bergerak, belut akan menghasilkan lebih dari 800 watt listrik yang bisa digunakan untuk menyalakan lampu hias di pohon natal.

"Bila kita bisa mengumpulkan semua belut listrik di seluruh dunia, kita bisa memberikan penerangan bagi pohon natal yang besarnya tak terhingga," kata Minawa setengah bercanda.

Belut listrik biasanya hidup di dalam kegelapan, sementara di akuarium tersebut, nampaknya ia musti beradaptasi dengan cahaya yang terang. Jadi belum jelas, apakah ia akan bisa terus hidup dengan sehat untuk menerangi pohon natal selama sebulan ini.

Yang pasti, ide belut listrik sebagai sumber alternatif bagi konsumsi listrik yang mungkin akan melonjak di akhir tahun ini, memang sangat masuk akal. Khususnya bagi orang yang sehari-harinya berkecimpung dengan dunia ikan seperti Kazuhiko Minawa.

Bagaimana dengan anda ? siapkah memanfaatkan karunia Allah yang sangat hebat ini ??



Kamis, 24 Juni 2010

Lidah Mertua


Sore itu saya gunakan untuk beristirahat sembari menemani anak bermain dihalaman rumah, sudah lama rasanya tidak bersih-bersih halaman atau sekedar menyapu halaman...seperti biasanya peralatan yang dibawa secrap, dan sabit kecil...Pandan pertama tertuju pada serumpun tanaman yang mirip lidah buaya tapi bukan lidah buaya, berwarna hijau dan ada pula yang berwarna hijau bergaris kuning; karena lupa namanya akhirnya saya googling di internet dan akhirnnya saya temukan sebuah nama Lidah Mertua...

Apa hubungan antara tanaman dan lidah mertua ? wah tidak tahu juga ya, yang pasti tanaman dengan nama asli SANSEVIERIA TRIFASCIATA LORENTII ini lumyan cantik jika dipajang di ruang tamu dengan diberi pot rendah,selain warnyanya yang cukup unik, ternyata banyak juga manfaatnya.
Menurut sumber yang saya temukan tanaman sansevieria dapat menyerap 107 jenis polutan ! di daerah padat alu lintas dan ruangan yang penuh asap rokok, sampai saat ini tidak kurang dari 100 jenis sansevieria yang ada di indonesia sekalipun tanaman ini berasal dari afrika, tetapi ada 1 jenis sansevieria asli indonesia ! yang ditemukan di kepulauan seribu yaitu "SANSEVIERIA JAVANICA".
Seain menyerap polusi trnyata sansevieria memiiki manfaat lain loh ! yaitu dapat mngurangi zat beracun seperti CO2, benzen, xilen, formaldehid, dll menjadi senyawa organik, gula, dan asam amino, karena adanya "PREGHANE GLYCOSIDE" pada tiap daunnya.
SANSEVIERIA TRIFASCIATA LORENTII" yang dipotong - potong trus dmasukin kedalam kulkas ternyata dapat menghilangkan bau tak sedap !! terus juga dalam lingkungan industri potongan tadi disebarkan di ruang produksi industri untuk mereduksi senyawa beracun yang terhirup oleh para pekerja, trus juga bisa mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi !! maka baik jika tanaman ini ditaruh disamping komputer atau televisi.
Daya tahan sansevieria yang cukup kuat dan rentang toleransinya yang cukup tinggi terhadap kondisi lingkungan yang kurang mendukung menjadi faktor yang menguntungkan dalam penanamannya. Sansevieria memungkinkan ditanam dalam berbagai kondisi lingkungan, mulai di dalam ruangan, lahan terbuka, sampai penanaman denagn sistem hidroponik. Setiap lingkungan tumbuh tersebut tentunya memiliki kareteristik yang berbeda-beda. Karenanya, cara penanaman maupun perawatannya tidaklah sama.
Pada dasarnya sansevieria membutuhkan media tanam yang porous, bertekstur kasar, dan mengandung sedikit bahan organik. Hal ini sangat penting mengingat tanaman sansevieria tidak menghendaki kondisi media yang terlalu lembap. Media tanam yang porous menjamin tersedianya oksigen bagi akar tanaman. Porositas yang tinggi juga menunjukkan drainase yang baik. Dengan demikian, media tidak akan menyimpan air terlalu banyak. Kandungan air yang tinggi pada media tanam bisa menyebabkan akar membusuk

Keasaman(pH) media tanam yang ideal untuk sansevieria adalah 5,5-7,5. Meskipun demikian tanaman ini bisa bertoleransi pada rentang pH 4,5-8,5. Pada kondisi asam, penyerapan hara nitrat dan fosfor akan terhambat. Kondisi asam juga mendorong bebasnya besi dan almunium yang jutru merupakan racun bagi tanaman. Selain itu, media tanam yang terlalu asam merupakan tempat yang ideal bagi pertumbuhan pathogen. Akibatnya, tanaman menjadi sangat rentan terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur seprti busuk rimpang dan busuk daun.

Jika pH terlalu rendah, media memerlukan penambahan kalsium karbonat(CaCO3) atau kapur. Dalam hal ini, unsur yang berperan dalam menaikan pH adalah kalsium. Sebaliknya, jika media terlalu basa, kita bsia menambahkan sulfur untuk menurunkan nilai pH. Selain itu, sulfur juga termasuk salah satu unsur yang dibutuhkan tanaman meskipun dalam jumlah sedikit.
Jenis media tanam yang biasa digunakan di antaranya tanah, pasir, pupuk organik, bahan organik, dan bantuan.
1. Tanah adalah jenis media yang lazim digunakan untuk tanaman. Sebaiknya tanah untuk sansevieria bukan jenis tanah liat karena porositasnya kecil. Jenis tanah berporositas tinggi diantaranya adalah tanah merah(latosol). Selain itu, penggunaan tanah sebagai media tanam sansevieria dapat menyediakan beberapa unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.
2. Pasirsangat bagus digunakan sebagai media tanam sansevieria, terutama yang ditempatkan dalam ruangan. Selain porositasnya tinggi, pasir mempunyai kapasitas tukar kation yang rendah sehingga sangat lambat dalam melepaskan unsur hara. Jenis pasir yang umum digunakan adalah pasir malang.
3. Bahan Organik Sumber bahan organik bisa berupa sekam mentah, sekam bakar, cocopeat,d an cacahan akar pakis. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang tidak banyak, bahan ini berfungsi untuk memperbaiki tingkat aerasi media tanam. Di samping itu, penggunaan arang sekam dapat menyediakan unsur kalium bagi tanaman.
4. Arang paling baik untuk campuran media tanam sansevieria adalah arang batok kelapa. Arang ini memiliki tekstur yang lebih halus dan tidak mudah lapuk sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.
5. Pupuk Organik bisa berupa pupuk kandang, misalnya kotoran kambing dan kotoran sapi. Pupuk kandang yang akan digunakan harus yang sduah matang. Bahan ini mengandung unsur N, P, K, yang berguna bagi tanaman.
6. Batuan umumnya digunakan untuk melapisi permukaan media tanaman besih. Batuan yang umum digunakan adalah zeolit, kerikil, dan batu kali. Batuan ini sebernanya juga bisa digantikan denagn pecahan bata merah. Selain sebagai elelmen dekoratif, batuan ini bisa menjaga kelembapan dan menstabilkan keasaman media tanam karean mengandung kalsium. Selain itu, batuan di permukaan media bisa menghambat pertumbuhan gulma. Pecahan bata merah bahkan bsia mengikat air sehingga juga sangat cocok untuk penanaman sistem hidroponik.

Jumat, 19 Maret 2010

KARPET TERBANG DARI SUDUT PANDANG ILMU FISIKA,


Dongeng klasik mengenai Aladin telah mendunia selama berpuluh-puluh tahun. Selain lampu ajaib cerita Aladin juga menampilkan karpet ajaib yang bisa digunakan untuk meluncur di angkasa. Anak-anak yang baru pertama kali mendengar cerita Aladin biasanya terpesona dengan karpet terbang itu. Asyik sekali bisa terbang di atas karpet mengelilingi dunia! Pesawat terbang tidak bisa memberikan kepuasan kita yang ingin menikmati pemandangan indah dari langit serta ingin merasakan segarnya udara di angkasa. Balon udara pun rasanya terlalu merepotkan dan membatasi kita. Karpet terbang memang menawarkan keasyikan tersendiri. Lalu apakah kita bisa mendapatkan juga karpet terbang seperti Aladin?

Hukum-hukum fisika menunjukkan bahwa sebuah karpet seperti itu tidak mungkin bisa terbang tinggi mengelilingi dunia kecuali ada angin ribut yang menerbangkannya tanpa kendali. Jika kita duduk di atasnya karpet itu semakin tidak bisa melayang karena besarnya gaya tarik gravitasi bumi (gaya berat yang disebabkan massa tubuh kita). Karpet tidak mempunyai mesin seperti pesawat terbang yang bisa mendapatkan gaya dorong (thrust) sehingga bisa melaju dengan cepat dan akhirnya sayap pesawat menghasilkan gaya angkat (lift) yang cukup untuk mengangkat pesawat dari permukaan tanah. Karpet juga tidak seperti burung yang mempunyai sayap sehingga tidak bisa dikepakkepakkan untuk menghasilkan gaya angkatnya. Jadi, untuk saat ini karpet terbang masih merupakan suatu fantasi cerita dongeng belaka.

Pada tahun 1989 Hollywood meluncurkan film fiksi ilmiahnya, Back to The Future II. Film itu menampilkan sesuatu yang mirip dengan karpet terbang. ‘Karpet’ terbang di film itu bukan benar-benar karpet yang bisa terbang, tetapi merupakan sebentuk skateboard (papan luncur) tanpa roda yang bisa melayang-layang di udara (meluncur tanpa menyentuh permukaan tanah). Film itu menyebutnya sebagai Hoverboard (papan layang). Papan layang ini memang bukan karpet terbang seperti dalam cerita Aladin, tetapi bentuknya cukup mendekati, bahkan papan layang merupakan bentuk ‘karpet’ terbang yang paling mungkin untuk kita miliki. Ukurannya memang tidak sebesar karpet ajaib Aladin yang bisa dijadikan alas duduk saat terbang melintasi angkasa. Papan ini berukuran seperti papan luncur sehingga hanya bisa memuat sepasang kaki kita saja. Kita harus terus berdiri saat menggunakan papan ini, kita tidak bisa duduk seperti Aladin di atas permadani ajaibnya itu. Selain itu papan layang ini tidak bisa benar-benar terbang tinggi seperti karpet Aladin itu. Sesuai namanya, papan ini hanya bisa melayang-layang (hovering) beberapa sentimeter di atas permukaan tanah. Tetapi kita tetap bisa merasakan sensasi melayang di udara yang selama ini kita impikan.

Apa rahasia di balik ‘karpet’ terbang mini ini? Sewaktu kita berjalan-jalan ke mal dan melewati toko-toko elektronik yang menjual kipas angin, kita sering melihat toko-toko itu memasang kipas anginnya secara horisontal sehingga menghasilkan angin yang berputar-putar di atasnya. Untuk menunjukkan besarnya angin yang dihasilkan kipas angin listrik ini para penjual biasanya meletakkan sebuah bola atau balon kecil di atas kipas angin tersebut sehingga kita bisa menyaksikan sendiri balon tersebut ‘terbang’ atau lebih tepatnya, melayang, di atas kipas angin yang sedang berputar itu.

Balon itu bisa melayang dengan stabil bukan karena di sekitar balon itu tidak ada gaya gravitasi bumi, dan bukan pula karena disihir! Kita semua bisa langsung mengerti bahwa balon itu dapat melayang karena adanya semprotan udara yang berasal dari kipas angin tadi. Gaya gravitasi bumi (gaya berat balon tersebut) dilawan oleh gaya angkat yang dihasilkan dari udara yang disemprotkan kipas angin sehingga balon bisa terangkat dan melayang dengan stabil. Papan layang mengaplikasikan prinsip yang mirip dengan ini. Papan layang dapat melayang karena adanya angin yang juga dihasilkan dari kipas angin kecil yang terdapat di ruang bagian dalam papan.
Pada bagian bawah papan, ada ruang kosong yang disebut ruang plenum (plenum chamber). Di dalam ruang ini terdapat kipas angin yang cukup kuat untuk menghasilkan aliran udara (sejumlah angin) yang kemudian memenuhi ruangan tersebut. Tekanan udara dalam ruangan ini lebih besar dari tekanan udara luar. Saat ruangan tersebut sudah penuh dengan udara, sebagian udara akan disemprotkan keluar melalui lubang kecil yang terletak di bawah kipas angin (di dasar papan). Semprotan udara ini memberikan aksi pada permukaan tanah (lantai) sehingga tanah memberikan reaksinya berupa gaya yang mengangkat papan dari tanah. Hasilnya, papan bisa melayang-layang setinggi beberapa sentimeter dari permukaan tanah.

Selain bisa melayang, papan layang memiliki keunggulan lain dibanding papan luncur. Papan layang yang selalu melayang di udara ini tidak pernah kontak langsung dengan permukaan (tidak pernah menyentuh permukaan) saat sedang meluncur (karena itulah papan ini tidak memerlukan roda seperti pada papan luncur). Ini berarti tidak ada gaya gesek antara papan dengan permukaan tanah/lantai yang harus dilawan saat meluncur. Karena itu papan layang ini dapat meluncur pada kecepatan tinggi walaupun hanya mendapatkan sedikit gaya dorong (thrust). Untuk mengendalikan arah dan kecepatannya kita hanya perlu mengatur posisi tubuh di atas papan. Cara ‘mengemudi’ papan layang ini tidak berbeda dengan papan luncur yang sudah begitu umum digunakan di seluruh dunia.

Sejak beredarnya film Back to The Future 2 yang kemudian diikuti lagi oleh Back to The Future 3 banyak perusahaan mainan yang menerima permintaan untuk memproduksi papan layang yang mirip dengan yang ditampilkan di film itu. Tentu saja papan layang yang digunakan dalam film tersebut hanya merupakan papan biasa yang tidak bisa melayang. Adegan-adegan melayang itu merupakan hasil trik kamera karena saat itu hoverboard belum diciptakan.

Tetapi pada pesta olahraga dunia, Olimpiade musim panas tahun 2000, ada perusahaan yang sudah berhasil menciptakan hoverboard dan memamerkannya pada upacara pembukaan Olimpide yang meriah itu. Hoverboard tersebut diberi nama Airboard dan tidak berbentuk seperti papan yang digunakan di film Back to the Future 2 dan 3. Ukurannya besar dan sangat tebal, serta memiliki alat kendali yang digerakkan dengan tangan. Apa pun bentuknya, Airboard benar-benar dapat melayang! Ini membuktikan teknologi papan layang ini dapat benar-benar direalisasikan di kehidupan nyata.

Perusahaan-perusahaan lain pun mulai berlomba memproduksi papan layang yang lebih sederhana dan lebih praktis untuk digunakan. Teknologinya yang digunakan bervariasi. Ada yang menggunakan gaya magnet (memanfaatkan gaya tolak antara magnet yang dipasang di bagian bawah papan dengan medan magnetik bumi), ada juga yang menggunakan gaya tolak antara muatan listrik yang sejenis antara permukaan dasar papan dengan permukaan yang dilalui (electrostatic repulsion). Tetapi teknologi yang paling menjanjikan dan yang paling sederhana adalah teknologi FAT (Forcefield Air-cushion Technology) yang menggunakan semprotan udara tadi.

Semua teknologi ini dapat menghasilkan papan layang yang bisa digunakan di atas segala bentuk permukaan, bisa permukaan tanah (basah maupun kering), lantai batu, rumput, salju, dan es. Walaupun papan layang ini masih bisa digunakan untuk melayang di atas permukaan yang basah, papan ini tidak bisa berfungsi dengan baik saat digunakan di atas permukaan air yang dalam karena terbatasnya jumlah angin (aliran udara) yang bisa diproduksi. Pada permukaan yang kotor (misalnya banyak sampah-sampah kertas) kecepatan meluncurnya berkurang karena kotoran-kotoran tersebut dapat dengan mudah terangkat (terbawa) angin yang tercipta pada bagian bawah papan. Papan layang dapat berfungsi secara maksimal saat digunakan untuk melayang di atas permukaan yang mulus dan datar.
[yohanessurya.com]

Sabtu, 27 Februari 2010

Tiada Hari Tanpa Fisika

Jika kita berbicara tentang "fisika" dapat menimbulkan tanggapan dan reaksi yang beragam. Bahkan bukan gosip lagi kalau fisika merupakan salah satu “hantu” yang ditakuti oleh sebagian pelajar, baik itu di tingkat menengah, umum, dan bahkan di perguruan tinggi. Sebagian orang hanya menghafalkan rumus-rumus fisika layaknya buku sejarah tanpa menyadari maknanya. Ada juga yang pasrah karena menganggap fisika hanyalah milik orang-orang yang serius, cerdas, gila matematika, dan pada umumnya “kurang gaul”. Bahkan, tidak sedikit yang beranggapan bahwa menjadikan fisika sebagai karir hidup adalah pilihan yang salah karena “masuknya” mudah tapi “keluarnya” susah. Dengan kata lain, menjadi mahasiswa fisika tidaklah sulit tapi lulusnya setengah mati dan kerjanya paling-paling menjadi guru atau kalau beruntung bisa menjadi dosen.(Optional) :))

Beberapa pelajar mengagumi fisika karena membaca berita mengenai keberhasilan tim olimpiade fisika atau membaca buku tentang kehidupan para ilmuwan besar. Sayang, banyak juga yang hanya sebatas mengagumi tidak sampai menghayati atau mendalami fisika. Seringkali orang yang menguasai fisika dianggap sebagai orang “keren” sekaligus “aneh” karena mau belajar sesuatu yang sulit, padahal kalau jadi pengusaha bisa kaya-raya. Persepsi-persepsi demikian mengakibatkan masyarakat umum cenderung menggemari ilmu lain seperti metafisika. Disaat negara-negara lain berusaha untuk menyadarkan masyarakatnya agar tidak “gaptek” alias gagap iptek negara kita melalui beberapa media massa tampaknya bekerja keras meyakinkan masyarakat agar tidak “gagib” atau gagap gaib. Padahal, penyampaian informasi ini menggunakan aplikasi fisika dan elektronika. Singkatnya, menemukan orang yang menyukai fisika bagaikan mencari jarum pentul didalam tumpukan jerami.

Banyak sekali pelajar atau mahasiswa yang sabar menunggu penayangan rumus-rumus fisika di papan tulis, kemudian mengerjakan soal-soal fisika. Dari pengalaman, soal-soal tersebut diselesaikan dengan cara “gotong-royong” karena hanya sedikit orang yang bisa atau mau mengerjakannya. Keberhasilan pengajaran tidak jarang didasarkan atas kemampuan mengerjakan soal-soal ujian akhir, bukan pada penguasaan makna fisis dari rumus tersebut.

Sebagai contoh, hampir semua orang di kelas tahu hukum kedua Newton, F = m.a, tetapi mungkin tak pernah terbayangkan bahwa rumus tersebut dapat menceritakan mengapa orang-orang gendut lebih suka main tarik tambang daripada lari 100 meter. Kemudian, siapa yang tak mengenal persamaan terkenal Einstein E = mc2 ? Sayang, sedikit sekali orang yang mengetahui bahwa massa sebuah buku fisika dasar mengandung energi yang dapat membawa suatu wahana antariksa ke bulan!

Salah satu penyebab persepsi negatif tentang fisika adalah bahwa ilmu tersebut seringkali diajarkan tanpa penghayatan sehingga terasa menyebalkan. Padahal, melalui fisika kita dapat mengetahui banyak hal. Seorang pelajar yang mulai mempelajari ilmu ini tidak perlu jauh-jauh mengunjungi laboratorium untuk melihat fenomena fisika. Kapanpun dan dimanapun ia dapat berimajinasi (menghayal) tentang lingkungan sekitarnya. Keindahan warna bunga yang tampak oleh mata, musik yang terdengar nyaman di telinga, air terjun yang memikat, aliran angin yang sejuk, adalah sedikit contoh dari fenomena fisika sehari-hari. Penjelasan bahwa setiap warna memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda dan bahwa benda-benda menyerap serta meradiasikan panjang gelombang tertentu sehingga sampai ke mata kita, dapat dibaca dalam buku fisika. Akan tetapi seringkali orang tidak peduli dengan penjelasan itu karena tidak berimajinasi sehingga ia lupa akan keindahan alam dan tidak memiliki rasa ingin tahu.

Imajinasi lahir dari lingkungan yang mendukung seseorang agar memikirkan berbagai fenomena disekitarnya. Jika masyarakat sekitar atau keluarga di rumah tidak menghargai kebebasan berpikir maka daya imajinasi sulit untuk berkembang. Hampir semua fisikawan terkenal adalah orang-orang yang suka berimajinasi dan seringkali dikatakan sebagai pemikir “radikal” karena dianggap aneh oleh lingkungan yang seringkali bersifat dogmatis. Einstein adalah contoh populer dari orang yang suka berimajinasi dan mengembangkannya. Ia membayangkan bagaimana seandainya ia dapat bergerak dengan kecepatan cahaya. Pemikiran aneh ini menghasilkan teori relativitas khusus yang sampai kini masih digunakan. Hal yang sama dilakukan oleh Newton. Kalau saja ia tidak suka melamun dibawah pohon apel mungkin hukum gravitasi universalnya tidak ditemukan sampai berpuluh-puluh tahun kemudian.

Melalui imajinasi, kesadaran untuk mengamati fenomena alam dan membaca buku-buku fisika akan muncul dengan sendirinya. Sebagai contoh, molekul air (H2O) terdiri atas dua buah atom hidrogen dan sebuah atom oksigen. Kita tentu tidak mungkin melihat molekul air dengan mata telanjang. Akan tetapi, kita bisa berimajinasi bahwa molekul-molekul tersebut berukuran kecil sekali sehingga tak tampak. Oleh karenanya, jumlah molekul yang menyusun suatu benda haruslah sangat banyak. Melalui imajinasi kita tergerak untuk mempelajari bahwa satu mol molekul air (yang beratnya sekitar 18 gram) mengandung sekitar 6 x 1023 molekul. Jadi, satu sendok air ternyata terdiri atas sekitar 1022 molekul. Jumlah itu sangatlah besar. Jika seluruh penduduk indonesia diberi tugas untuk menghitung satu per satu molekul berbeda tiap 5 detik maka itu membutuhkan waktu bermiliar-miliar tahun!

Fisikawan tidak membuat rumus-rumus untuk dihafalkan atau ditulis pada telapak tangan. Rumus-rumus dibuat untuk memahami fenomena-fenomena alam dalam bentuk yang ringkas, indah, universal, dan berguna untuk menyelesaikan masalah yang menyangkut fenomena tersebut. Memang, fisika tidak mungkin terlepas dari matematika. Tanpa definisi matematis, fisika sangat sulit dikembangkan dan dimanfanfaatkan sebagai teknologi. Meskipun demikian, untuk mempelajari dasar-dasar fisika seseorang tidak perlu menjadi “gila” matematika ataupun menjadi serius dan takut tak dapat pacar karena “kurang gaul”. Belajar fisika memang tidak mudah, tapi dengan melepaskan diri dari pemikiran yang dogmatis dan keinginan untuk berpikir bebas, imajinasi akan muncul dan bisa menjadi petualangan yang menyenangkan bagi siapapun.

Sungai Gorge di Afrika Selatan menyimpan keindahan tiada tara. Banyak sekali fenomena fisika yang membuat pemandangan diatas begitu mempesona: Hukum pemantulan dan pembiasan menghasilkan gambaran ‘gunung terbalik’ yang terlihat diatas permukaan sungai. Polarisasi cahaya matahari oleh molekul diudara memberikan pemandangan biru yang sangat serasi dengan warna hijau dan coklat muda. Tiupan angin akibat adanya perbedaan tekanan udara menggerakan dedaunan pohon secara terirama. Tampak seekor hewan mengkonsumsi makanan dan minuman untuk mempertahankan kehidupan, suatu proses mengurangi entropi (ketidakteraturan) dengan cara menambah energi dalam hewan. Bukankah fisika itu indah? (diambil dari Microsoft Reference Library 2003. Encarta)


Rabu, 12 Agustus 2009

Asal Lautan


Permukaan bumi sebagian besar tertutup oleh lautan. Penelitian baru menduga, laut datang dari luar bumi. Ilmuwan sejak lama telah memperkirakan, bumi dan planet tetangganya saat awal terbentuknya mengalami puluhan ribu tabrakan benda angkasa. Adanya jurang di bulan menunjukkan hujan komet itu.

Studi terbaru mendapati, komet adalah yang membawa lautan ke bumi sekitar 3,85 miliar tahun lalu.



Kesimpulan itu berdasarkan tingkatan logam yang ada di bebatuan bumi kuno yang dilakukan tim dipimpin oleh Uffe Jorgensen dari Niels Bohr Institute di Denmark.

“Apakah bumi telah memiliki lautan sebelum hujan komet menjadi perdebatan sengit,” kata Jorgensen.

Beberapa pakar mengatakan sudah tersedia cukup air saat bumi terbentuk. Namun sebagian ilmuwan lain menyatakan panas pada planet muda akan menguapkan semua air yang ada.

Tim yang dipimpin Jorgensen menyimpulkan bumi muda terlalu panas untuk mempertahankan air yang ada. Namun di masa hujan komet, suhu bumi menjadi turun dan air yang meleleh dari komet menjadi lautan pertama.

“Kita mungkin merasakan rasa bekas komet itu tiap kali minum air,” kata peneliti studi yang akan dipublikasikan di journal Icarus.

Jorgensen dan koleganya mencapai kesimpulan itu dengan mengukur tingkat iridium di pegunungan Greenland. Bebatuan itu merupakan salah satu yang tertua di dunia dari masa hujan komet
(sumber www.akhdian.net)