Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2026

Kehilangan yang tidak ku pilih

 Aku pernah marah dan tidak menerima pada kehilangan yang datang tanpa mengetuk dan mengambil sesuatu yang belum ingin kulepas. Tapi waktu dengan sabarnya mengajariku cara menerima, cara menghargai diri sendiri, dan menyadarkan akan ketidak tulusan seseorang. Waktu membimbing bahwa tidak semua pelepasan adalah musuh. Beberapa justru mengajarkan kita menuju tempat yang lapang yaitu tenang. Jalan yang mungkin selama ini hilang karena memperjuangkan orang yang tidak bisa menghargai. Sekarang aku menjalani hariku tanpa menyalahkan keadaan, aku hanya perlu menyelaraskan langkah dengan apa yang harus dijalani dan terjadi. Asinglah selamanya, seperti chat terakhirmu bahwa kamu tidak ada kaitan apapun, hanya karena ada orang baru. Larilah sesukamu, meski tak akan pernah kuikhlaskan untaian kata yang senantiasa menyakiti hatiku. Aku memang berdamai tapi untuk diriku sendiri, bukan kamu.   

Kamis, 10 Juli 2025

Berdamai Dengan Apa Yang Terjadi

Saat ini sedang ramai diruang dengar kita lagu Mangu yang dinyanyikan oleh pelantun aslinya atau di cover oleh banyak penyanyi profesional atau sekedar karaoke yang diunggah di kanal Youtube; bahkan ada cover yang cukup menarik untuk didengarkan dalam genre dangdut koplo oleh Azizah; kalau dibaca komen-komennya lucu sih ada yang menulis, mangu dan ga pengen ngapa-ngapain. Tapi fokus tulisan saya kali ini bukan tentang lagu atau penyanyi ya tapi tema itu. 
Banyak dari kita ini kadang mengalami proses yang tidak mudah, menjalani hidup dengan beban pikiran, dan barangkali ada masalah hati yang belum kunjung usai. Saya pikir lagu mangu meski tidak relevan dengan tema lagu tapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Point utamanya berdamai dengan keadaan atau apa yang terjadi. Bersikap penuh penerimaan dengan kata lain ikhlas. Ya dengan ikhlas maka hal yang berat akan menjadi lebih melegakan apalagi jika telah mampu melepaskan apa yang menjadi beban. 
Terkait dengan orang lain, bagi yang tidak bisa menghormati dan tidak tau caranya menghargai maka tinggalkan dengan tegas. Terkadang karena memiliki memori yang baik kemudian disakiti maka seolah-olah masih ada harapan, namun nyatanya orang lain itu bisa nampak bahagia tanpa adanya kita di kehidupannya. Untuk itu, mari sembuhkan diri sendiri, hargai diri sendiri, jangan lagi merendahkan diri demi sebuah kabar. Orang yang sayang tentu tidak akan menyakiti, orang yang empati maka akan penuh peduli meski tanpa diminta. 
Perlu dendam ? buat apa... toh dia tidak akan kembali, doa saja biar dia punya dan dapat balasannya apapun bentuknya. cukup itu.. selebihnya doakan diri kita sendiri agar senantiasa kuat dan ikhlas dalam menerima dan menjalani yang memang harus dijalani. 
Mau diblokir ya sok atuh... toh nanti suatu saat akan butuh  kita. 
Yuk Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan apa yang akan dan telah terjadi. Sebab hidup ya kita yang menjalani bukan orang lain atau tergantung orang lain. 
Jangan menyakiti jika kita tidak ingin disakiti. Itu. 

Senin, 05 Mei 2025

Cara Sembuh Terbaik Adalah Dengan Melupakan

Dalam setiap kesempatan dalam perjalanan kehidupan ini pasti telah mengalami banyak hal, merasakan bahagia, senang, maupun hal yang sebaliknya. Ketidakpastian kehidupan menjadikan kita sebagai hamba Tuhan untuk senantiasa berserah diri dengan selalu berdoa dan berupaya agar apa yang menjadi alur kehidupan kedepannya adalah hal yang selalu baik dan membahagiakan. Terkadang karena sebuah keinginan kita berupaya dengan sangat keras hingga pada titik yang kita sendiri tak mampu menyimpulkan kapan harapan tersebut akan terwujud. 
Harapan adalah doa, betul sekali... namun ekspektasi yang terlalu tinggi terkadang membuat kecewa. Banyak hal yang memang diluar kendali kita, banyak unsur yang membuat kita harus menyadari bahwa semua harus nurut dan manut atas apa yang kita inginkan. Tak terkecuali jika kita tidak bisa mengatur hidup agar sesuai rencana. Yang datang akan datang dengan tenang dengan sendirinya, pun yang pergi akan meninggalkan dengan caranya. Namun, dibalik itu semua kita sangat bisa memilih untuk bagaimana menyikapi dan menanggainya. Mau panik, mau tenang itu pilihan dan keputusan kita sendiri. Coba saja untuk fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan. Sisanya ? Ya biarlah hukum alam dan semesta yang menyelesaikannya. Kamu yang disakiti ya terima saja bahwa itu memang jalanmu. Jika sudah sangat effort, sudah berupaya & berusaha sebaik mungkin namun tidak dihargai... ya sudah, berarti dia tidak bersyukur diberikan kesempatan orang yang tulus. 
Simpan energimu untuk yang akan datang tanpa diminta, sisakan sayangmu untuk orang yang bisa lebih menghargaimu dalam hal apapun. Kamu cukup tenang dan tetap lets'go.

Kamis, 27 Februari 2025

Guru atau Konten Kreator ?

Sebagai tenaga kependidikan tentu memiliki cita-cita mulia untuk memajukan dan mencerdaskan peserta didik secara kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Segala upaya dilakukan untuk menyajikan pembelajaran yang disajikan tersebut dapat diserap dan diterima dengan baik. Guru bagaimanapun latar belakangnya pastilah memiliki "modal" awal berupa pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman akademik maupun pengalaman sehari-hari. Terlepas dari kemampuan akademik dasarnya, seorang guru yang memang dituntut dan dilatih untuk mengajar (menguasai materi dan menguasai kelas), pastilah memiliki ragam cara untuk membelajarkan peserta didiknya. Dari penggunaan metode, model, strategi, dan dengan memperhatikan gaya belajarnya, tujuan akhirnya yaitu agar peserta didiknya paham dan mengerti akan ilmu yang disampaikannya. 
Alih-alih menyenangkan peserta didik, maka ada sebagian guru yang justru membawa kelas tidak fokus pada tujuan awalnya yaitu belajar. Di kelas ada guru yang memberikan film yang tidak berkaitan dengan materi dan diputar menggunakan LCD dan Screen di depan kelas. Ada sebagian guru yang hanya memberikan pengantar di awal pelajaran sekitar 10 menit, kemudian diminta mengerjakan soal-soal di LKS sementara gurunya bersantai di ruang guru atau malah ada yang di kantin menikmati sebat. 
Bahkan, akhir-akhir ini guru-guru muda yang memiliki paras menawan cenderung membuat video di kelas, berjoged-joged ala standar aplikasi tik-tok, dan sebagainya.  Memang, bagi sebagian orang bisa menginspirasi, namun tiadakah guru yang menawan tersebut justru membuat konten yang positif, yang membangun, dan tidak sekedar "pamer" kecantikan dan kemolekannya ?
Justru dengan adanya kesibukan baru guru "konten kreator" ini malah tidak fokus pada tugas pokoknya, sampai-sampai diberita ada wakil kepala sekolah bidang kurikulum lupa dan terlewat mendaftarkan siswanya ikut seleksi masuk perguruan tinggi. 
Ironi memang, disaat guru dimudahkan dengan media namun terjerumus pada arus standar postingan kreatornya. Guru yang notabene memberikan pelajaran justru sibuk editing video untuk setoran postingan agar FYP. 
Jika sudah begini, tentu tidak bisa disalahkan si guru tersebut karena media sosial itu milik siapa saja, hanya saja perlu ada kontrol sosial dari pihak sekolah dan instansi terkait tentang penggunaan media sosial di sekolah. 
Jika postingan membawa kebaikan sekolah tentu tidak masalah, namun jika justru membawa dampak kurang baik tentu perlu adanya pembinaan. 
Jadi, mau jadi guru atau konten kreator ?

Senin, 20 Mei 2024

Study Tour di Sekolah, Masih Perlukah ?

Saat ini tengah ramai diperbincangkan tentang kebijakan dan larangan mengadakan study tour di sekolah. Terkait insiden dibeberapa daerah yang menyebabkan korban di jalan raya memang meninggalkan duka sekaligus empati bagi korban dan keluarganya. Semoga tidak ada kejadian demikian di tahun-tahun selanjutnya. 
Meskupun hal tersebut tidak diharapkan, namun kebijakan pengadaan study tour tidak terlepas dari persiapan dan kebijakan dari masing-masing sekolah. Adanya study + tour ini menjadi sebuah hal yang lumrah dilaksanakan oleh sekolah dari tahun ke tahun, dengan lokasi yang sama atau bertambah jauh seiring biaya yang harus diiur oleh orang tua siswa. Disadari atau tidak, keinginan study + tour ini tetap diinginkan oleh siswa, kesempatan bisa bermain bersama dengan rekan-rekan satu kelas dan bapak ibu guru menjadi kenangan tersendiri kelak dikemudian hari. Alih-alih ingin menyenangkan putra-putrinya orang tua dengan beragam pertimbangan tentu ingin memenuhinya dengan membayar biaya yang juga relatif tidak sedikit. 
Permasalahan muncul disaat ada accident, sehingga yang disalahkan adalah gurunya. Mohon maaf, sebagai orang yang pernah jadi guru disekolah, tidak tepat rasanya jika menyalahkan kebijakan study tour ini sepenuhnya kepada guru. Guru hanya pelaksana teknis mendampingi siswa, pun tidak semua guru biasanya diikutkan karena alasan tertentu. Kebijakan adanya study tour biasanya muncul dari usulan siswa, kemudian sekolah mengakomodir dengan memberikan edaran/ angket/ formulir terkait study tour tersebut. Jika persentase yang menyetujui lebih banyak, maka dilaksanakan sesuai kesepakatan bersama. Untuk itu, mengapa ada statement yang menyalahkan Guru ?

Untuk amannya sebenarnya dari teknik penyelenggaraannya saja, misalnya study tour ke lokasi yang dekat dengan sekolah, tidak perlu ke luar kota apalagi hingga luar pulau. Maksimalkan potensi study-nya dibandingkan tournya. Berikutnya adalah pemilihan armada yang sehat dan terpercaya, sehingga perjalanan akan aman dan nyaman untuk semua pihak. Bis wisata jika dipilih yang masih prima, sopir yang elegan yang tidak kebut-kebutan tentu akan menjadi salah satu indikator kenyamanan dalam wisata. 

Wacana pelarangan study tour tentu berimbas pada banyak aspek, dari sepinya obyek wisata hingga hilangnya momen kebersamaan siswa, sehingga saya beropini jika wisata + study ini tidak perlu dilarang namun diatur teknis pelaksanaannya saja, agar hal-hal yang sekiranya membahayakan dapat diantisipasi sejak awal. 
Selamat berwisata + studi. Semangat untuk bapak/ ibu guru pendamping. 

Senin, 29 Juni 2020

Cek Mutasi Rekening BRI lewat ATM dengan Mudah

Saat ini pastilah semua orang memiliki tabungan di bank, apapun bentuk banknya, selain relatif aman transaksi menggunakan rekening bank dipandang praktis; bahkan tidak menutup kemungkinan transsaksi konfensional kedepannya sudah tidak ada lagi.
Bicara tentang tabungan, tentu kita bisa mengetahui seluruh transaksi melalui buku tabungan (konvnesional), mobile banking, atau internet banking. Namun tidak semua orang bisa dan melakukan transaksi dengan moda mobile maupun internet. Salah satu yang paling sering dilakukan yaitu transaksi melalui ATM.
Lalu bagaimana jika hendak mengetahui jumlah saldo? ya tinggal cek saja saldo di ATM. Beda kasus saat anda melakukan transaksi transfer namun kertas recipt ATM tidak keluar, padahal sobat harus memfotonya untuk keperluan administratif. Lantas bagaimana ?
Disini pengalaman pribadi saya, siapa tahu bermanfaat.

Jika transaksi di layar selesai dan kertas bukti ATM tidak keluar, sobat dapat pergi ke ATM lainnya (catatan : saya menggunakan ATM BRI), dan menu utama yang digunakan adalah cek Mutasi.
Berikut langkah-langkah-nya :

Cek Mutasi Rekening lewat ATM BRI
  1. Silahkan sobat pergi ke mesin ATM BRI lainnya (kasus mesin ATM tidak keluar kertasnya)
  2. jangan lupa bawa kartu ATM anda
  3. Masukan kartu ATM ke mesin ATM
  4. Pilih bahasa yang ingin di gunakan.
  5. Masukan PIN ATM anda dengan benar.
  6. Setelah itu, pilih menu transaksi lainnya.
  7. Pilih Info Rekening
  8. Pilih Menu Mutasi Rekening
  9. Tunggu beberapa saat, kemudian akan keluar mutasi rekening dalam bentuk struk.
Namun, transaksi yang ditampilkan tidak terlalu banyak hanya 5 transaksi terakhir, jika ingin mengetahui mutasi rekening dalam waktu tertentu maka harus pergi ke kantor BRI.
Jika selesai, Apakah ingin transaksi lagi? maka pilih “Tidak”, jangan lupa ambil kembali kartu ATM anda.
Demikian sobat, semoga bermanfaat. 

Minggu, 05 April 2020

Split (Memisahkan) File pdf

File pdf (portable data format) merupakan suatu ekstensi dokumen yang saat ini sering kita gunakan, baik dalam bentuk e book maupun bentuk lainnya. Untuk membuat atau menggabungkan beberapa file pdf menjadi satu dapat dilakukan dengan berbagai perangkat lunak gratis di internet. Namun untuk memecah/ memisahkan satu file menjadi bagian-bagian kecil perlu cara yang sebenarnya mudah, praktis, namun jarang kita ketahui.
Untuk memisahkan file pdf bisa dilakukan dengan browser Google Chrome. Berikut caranya:

Langkah 1, buka file pdf dengan Chrome, bisa dilakukan dengan klik kanan pada nama file kemudian open with, pilih Chrome.
Langkah 2, tekan kontrol + p (ctrl P)
Langkah 3, ubah posisi destination menjadi save as pdf
Langkah 4, pada pages pilihlah custom (halaman berapa sampai berapa yang dikehendaki)
Langkah 5, klik save
Done.

Semoga bermanfaat

Selasa, 17 Maret 2020

Awas, Waspada, Darurat: Virus

Pandemi virus yang saat ini tengah berlangsung rupa-rupanya telah membuat semua masyarakat, termasuk penduduk dunia menjadi waspada bahkan dinyatakan darurat virus. Sekolah diliburkan selama 2 pekan, kegaitan berkumpul (keramaian) dilarang/ dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang disarankan untuk tidak selenggarakan. Orang mendadak menjadi pakar dengan analisanya masing-masing, orang saling share dan membagi apapun terkait virus tersebut tanpa saring dan review terlebih dahulu. Orang yang tidak memiliki pengetahuan dan kapasitas apapun tentang virus tersebut pun ikut-ikutan latah menyebarkan berita-berita sehingga menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan.
Saya sangat setuju dengan anjuran pemerintah, dan kewaspadaan tingkat tinggi ini. Namun kenyataan di masyakarat, mereka butuh ke pasar, mereka butuh berdagang, dan mereka harus beraktivitas untuk menyambung makan hari ini dan esok. Apabila nanti kegiatan berdagang dan berinteraksi dengan orang pun dilarang apa jadinya ? Itu satu, yang utama adalah kegiatan peribadatan, bukankah orang beribadah juga berkumpul dalam suatu tempat ibadah, misalahnya sholat berjamaan, sholat jumat apakah nanti juga akan dilarang ?
Saya juga turut waspada terhadap pandemi ini, berdoa supaya jangan sampai dan terhindar dari paparan virus ini, namun dengan pola hidup dan makan yang baik insya allah akan memiliki imun tubuh yang baik sehingga terhindar dari serangan virus ini.
Saya malah selalu teringat simbah-simbah pendahulu, yang makan seadanya dari hasil sawah dan kebun, sayuran di pekarangan, umbi-umbian, dan buah yang kadang belum masak betul pun dikonsumsi, kenyataannya terhindar dari sakit yang aneh-aneh; meninggal-pun karena sepuh. Setelah saya pikir-pikir, asupan vitamin dan keperluan tubuh telah terpenuhi sehingga antibodi terhadap penyakit lebih baik. Jika dingin, langsung cari rempahan di kebun, direbus kemudian diminum, dan sebagainya.

Akhir tulisan, mari kita tingkatkan kewaspadaan, namun tetap beraktivitas dengan bijak. Jika dirasa menghadiri suatu majelis/ perkumpulan meragukan dan beresiko yang sebaiknya cari yang relatif aman. Tulisan ini hanya opini saya pribadi, tidak ada unsur ilmiahnya barangkali, karena memang tidak punya kapasitas untuk mengulasnya. Mari berdoa semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan. aamiin.

Sabtu, 29 Februari 2020

Teori Respon Butir (IRT)

Mohon maaf sebelumnya, bahwa postingan ini merupakan ramuan dari hasil penelusuran sana-sini sebagai pengingat dan belajar tentang teori respon butir. Sekiranya ada yang sedang mempelajarinya mari belajar bersama. Saya posting dengan kesengajaan agar tidak lupa meletakkan di folder dan file mana.

Teori Klasik dan Teori Respon Butir
Teori tes klasik memang telah mendominasi dan banyak digunakan dalam dunia pengukuran dalam beberapa dekade terakhir. Hampir semua konsep validitas dan reliabilitas yang dikenal saat ini merupakan pengembangan dari teori tes klasik. Menurut beberapa pendapat teori tes klasik memiliki  keterbatasan, sehingga berkembanglah teori respon butir atau Item Response Theory (IRT) yang merupakan teori yang dikembangkan untuk memperbaiki keterbatasan-keterbatasan teori tes klasik. Teori Respon Butir biasa disebut juga teori sifat laten (latent trait theory). Konsep dasar Teori Respon Butir adalah, (1) performansi subjek pada suatu tes dapat diprediksi atau dijelaskan oleh seperangkat faktor yang disebut traits, latent traits atau abilitas, dan (2) hubungan antara performansi subjek pada suatu butir dan seperangkat kemampuan laten yang mendasarinya dapat digambarkan oleh suatu fungsi yang menaik secara monoton yang disebut sebagai kurva karakteristik butir (Item characteristic curve-ICC) (Hambleton, Swaminathan, & Rogers, 1991).

Rabu, 15 Januari 2020

Antara Ambisi dan Kepercayaan

Selamat pagi sahabat, selamat beraktivitas.

Dunia pendidikan, pekerjaan, maupun sosial kemasyarakatan tidak terlepas dari yang disebut persaingan. Persaingan yang sehat dan sportif akan menghasilkan sesuatu yang membanggakan bagi yang memenangkannya, dan menjadi pemicu bagi yang belum beruntung. Banyak dan ragamnya pemikiran terkadang menjadi batu sandungan bagi langkah kita, adanya perbedaan pola pikir, pola kehidupan, maupun kepentingan dari orang lain di sekitar kita turut mempengaruhi keberhasilan yang diidam-idamkan.
Pada kenyataannya, persaingan positif akan terkikis sirna saat raasa ketidaksukaan mulai merasuk di hati dan pikiran. Ketidaksukaan dapat berawal dari rasa iri, kemudian memunculkan suatu gosip. Perlu pemikiran matang dan dewasa untuk menyelesaikan setiap konflik yang ada. Perlu kelapangan hati untuk menerima sesuatu yang menjadi ambisi. 
Ya, setiap orang berhak dan boleh berambisi namun perlu dilihat situasi dan kondisi terlebih diri pribadi. Jika mampu dan dipandang layak boleh saja mengemban amanah yang diberikan dengan baik dan penuh dedikasi, meskipun akan banyak sandungan di sana-sini.  
Biasanya melalui ambisi akan mencoba menyingkirkan apapun yang dapat menghalanginya dengan cara apapun, bahkan dapat melakukan kecurangan maupun menjatuhkan teman.
Sedangkan orang yang tidak berambisi namun memiliki dedikasi tentunya akan memperoleh kepercayaan. Melalui kepercayaan maka semua hal akan terasa mudah dan ringan karena adanya trust tersebut dapat menjembatani menuju hal yang dicita-citakan.
Tak perlu menjatuhkan, tak perlu teriak dimana-mana, lakukan dengan baik, raih kepercayaan, niscaya akan mudah segalanya. 

Sabtu, 04 Januari 2020

Teori, Praktik, dan Mental Bertarung

Selamat siang sobat, gimana tahun barunya? masih sama saja kan ? tidak seperti ekspektasi sebelumnya akan ada resolusi tanggal 1 januari. Ya iya lah...tahun baru itu hanya pergantian waktu, dari desember ke januari, begitu terus akan berulang.

Pembahasan kali ini bukan tentang tahun baru sobat, tapi saya tergelitik menyimak video di youtube tentang tanding antara MMA dan Kung Fu. Videonya bisa disimak di sini ya sobat


Dalam pertandingan tersebut nampak ciri khas seorang petarung praktisi dan petarung teori. Mengapa demikian ? karena nampak salah satu petarung seolah sedang latihan rutin, selalu memikirkan jurus atau gerakan, dan melakukan gerakan tidak berguna saat bertarung seperti rol depan. 😄
Sebagai seorang yang pernah belajar beladiri, adanya mental bertarung yang kuat sangat diperlukan dalam sebuah pertandingan. Lengah sedikit pukulan, tendangan, bantingan akan mendarat di badan yang berakibat tumbang minimal banget sakit semua badannya.
Sobat bisa melihat di video tersebut, seorang petarung mencoba menghindari lawan dengan membelakangi dan itu tindakan buruk karena posisi menjadi sangat lemah dan langsung dipukul. 😐

Minggu, 29 Desember 2019

Memajukan Industri Kreatif Tanah Air


Selamat akhir pekan sobat, selamat menikmati hari libur akhir tahun bersama keluarga, rekan, dan sahabat tersayang. Semoga akhir tahun ini menjadi sarana refleksi dan memperbaiki diri selama satu tahun kebelakang. Apa yang sudah dicapai, apa yang belum memenuhi target, dan apa yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan, semoga terwujud di tahun 2020 nanti. 
Ingat ya perayaan malam tahun baru bukanlah hal wajib, tidak ada kebaikan apapun yang dikandungnya, hanya prosesi perpindahan waktu seperti malam-malam sebelumnya. 

Anyway busway, saya ini penikmat film-film yang bertebaran di internet, alih-alih hemat uang untuk menontonnya di bioskop lebih baik bersabar menunggu muter-muter buffering atau bersabar bekerja dibalik prosesi download yang lambat, hanya untuk dapat menikmati film yang ditunggu dan disuka. Silakan membully tidak mendukung industri kreatif tanah air atau apalah, yang pasti saya tidak sendirian, buanyakkkkk sobat lain yang melakukan kegiatan serupa bukan ? Agak kaget sebenarnya saat mengunjungi situs indoxxi ada warning akan ditutup, kecewa iya, tapi gimana ya...haduhhh....trus orang yang duitnya hanya untuk kebutuhan sehari-hari ini gimana ya kalau mau nonton film ?
Apakah harus nunggu nonton di TV yang akan tayang 2 tahun kemudian, itupun TV sekarang di desa ga semua bisa diakses?


Iya bener sih, alasan pemerintah memberlakukan hal demikian krn dapat mematikan pundi-pundi sang pembuat film. Malah dapat info jika indoxxi meraup 200 juta per bulan atau per hari ya dari iklan yang dipasang itu.
Ya pada intinya, banyak yang kecewa tidak dapat menikmati film gratis itu saja. 
Ada saran yasudah, nikmati saja saluran film yang legal dan bayar. Haduhh... film itu kebutuhan tersier ya, jadi mending buat beli nasi rames.

Demikian, jika ada pendapat silakan komen saja, kita diskusikan. Nuwun.
Selamat Bertahun Baru 2020. Semoga segalanya lebih membaik. Aamiin. 

Rabu, 20 November 2019

Makhluk Ghaib Tak Lagi Punya Privacy (Fenomena di Youtube)

Selamat sore sobat, posting kali ini tergelitik dengan fenomena yang sedang trending terkait dunia per-ghaib-an. Meskipun sudah sejak dulu ada dan diangkat di publik namun akhir-akhir ini terasa lebih menggelitik karena makhluk ghaib menjadi ajang perburuan, ajang pembuatan video, bahkan menurut saya tidak lagi punya privacy sebagai hantu.
Entah maksud dan tujuan sang creator chanel tersebut apa namun nyatanya masyarakat indonesia baik di dalam negeri maupun luar negeri antusias dengan menonton dan mengikuti channel tersebut.
Terlepas dari maksud dan tujuannya, jika menyimak beberapa pengajian oleh para ustadz terkenal bahwa alam manusia dan alam ghaib itu berbeda, tidak akan menampakkan diri dan sebagainya. Namun statement pak Ustadz saat ini bisa jadi terbantahkaan dengan munculnya chanel youtube yang memburu, mencari, ngevlog bersama pocong, kuntilanak, dan sebagainya itu. Ada chanel yang sekedar merekam, menunjukkan, kemudian lari. Ada chanel yang pelakonnya pakai helm hijau si hantu dipilog, dibakar, dilempari sepatu, dan sebagainya.
Ada apa sebenarnya fenomena ini ? Bukankah makhluk ghaib itu kasat mata ? Jika sang kreator memang punya alat pemikat hantu sehingga datang saat dipanggil, lantas apakah setiap saat juga dapt muncul dan hilang seperti skenario?
Saya tidak habis pikir.
Silakan teman-teman kita diskusikan di komentar, jika ingin lihat silakan buka saja youtube dan ketikkan misteri, dan sebagainya, kemudian nilai sendiri apakah nyata ataukah rekayasa ?

Jumat, 13 April 2018

Kajian Isra' Mi'raj (Kajian Prof.Thomas Djamaludin)

Sobat, tulisan ini 100% saya ambil dari blog Prof. Thomas Djamaludin (pasti anda tahu beliau), dengan maksud untuk memberikan pemahaman dan menjawab rasa penasaran kita terhadap peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw.
Sobat dapat langsung mengunjungi blog beliau di SINI.

Jadi intinya, saya juga ikut belajar dengan mempostingnya di blog saya ini. Sekali lagi 100% saya ambil dari blog beliau.
Kajian Prof. Djamaludin mengambil judul "Isra’ Mi’raj: Inspirasi Mengintegrasikan Sains dalam Aqidah dan Ibadah"

Isra’ mi’raj bukanlah kisah perjalanan antariksa. Aspek astronomis sama sekali tidak ada dalam kajian isra’ mi’raj. Namun, Isra’ mi’raj mengusik keingintahuan akal manusia untuk mencari penjelasan ilmu. Aspek aqidah dan ibadah berintegrasi dengan aspek ilmiah dalam membahas isra’ mi’raj. Inspirasi saintifik Isra’ Mi’raj mendorong kita untuk berfikir mengintegrasikan sains dalam aqidah dan ibadah.
Mari kita mendudukkan masalah isra’ mi’raj sebagai mana adanya yang diceritakan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits sahih. Kemudian sekilas kita ulas kesalahpahaman yang sering terjadi dalam mengaitkan isra’ mi’raj dengan kajian astronomi. Hal yang juga penting dalam mengambil hikmah peringatan isra’ mi’raj adalah menggali inspirasi saintifik yang mengintegrasikan sains dalam memperkuat aqidah dan menyempurnakan ibadah.

Sabtu, 24 Maret 2018

Youtuber: Like, Comment, Subscribes

Ketika baru pertama kali memiliki laptop sekitar tahun 2006-an, hal yang paling menarik ketika membukanya dan memperoleh akses internet adalah berita-berita di Yahoo Indonesia, update antivirus PC Media, dan sekedar membuka Friendster, atau download film. Suatu aktivitas yang tak lazim waktu itu karena untuk memperoleh akses internet harus ke kantor kecamatan atau ke kantor telkom untuk mendapatkan akses gratis, pun begitu masih harus bersabar karena aksesnya lambat dan butuh waktu lama untuk loading.

Lain dulu, lain sekarang; dimana akses internet dengan sangat mudah dan dapat diakses dimanapun berada (meski ada juga yang sampai hari ini masih blank area). Dapat dari perangkat PC, laptop, maupun handphone masing-masing. Fenomenannya juga berubah, yang dulu akses berita sekarang langsung akses youtube.com.
Apakah salah tentu tidak, dan tidak semua orang begitu...ada juga yang masih akses internet hanya untuk keperluannya saja, selebihnya hanya untuk komunikasi melalui whatsapp ataupun media sosial lainnya.

Anyway, masalah youtube, tentu orang tidak kan asing dengan yang namanya youtuber, yaitu orang yang aktif memposting karya-karyanya melalui chanel youtube. Banyak yang sudah terkenal, banyak yang telah melampaui jumlah subscribernya, bahkan ada yang sudah memperoleh penghasilan dari Google dengan mengunggah karyanya.
Masalahnya sekarang adalah, sebegitu mudahkan orang menjadi terkenal hanya dengan upload video di youtube ?
Jawabannya relatif, tapi menurut saya tidak. Tidak serta merta ketika kita unggah satu video kemudian orang ramai akan komentar, orang memberika jempol like, dan merasa perlu berlangganan dengan subscribe chanelnya. Tidak.
Orang mau klik subscribes jika video dan konten itu penting untuknya dengan alasan apapun, entah karena kebutuhan, pertemaan, atau alasan lain. Jadi kalau seorang yang baru unggah 1 video yang kontennya biasa saja ingin langsung terkenal, ya harus bersabar...dunia kadang tidak seindah harapan bro !

Selasa, 09 Januari 2018

Tutupi Aib Saudaramu

Teringat jelas dalam ingatan sosok Guru yang memberi wejangan kepadaku, bahwa dalam kehidupan ini ada dua sisi yang saling berlawanan, ada baik ada buruk, jujur dan curang, dan sebagainya. Kadang nasehat guru tidak serta merta kita benarkan karena terkadang nasehat itu baru terasa jika kita mengalami suatu hal.

Begini, persaingan dalam dunia kerja pastilah ada...persaingan dalam jabatan, dalam kepemilikan posisi dan gaji, serta prestasi. Tak sedikit yang menghalalkan bermacam cara untuk mencapai apa yang dicita-citakan.
Sebagai seorang karyawan biasa, saya sejak dulu setelah mengenyam kerja di pabrik menanamkan prinsip, jangan pernah mematikan dan memutus penghasilan seseorang dengan melaporkan kekurangan dan kesalahannya kepada atasan. Namun justru itulah yang terjadi saat ini, saya sering dilaporkan kepada atasan atas kekhilafan yang dilakukan. Memang rasanya menjadi tidak adil jika segala aib kita disebar sementara aib orang lain kita simpan rapat. Akan sangat memalukan jika keburukan kita dikonsumsi orang banyak, sementara kita selalu diam dan tidak pernah mengumbar kesalahan orang lain.

Alih-alih ingin berprestasi, berprestasilah dengan cara yang layak dan etis, bukan menjatuhkan rekan sejawat hanya untuk memperoleh pengakuan baik, berjasa, maupun hebat.
Refleksi akhir dan awal tahun, agar kita selalu waspada.

Rabu, 10 Mei 2017

Sama Rata, Sama Rasa = Rata-rata

Jargon ini mohon jangan dikait-kaitkan dengan gerakan anti Pancasila ya, hehe...
Baiklah, selamat pagi sahabat blogger, di warung saya ini saya boleh menulis apa saja yang ada dalam pikiran dan pengalaman saya, kadang muncul dengan sendirinya, kadang direncana, dan kadang pengen menulis begitu saja seperti pagi ini.

Sabtu, 18 Maret 2017

Peta Serangan Peretas

Sore-sore turun hujan, daripada melamun iseng untuk searching-searching informasi dari internet. Berita tentang biksu yang mengancam Aceh sedang menjadi viral saat ini. Reaksi yang muncul dari salah dua penganutnya yang melakukan pelanggaran dan terkena hukum cambuk sangat beragam, terlebih dari petingginya disalah satu negara. Entah berita ini benar ataukah tidak, namun reaksi ini tentu saja menimbulkan mata rantai reaksi bagi warga Aceh, dan rakyat Indonesia pada umumnya.
Terlepas dari persengketaan dan saling ancam ini, saya terpikir...apa yang dilakukan teman-teman (saya lebih suka menyebut teman) peretas lakukan (terutama dari Indonesia) terkait isu ini.
Karena penasaran, saya coba cari informasi bagaimana melihat peta serangan perateas, apakah benar Indonesia meretas wilayah Myanmar ? Usut punya cari, saya menemukan situs tersebut...silakan kunjungi NORSE. Disitus ini akan terlihat alur serangan dan tujuannya...efek yang muncul berupa efek ledakan. nampak Indonesia sepi dan adem ayem....hehe
Selamat sore...selamat istirahat

Senin, 23 Januari 2017

Tenaga Medis v.s Pak Gubernur

Akhir-akhir ini marak (menjadi viral) baik di media sosial maupun status teman-teman perawat tentang arogansi seorang pejabat publik yang marah-marang di tengah malam sembari menendang tempat sampah.
Menarik untuk dikaji bersama tentang fenomena ini.
1. Pak gubernur kurang bijaksana; saya bisa menyimpulkan demikian karena bapak gubernur yang dulunya artis ini datang disaat yang memang kurang tepat, yaitu waktunya orang istirahat. Jika mau sidak datanglah tempo waktu, misalnya siang harinya bagaimana, shift keduanya bagaimana, dan shift ketiganya bagaimana. Jadi bapak punya waktu dan data akurat tentang kinerja seluruh tenaga medis di RS tersebut.
Jika kejadiannya seperti itu, tentu bapak tidak akan disebut sebagai gubernur arogan, yang main sidak tanpa kenal waktu.
Mungkin sebagai pejabat publik bapak geram mendengar laporan dan pengaduan masyarakat, namun setidaknya perlu dilakukan tindakan awal dengan memanggil direktur RS tersebut, dilakukan pembinaan, dan jika terus berlanjut hubungi dokter....haha

2. Perawat dan Dokter juga manusia; ya saya sepakat...mereka adalah pekerja dengan gaji lumayan tinggi dibanding guru, dengan mekanisme kerja shift (pagi, sore, dan malam). Alih-alih pasien sedang terlelap, keluarga juga terlelap, tetap kurang bijaksana juga jika ikut-ikutan tidur. Anda shift 3 memang jatahnya masuk shift 3, jadi tidak ada alasan untuk mengantuk bahkan tertidur kan? Nah disinilah akar masalahnya; sebagian besar bahkan hampir semua rekan perawat mencaci pak gubernur ini, tapi apakah teman perawat juga sudah koreksi diri dengan mengkesampingkan ego diri ?

Jumat, 20 Januari 2017

Jamane Jaman Edan: Nek Arep Keduman Kudu Melu Edan

Pepatah jawa tersebut mungkin tepat untuk menggambarkan keadaan carut-marutnya pemberitaan dan "mungkin" kondisi nyata bangsa tercinta ini. Ulama dihujat, hukum di politisir, kebijakan bisa diubah, dan saling serang dan serang balik menggunakan hukum.
Sebagai masyarakat awam yang tinggal di pedesaan, nuansa tersebut sebenarnya tidak banyak dampaknya, terutama pada kehidupan ndeso-nya. Namun kebijakan menaikkan beberapa komoditi seperti BBM, Pajak, dan harga cabai lah yang justru menohok kehidupan masyarakat desa. Saya kadang tidak mengerti dengan pemikiran pengambil kebijakan, "jika ingin makan dengan cabai tanam sendiri"; sekilas statement tersebut tidak ada masalah, tapi mbok mikir...untuk bisa panen cabe butuh berapa bulan ? Sampean digaji dan fasilitas mewah, lha masyarakat desa yang trima jadi petani padi makan juga seadanya, kok disuruh tanam dulu baru bisa makan....mikir sitik lah, koe pada sehat mbok ?
Semakin lama jadi tambah emosi kie lah...
Ahok, pak gubernur DKI (dulu) yang menista agama, lah .... nek hukum angel karena dibelakangnya banyak kepentingan, gari di jopa-japu bulll...mulutnya dibuat sariawan seumur hidup kan beres, daripada nunggu persidangan yang memutar balikkan fakta, syarat kepentingan, dan muatan politis. Pak ahok menjadi tenar karena pemberitaan, orang desa apalagi yang tinggal di luar DKI njuk ngopo melu-melu emosi ....lha yang akan dipimpin orang DKI kok, podo melu emosi gara-gara maju jadi gubernur, klo mau emosi ya itu tadi karena menista agama, bukan karena mau jadi gubernur.
Pak Riziq, gantian dilaporkan karena juga menista...hadulah mumet ndase. Arep bela agama kok malah dilaporke....Maning-maning MUI dianggap anti kebhinekaan, pak kapolri sepertinya sedang mumet jadi nek ngomong ora bisa di kendalekna...Maning preman GMBI, kui jane sopo njuk urusan karo kapolda jabar opo...mumet meneh...
Wes lah...daripada keno ciduk polisi dan kena UU ITE, mending nyawang wae sek bisa disawang, ra usah nggagas urusan politik marakke mumet. Sek penting iso ngibadah, mangan enak, ora gawe rusuh, apik marang sedulur, tetangga, mbuh kui muslim po non muslim...sek penting akur agawe sentosa....
Salam prihatin lurr
kabeh kudu sabar, sabar kudu kabeh