Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2018

Istighfar


Istighfar - Mohon ampunan kepada Allah swt. Sebuah tindakan baik itu tutur kata atau perbuatan kita di muka bumi ini pasti ada kekeliruannya. Kekeliruan karena kehendak atau kekeliruan karena keadaan. Istighfar dengan mengucapkan Astaghfirullah (أستغفر الله‎ ʾastaġfiru l-lāh) adalah ucapan lisan yang kerap diucapkan tatkala saudara Muslim merasa melakukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi tuntunan. Sebenarnya bukan hanya saudara-saudara muslim saja yang mengucapkan itu, pengalaman saya berada di sebuah sekolah non muslim, rekan-rakan sering melontarkan ucapan seperti itu. 
Lantas apa bedanya, istighfar tentu saja dapat dimaknai sebagai ucapan lisan yang muncul dari dalam diri dan hari yang kemudian diucapkan dengan lisan.
Istighfar tidak ada salahnya dilakukan disetiap saat disetiap waktu, sebab kita tidak tahu perhomonan ampun kapan didengar oleh Allah swt....perbanyaknyah istighfar....

Begitulah sekelumit nasihat yang saya selalu pegang teguh dari senior....saat tertimpa kemelut perbanyaklah istighfar, saat banyak masalah teruslah beristighfar...semoga keluar dari kemelut dan masalah....

Senin, 16 April 2018

Semangat dan Menyemangati

Selamat pagi menjelang siang sobat....bagaimana kabar sobat hari ini ? Semoga berkah kesehatan dan kelimpahan rejeki untuk kita semua. aamiin.
Seandainya kita bisa memutar kembali peristiwa, kejadian, atau ke masa lalu tentu saja kita berkeinginan untuk mengubah jalan hidup yang tidak baik menjadi lebih baik. Mengubah peristiwa yang kurang menyenangkan menjadi kenangan yang membahagiakan, dan sebagainya. Namun kita ini hidup di dunia nyata yang tidak mungkin terbalikkan. Kita hidup dalam waktu yang linear tanpa ada pengulangan sedikitpun. Dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, bahkan tahun. Maka saya menjadi sangat setuju saat pepatah mengatakan "Manfaatkan waktumu sebaik dan semaksimal kamu bisa, jangan sampai menyesal di kemudian hari". Waktu tak akan pernah berkompromi dan memiliki toleransi ditengah ketidakpastian hidup.
Adakalanya kita menyesali apa yang telah terjadi, namun apakah dengan menyesal saja lantas menyelesaikan masalah ? Tentu tidak....kita harus berusaha mengubah keadaan semampu dan sekuat tenaga agar menjadi lebih baik.
Kita tidak mau terpuruk terus menerus dalam lubang masalah, kita ingin mentas dan tuntas dari semua himpitan hidup....untuk itulah perlunya berdoa kepada yang Maha Pemberi Berkah.
Kita tidak tahu besok mau seperti apa dan bagaimana....hanya bisa berserah diri kepadaNya.
Bagi kita sekarang adalah berbuat sebaik-baiknya kepada lingkungan, berbakti sebaik-baiknya kepada orang tua, dan bermunajat sebaik mungkin agar terkabul doa-doa kita.
Sebab kita hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, kekhilafan, dan kekeliruan. Hanya kepadaMu lah kami menyembah, hanya kepadaMu lah kami mohon pertolongan.

#goresan hati

Jumat, 13 April 2018

Kajian Isra' Mi'raj (Kajian Prof.Thomas Djamaludin)

Sobat, tulisan ini 100% saya ambil dari blog Prof. Thomas Djamaludin (pasti anda tahu beliau), dengan maksud untuk memberikan pemahaman dan menjawab rasa penasaran kita terhadap peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw.
Sobat dapat langsung mengunjungi blog beliau di SINI.

Jadi intinya, saya juga ikut belajar dengan mempostingnya di blog saya ini. Sekali lagi 100% saya ambil dari blog beliau.
Kajian Prof. Djamaludin mengambil judul "Isra’ Mi’raj: Inspirasi Mengintegrasikan Sains dalam Aqidah dan Ibadah"

Isra’ mi’raj bukanlah kisah perjalanan antariksa. Aspek astronomis sama sekali tidak ada dalam kajian isra’ mi’raj. Namun, Isra’ mi’raj mengusik keingintahuan akal manusia untuk mencari penjelasan ilmu. Aspek aqidah dan ibadah berintegrasi dengan aspek ilmiah dalam membahas isra’ mi’raj. Inspirasi saintifik Isra’ Mi’raj mendorong kita untuk berfikir mengintegrasikan sains dalam aqidah dan ibadah.
Mari kita mendudukkan masalah isra’ mi’raj sebagai mana adanya yang diceritakan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits sahih. Kemudian sekilas kita ulas kesalahpahaman yang sering terjadi dalam mengaitkan isra’ mi’raj dengan kajian astronomi. Hal yang juga penting dalam mengambil hikmah peringatan isra’ mi’raj adalah menggali inspirasi saintifik yang mengintegrasikan sains dalam memperkuat aqidah dan menyempurnakan ibadah.

Kamis, 12 April 2018

Antara Nurani, Etika, dan Realita

Tak mudah memang menjalani kehidupan, banyak riak bahkan ombak yang siap menerjang kapan saja dari arah mana saja. Utamanya saat perahu yang kita tumpangi tidak kokoh bahkan setengah rapuh dimakan waktu.
Begitulah...saat semua menjadi semu, saat semua menjadi abu-abu maka kita akan membandingkan antara nurani dan realita. Banyak nasehat yang mengatakan bahwa Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Saya sangat setuju dengan nasehat itu, hanya saja jika kita punya keinginan tidakkah boleh diupayakan sampai titik akhir usaha ? Sebab dengan apa yang kita inginkan (cita-cintakan) maka kita akan berjuang semampu dan sekuat tenaga untuk menggapainya. Permasalahannya sekarang adalah, saat kita berjuang untuk menggapai sesuatu tetapi yang diperjuangkan malah tidak tentu arah tujuan, lalu untuk apa perjuangan itu, bukankah sia-sia saja ? Ohh belum tentu, orang akan mengatakan bahwa kesia-siaan itu akibat dari ulahnya sendiri....oke lah sepakat, masalahnya adalah ketika etika berbicara, nurani mengetuk, dan realita mengatakan lain....lantas kita bisa apa ?
Akhir langkah kita hanya bisa beristighfar, memohon ampunan kepada Allah, memohon sebaik doa agar kita segera di tuntaskan dari segala bentuk himpitan yang namanya "m a s a l a h".
Wait...bukankah Allah sudah berfirman bahwa setiap kesulitan ada kemudahan, setiap ada masalah ada solusi ? Benar..... lalu ?

S a b a r
I s t i g h f a r
D o a
Berpasrah diri sepenuhnya kepada Allah.

Minggu, 05 Februari 2017

Sebutir Nasi Adalah Tanda Syukur

Sobat blogger, akhir-akhir ini sesepuh dan para ulama sedang didera ujian dan cobaan yang berkaitan dengan para pemimpin negeri ini. Fitnah, hinaan, cemoohan, bahkan cibiran kerap dilontarkan oleh orang-orang yang mengaku lebih baik, lebih hebat, dan lebih memahami kebhinekaan.
Saya sebagai seorang awam politik, rakyat jelata rasanya enggan berkomentar bahkan mematikan tv yang menayangkan hal tersebut, rasanya ingin kembali ke jaman kecil saat pak kiayi sangat dihormati dan ditunggu petuah dan nasehatnya. Ah sudahlah, semoga bapak kiayi diberikan kesabaran dan tawadhu terhadap kondisi negeri ini.
Ngaji, memang sangat penting untuk mengisi relung hati yang senantiasa haus ini, banyak kisah yang bisa kita petik, banyak ilmu yang kita serap untuk memperbaiki diri....Berikut kisah sebutir nasi yang ditulis oleh romo habib Lutfi, saya kopi paste saja, semoga diperkenankan dan mencerahkan kita semua.....

Selasa, 28 April 2015

Menyerah Untuk Bahagia atau Ikhlas Untuk Merana

Judul yang mungkin membuat orang bertanya, ini admin lagi galau, lagi seneng, atau lagi sedih ? Haa.... pengen nulis aja sih sebenarnya karena kehidupan yang semakin sulit ini menuntut untuk selalu berpikir, berpikir, dan terus berpikir. Jika tidak mau berpikir yah tidur aja atau jadi seorang boss (boss juga berpikir kali yah...).

Ok sob, maksud judul di atas sebenarnya pengen menggambarkan betapa seseorang dengan kehidupan yang serba pas-pasan ini mengalami dilematis yang luar biasa. Punya uang sedikit sudah membuat hati seneng, tenang, dan bahagia, tapi ya bahagianya juga cuma sedikit karena uang tadi untuk membayar ini itu, melunasi hutang itu dan ini. So...jika sudah menyerah akan keadaan berarti seseorang menyerah untuk bahagia. Sebab kebahagiaan itu dicari bukan datang dengan sendirinya.
Bagi orang dari GOLEKLEMAH makan tahu-tempe adalah makanan setiap hari, tambah kecap merupakan nikmat tersebdiri, makan dengan sambel bawang merupakan anugerah tersendiri, dan menikmati sayur kangkung selalu disyukuri. Lalu dimana kebahagiaan itu ? Kebahagiaan lahir karena hati yang puas, hati yang tenang, dan hati yang bersyukur.
lalu....menyerah untuk bahagia artinya menerima kenyataan yang ada....

Iklas untuk merana artinya apapun yang terjadi ya terjadilah karena itu semua memang kehendak yang punya hidup, jalan yang harus ditempuh, dan takdir yang sudah berlaku. Permasalahannya siapa yang mau merana ? tentu tidak ada !
Yang ada berusaha untuk bahagia. Nah, upaya inilah yang kemudian dapat menjebak "sebagian" dari kita menjadi merana. Sudah kerja enak, gaji lumayan, masih belum puas akan hasil yang dicapai tersebut, sehingga kehidupannya cenderung merana, merasa kurang, dan akhirnya mencari pelampiasan. Nah, jika sudah begitu siapa yang salah?
Tidak ada yang salah, yang bermasalah adalah pilihan anda sendiri: Memilih Menyerah untuk Bahagia dengan bersyukur, atau Ikhlas untuk Merana dengan menyesali apa yang ada.

Nb. perlu mikir abot untuk memahami tulisan di atas. Hehe....Salam Kupat Tahu

Senin, 20 April 2015

Kita Hidup di Dunia Nyata

Acapkali kita menginginkan sesuatu entah itu barang maupun non barang yang dapat memuaskan keinginan bathin kita. Melihat fenomena gedget yang baru tentu semua orang ingin memilikinya sebagai bentuk prestise, kebanggaan, dan kepuasan diri.
Melihat rekan sekantor sukses dalam karir, rumah tangga, dan keluarga, tentu kita menjadi iri karena (sebagian) dan terkadang dari kita tidak dapat seperti itu. Ya, inilah dunia NYATA.
Keinginan, harapan, dan cita-cita hemat saya semua manusia sama yaitu menggapai kebahagiaan yang dapat diperoleh melalui bermacan cara.
Semua ingin ideal: istri cantik molek nan aduhaii, uang yang melimpah berkecukupan, anak-anak yang sehat dan pintar, kendaraan memadahi, fasilitas dan perabotan lengkap, dan rumah tinggal bak istana Yuni Shara atau Rafi Ahmad...namun pupus lamunan itu ketika melihat kenyataan....
Ya, kita hidup di dunia nyata bukan di dunia ideal.
Apa yang harus dilakukan ? cukup melamun saja, atau segera turun tangan singsingkan lengan baju untuk menggali potensi dan sumber daya yang melimpah (yang) sejatinya telah disediakan Tuhan untuk kita.
Permasalahannya adalah: dimana dan dengan apa menggalinya ?? Itulah dunia nyata, tak seindah impian.

Salam Mimpi

Senin, 06 Agustus 2012

Berburu Berkah di Bulan Ramadhan

Jika Ramadhan disebut bulan rahmat, berkah, dan ampunan memang begitulah adanya. Banyak sekali saudara-saudara kita yang "pandai" memanfaatkan peluang untuk menggali rejeki di bulan mulia ini. Dari ganti profesi dari mahasiswa menajadi penjual jajanan (takjil), sampai pengemudi becak wisata untuk sekedar menyewakan becaknya keliling kota. Itu semua merupakan berkah dan rejeki yang diberikan sang Pencipta kepada sebagian saudara-saudara kita.
Lantas apa yang telah kita lakukan, sementara tidak ada ide untuk memanfaatkan peluang ?
Jawabannya tentu saja kita cari berkah lain selain berjualan. Bisa jadi berkah Ramadhan akan datang tiba-tiba karena anda dan kita menginfakkan sebagian lembaran yang terselip di dompet/kantong kita untuk infaq, dan shodaqah.
Sungguh, keikhlasan yang tulus akan membuahkan rejeki yang tiada henti. Mari kita beramal, mari kita bersedekah, dan mari "warnai" bulan ramadhan tahun ini dengan bertabur kesalehan.
Semoga Allah melapangkan rejeki kita, jika masih jauh mohon didekatkan, jika di atas mohon diturunkan, jika masih dibawah mohon dikeluarkan; dan jika sudah dekat mohon dimudahkan untuk menggapainya.
Ingat, bahwa rejeki kita sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana kita mencarinya.
Semoga Allah menjadikan kita orang yang soleh. Amiiin.

Sabtu, 28 Juli 2012

Larilah ke jalan Allah

Assalamu'alaikum wr.wb
Sobat blogger yang baik hatinya, apa kabar ? Semoga hidup anda kian indah dari hari ke hari. Selalu diwarnai kedamaian dan kecerahan pribadi yang sempurna. Amin.
Sebelumnya saya haturkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan bagi yang menjalankannya, semoga semua amal kebaikan diberi pahala dan diampuni segala dosa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Amiin.

Sobat yang baik hatinya, pernahkah kita berpikir tentang waktu hidup kita di dunia ini ?
Tentulah kita optimis akan kehidupan ini akan langgeng dan diberi usia panjang yang bermanfaat (setiap doa kita). Namun berapa lamakah kita hidup di dunia ini ? Tahun, Bulan, ataukah hari ?
Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita renungkan usia kita dibandingkan dengan "waktu kelak".
Seandainya saja kita diberi usia panjang hingga 70 tahun, berapa lamakah kita hidup di dunia menurut perhitungan waktu di akhirat ?

Rabu, 10 Agustus 2011

Memaknai Gerakan Sholat dari Sisi Kesehatan

Sobat blogger, bagaimana kabar anda di bulan Ramadhan ini, masih khusyuk beribadah bukan ? Baiklah..karena saya bukan seorang dai/ kiai, maka pengajian yang kemudian saya sebut PENG-KAJIAN ini saya ramu dalam bentuk tulisan di blog, semoga sobat berkenan menyimaknya.
Sobat blogger, kita tahu bahwa Sholat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang manusia. Namun,pernahkah terpikirkan oleh sobat blogger tentang manfaat masing-masing gerakan? 
Dari sudut pandang ilmiah aktivitas ibadah sholat digunakan sebagai obat bagi berbagai jenis penyakit. Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat (akhir baliq), sejak itulah ia harus (= wajib) menjalankan rukun Islam ke dua ini, dan sejak saat itu akan merasakan makna dan manfaatnya. Sebab Sholat diturunkan untuk menyempurnakan "fasilitas-Nya" bagi kehidupan manusia.
Gerakan Sholat:

1. TAKBIRATUL IHRAM

Posisi : berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat : Gerakan ini melancarkan aliran darah,getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan,otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian,khususnya pada tubuh bagian atas.

  

Selasa, 28 Juni 2011

Isra' Mi'raj : Misteri Perjalanan Rasulullah

Esok hari libur nasional, jika sobat melihat kalender akan tertuju pada tanggal 29 Juni 2011 tepatnya hari Rabu. Sebenarnya tidak ada yang spesial di hari dan tanggal ini, karena menurut saya semua hari dan tanggal sama. Namun jika ditilik dari sebab tanggal tersebut libur tak lain dan tak bukan karena memperingati Isra' Mi'raj Nabi besar Muhammad SAW. Pun demikian ada apa dengan peristiwa ini, saya coba ulas kembali kajian saya menurut akal dan pikiran (meskipun sampai saat ini juga kepikiran) karena masih menyisakan misteri, yang kemudian saya sebut sebuah Mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Penasaran....?

Senin, 06 Juni 2011

Demi waktu...

Apakah anda orang yang super sibuk ?
Apakah anda type pekerja keras sehingga pergi pagi dan pulang sore/malam ?
Apakah anda sayang dengan keluarga anda ?


Maaf sobat, mungkin pertanyaan di atas cukup membingungkan apa kaitannya dengan judul posting. Jika anda berkenan jujur apakah pertanyaan seperti itu pernah terbersit pada diri anda yang super sibuk ini ? Semoga kisah yang saya sampaikan ini menjadi bahan perenungan bagi saudara ....

Tetangga rumah, sebut saja pak Andi adalah type pekerja kantoran yang sangat rajin bekerja, maka tak heran prestasi di raihnya dan kedudukan penting diperusahaannya dijabatnya dalam waktu 2 tahun. Sungguh fantastis pak Andi ini dan saya boleh bilang karier yang cemerlang. Betapa tidak, sejak pindah di sebelah rumah dimulai dari rumah semi permanen hingga kini bertingkat dengan dua kendaraan mewah berjajar di teras garasinya.