Kamis, 22 Desember 2011

Gondongen dan Cara Mengatasinya

Rutinitas harian sebagai seorang karyawan pada jam istirahat adalah makan siang. Menu wajib bagi karyawan biasa seperti saya adalah warung seberang kampus yang menjajakan nasi rames dan sotoy yang dibanderol dengan harga Rp.5000-an. Cukuplah mengganjal aktivitas melelahkan dari pagi sampai siang. Ketika makan ada seorang anak kecil yang ternyata adalah putra si pemilik warung merintih kesakitan sembari memegangi wilayah leher bawah telinga. Sang ibu dengan sabar mengolesi si anak dengan serbuk berwarna biru yang sangat saya kenal yaitu BLAWU. Entah bahasa apa dan darimana namun kebiasaan masyarakat di kampung saya kalo sakit seperti itu dinamakan GONDONGEN atau dalam bahasa ilmiah disebut (Mumps, Parotitis).
Dari hasil googling sana sini, saya peroleh informasi bahwa Gondongen ini menyerang 85% adalah anak kecil dan sisanya yaitu 15 % adalah orang dewasa. Perlu dicatet bahwa Gondongen ini Menular !!!
Apa sih Gondongen itu ?
Gondong (Mumps, Parotitis epidemika) adalah penyakit menular disebabkan oleh virus (myxovirus parotitidis), berlangsung cepat (akut) yang ditandai dengan pembesaran kelenjar ludah, terutama kelenjar di bawah telinga (parotis).


Untuk itu perlu diwaspadai jika anda atau putra-putri anda :
1. Mengalami gejala: demam, sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
2.Pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
3. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan pada testis karena penyebaran melalui aliran darah.
Cara Mengatasi :
Secara tradisional biasanya diolesi BLAWU dan mengolesinya dengan buah Pace, tapi belum terbukti secara medis dua hal ini dapat menyembuhkan gondongan.



Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak.
Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik-analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya.
Makanan bebas, tidak ada larangan atau ketentuan khusus. Makanan apapun boleh disesuaikan dengan kemampuan mengunyah mengingat penderita Gondong mengalami rasa nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.
Pengobatan lain untuk penyulit yang timbul, hanya dapat diberikan atas anjuran dokter.

Namun demikian, jika sudah pernah terkena gondongan sekali, maka tubuh akan memiliki kekebalan terhadap virus ini selamanya. Untuk itu disarankan menjaga kondisi tubuh dengan makan makanan bergizi, cukup istirahat, dan atur pola tidur.
Semoga Bermanfaat.

2 komentar:

  1. Terima kasih infonya.... Biasanya di kampung, anak-anak penderita gondongen dikalungin buah pace. Itu jamak dilakukan meski belum ada penjelasan efektifitasnya secara medis....

    BalasHapus
  2. saya sedang mengalami gondongen solusi apa yg terbaik buat saya?

    BalasHapus

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Sobat... ^_^