Selasa, 21 April 2026

Bayangan yang Tak Pernah Pergi

Malam itu sunyi, hanya suara detak jam dinding yang menemani. Di balik kelopak mata yang terpejam, hadir kembali sosok yang pernah begitu berarti. Seseorang yang kusebut kekasih yang dulu mengisi hari-hari dengan tawa, kini hanya tinggal bayangan samar yang kerap muncul dalam mimpi. Seolah nyata, seolah masih ada, meski kenyataannya telah lama pergi.

Rindu itu datang tanpa diundang, menyelinap di sela-sela kesibukan, menyesakkan dada ketika ingatan masa lalu kembali menyeruak. Namun di sisi lain, ia tak pernah peduli. Saat ulang tahun, tak ada ucapan selamat. Saat hari raya, tak ada sapaan hangat. Semua terasa dingin, seakan kehadiran dan kerinduan ini tak pernah berarti baginya.

Seseorang itu terus bergulat dengan bayangan masa lalu. Ada harapan kecil yang masih tersisa, meski logika berkata bahwa semua sudah berakhir. Bayangan seseorang hadir sebagai pengingat, bahwa cinta pernah tumbuh, pernah bersemi, dan pernah memberi arti. Kini yang tersisa hanyalah kenangan yang tak bisa dihapus, meski waktu terus berjalan.

Dan di tengah rasa rindu yang tak terbalas, ia belajar menerima kenyataan: bahwa tidak semua yang dirindukan akan kembali, dan tidak semua yang pernah dekat akan peduli. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri, yang harus kuat berdiri, meski bayangan masa lalu terus menghantui.

Hemm, sudahlah...hidup ini tidak hanya tentang dirinya. Sangat disayangkan waktu, tenaga, dan pikiran hanya untuk seseorang yang tidak tahu caranya menghargai. Kepergianku mungkin menjadi tenang bagimu, tapi kupastikan seumur hidupmu tak akan pernah bertemu dengan versi ku di orang manapun. Dan ingat, sakit ini tak akan pernah termaafkan, meski hati tetap harus merelakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Sobat... ^_^