Disela-sela lelahnya hari ini kubuka perangkat kecil usang ini, mencoba menelusuri kabar baru apa saja yang dituliskan disetiap kontak... dan, kulihat postinganmu yang nampak baik-baik saja (tidak) seperti yang kuharapkan. Kecewa ... tapi itulah hidup jalur dan alurnya sudah diatur.
Aku pernah setiap saat menyebut namamu
Setiap waktu selalu ada pesan masuk bertanya ini dan itu
Sepertinya aku menjadi sebuah rumah untukmu kembali setiap saat
Penuh percaya, tanpa ragu.
Akupun berjalan bersamamu sejauh aku mampu
Menjaga yang kukira akan bertahan lebih lama.
Ternyata saatnya telah tiba
Kini kita hanya dua kenangan yang terpisah jarak dan waktu
Namun, sebelum benar-benar selesai, aku pernah seberjuang itu tanpa kenal lelah
Hingga akhirnya kekecewaan dan sakit yang ditorehkan melalui pesan dan kalimatmu
Tapi... ternyata akupun harus berterima kasih
Karena darimu, aku bisa belajar satu hal yang jujur
Bahwa kekecewaan memang perlu hadir agar aku tahu
Betapa mahalnya harga diri dan ketulusan.
Itu....
“Ngopi Bareng Pikiran adalah ruang sederhana untuk berbagi cerita sehari-hari, curhat ringan, dan refleksi hidup. Layaknya secangkir kopi yang menemani obrolan, setiap tulisan di sini berisi potongan pengalaman, renungan, dan rasa yang ingin dibagikan. Tempat di mana pikiran bebas dituangkan, rindu ditulis, dan kenangan direkam agar tak hilang begitu saja.”
Jumat, 08 Mei 2026
Aku, Kamu, dan Waktu
Langganan:
Postingan (Atom)