Berbicara waktu, mungkin setahun tanpa berkomunikasi denganmu adalah cara untuk menyembuhkan diri sendiri. Segar dalam ingatanku chat terakhir itu... "kita sudah tidak ada kaitan apapun". Mungkin harapan setipis tisu saat itu robek seketika memutus ikatan dan merobek kepercayaan.
Kini, aku tak lagi mencarimu, sebab angin telah mengajarkan bahwa daun yang gugur tak pernah kembali kepada dahannya, dia akan berada ditempatnya meskipun hutan terus berdoa sepanjang musim.
Bunga tak lagi akan menangisi kelopaknya yang gugur; karena ia percaya bahwa setiap kehilangan ternyata sedang mempersiapkan musim baru untuk kembali berbunga.
Tapi aku bukan bunga, aku adalah manusia biasa yang punya hati dan punya rasa.
Jujur aku masih menghafal logat bicaramu, cara becandamu, dan bunyi langkahmu dilorong-lorong ingatan. Aku masih mengenali aroma hujan yang pernah membasahi pipimu. Dan aku masih mengingat setiap tempat yang dulu kita singgahi yang disebut rumah.
Dan akhirnya aku memahami tidak setiap kehilangan harus menitikkan air mata, karena sudah habis kala itu. Kini tinggal lumut di dinding usia yang tumbuh perlahan, diam-diam mengambil warna dan hari-hari yang terlewati. Aku terpaku diam bukan karena lupa, melainkan waktu sangat pandah dalam menyembunyikan luka.
Kini, biarlah semua berjalan sebagaimana mestinya. Jika dipertemukan kembali maka satu kata yang ingin aku sampaikan "kita sudah tidak ada kaitan lagi"....
“Ngopi Bareng Pikiran adalah ruang sederhana untuk berbagi cerita sehari-hari, curhat ringan, dan refleksi hidup. Layaknya secangkir kopi yang menemani obrolan, setiap tulisan di sini berisi potongan pengalaman, renungan, dan rasa yang ingin dibagikan. Tempat di mana pikiran bebas dituangkan, rindu ditulis, dan kenangan direkam agar tak hilang begitu saja.”
Kamis, 23 Juli 2026
Biarkan Waktu Berlalu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Sobat... ^_^