Berbicara waktu, mungkin setahun tanpa berkomunikasi denganmu adalah cara untuk menyembuhkan diri sendiri. Segar dalam ingatanku chat terakhir itu... "kita sudah tidak ada kaitan apapun". Mungkin harapan setipis tisu saat itu robek seketika memutus ikatan dan merobek kepercayaan.
Kini, aku tak lagi mencarimu, sebab angin telah mengajarkan bahwa daun yang gugur tak pernah kembali kepada dahannya, dia akan berada ditempatnya meskipun hutan terus berdoa sepanjang musim.
Bunga tak lagi akan menangisi kelopaknya yang gugur; karena ia percaya bahwa setiap kehilangan ternyata sedang mempersiapkan musim baru untuk kembali berbunga.
Tapi aku bukan bunga, aku adalah manusia biasa yang punya hati dan punya rasa.
Jujur aku masih menghafal logat bicaramu, cara becandamu, dan bunyi langkahmu dilorong-lorong ingatan. Aku masih mengenali aroma hujan yang pernah membasahi pipimu. Dan aku masih mengingat setiap tempat yang dulu kita singgahi yang disebut rumah.
Dan akhirnya aku memahami tidak setiap kehilangan harus menitikkan air mata, karena sudah habis kala itu. Kini tinggal lumut di dinding usia yang tumbuh perlahan, diam-diam mengambil warna dan hari-hari yang terlewati. Aku terpaku diam bukan karena lupa, melainkan waktu sangat pandah dalam menyembunyikan luka.
Kini, biarlah semua berjalan sebagaimana mestinya. Jika dipertemukan kembali maka satu kata yang ingin aku sampaikan "kita sudah tidak ada kaitan lagi"....
“Ngopi Bareng Pikiran adalah ruang sederhana untuk berbagi cerita sehari-hari, curhat ringan, dan refleksi hidup. Layaknya secangkir kopi yang menemani obrolan, setiap tulisan di sini berisi potongan pengalaman, renungan, dan rasa yang ingin dibagikan. Tempat di mana pikiran bebas dituangkan, rindu ditulis, dan kenangan direkam agar tak hilang begitu saja.”
Kamis, 23 Juli 2026
Biarkan Waktu Berlalu
Sabtu, 11 Juli 2026
Luka yang Tak Terbalas
Ada luka yang ingin kubalas dengan luka. Namun ternyata ia baik-baik saja, seolah tak pernah merasa perih yang kutanggung. Aku hanya bisa menyimak dari jauh, melihat statusnya bersama orang lain, dan rasa sakit itu menyalip segala logika. Sakitnya luar biasa, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku tahu aku punya daya, aku tahu aku bisa menghancurkannya sehancur-hancurnya. Namun ternyata dia nampak baik-baik saja. Posting status tanpa rasa bersalah dan nampak begitu menikmati suasanya. Lalu doa yang dipanjatkan agar dia juga terluka apakah terlaksana ? TIDAK. Ada kuasa yang lebih besar, ada takdir yang sudah digariskan. Aku hanya manusia yang sedang belajar menerima bahwa balas dendam tidak selalu menjadi jalan keluar.
Jujur, menyaksikan kebahagiaannya bersama orang lain adalah ujian yang paling berat. Ada rasa iri, ada rasa kehilangan, ada rasa marah yang bercampur menjadi satu. Tetapi di balik semua itu, aku mulai memahami bahwa luka bukan untuk dibalas, melainkan untuk dipelajari. Luka adalah guru yang mengajarkan tentang kesabaran, tentang keikhlasan, dan tentang kekuatan yang tersembunyi dalam diam. Aku belajar bahwa tidak semua hal bisa kuatur sesuai kehendak. Ada hal-hal yang harus kuserahkan pada kuasa yang lebih tinggi. Ada jalan yang harus kutempuh sendiri, meski penuh duri dan air mata. Dan mungkin, suatu hari nanti, luka ini akan berhenti berdarah. Ia akan menjadi bekas yang menguatkan, tanda bahwa aku pernah jatuh, tapi juga pernah bangkit.
Pada akhirnya, aku menyadari: membalas luka dengan luka hanya akan melahirkan lingkaran perih yang tak berujung. Sedangkan menerima luka dengan hati yang lapang, meski sulit, adalah jalan menuju kedewasaan. Biarlah ia bahagia dengan pilihannya. Sementara aku belajar merawat luka, hingga suatu hari nanti aku bisa tersenyum, bukan karena luka itu hilang, tetapi karena aku berhasil berdamai dengannya.
Jumat, 08 Mei 2026
Aku, Kamu, dan Waktu
Disela-sela lelahnya hari ini kubuka perangkat kecil usang ini, mencoba menelusuri kabar baru apa saja yang dituliskan disetiap kontak... dan, kulihat postinganmu yang nampak baik-baik saja (tidak) seperti yang kuharapkan. Kecewa ... tapi itulah hidup jalur dan alurnya sudah diatur.
Aku pernah setiap saat menyebut namamu
Setiap waktu selalu ada pesan masuk bertanya ini dan itu
Sepertinya aku menjadi sebuah rumah untukmu kembali setiap saat
Penuh percaya, tanpa ragu.
Akupun berjalan bersamamu sejauh aku mampu
Menjaga yang kukira akan bertahan lebih lama.
Ternyata saatnya telah tiba
Kini kita hanya dua kenangan yang terpisah jarak dan waktu
Namun, sebelum benar-benar selesai, aku pernah seberjuang itu tanpa kenal lelah
Hingga akhirnya kekecewaan dan sakit yang ditorehkan melalui pesan dan kalimatmu
Tapi... ternyata akupun harus berterima kasih
Karena darimu, aku bisa belajar satu hal yang jujur
Bahwa kekecewaan memang perlu hadir agar aku tahu
Betapa mahalnya harga diri dan ketulusan.
Itu....
Minggu, 26 April 2026
Mundur Alon-Alon...
Jika hidup itu adalah drama, maka segala drama itu telah usai. Segala upaya dan effort yang kadang tidak masuk akal telah pupus dimakan waktu. Jika kamu tidak mengingatnya ya pastinya begitu karena kamu telah merajut cerita baru. Seadainya waktu bisa dibalikkan, maka sangat berharap tidak akan dekat denganmu, namun inilah hidup yang tidak dapat dihindari jalan dan prosesnya.
Ternyata tidak semua rindu adalah nyata pun tidak semua rindu akan berakhir dengan bertemunya dua bahu. Mungkin kita adalah pengembara yang tersesat di jalan raya yang keliru, meskipun sudah berbantuan peta sayang, namun tetap saja arahnya akhirnya berbelok.
Kadang kita terlalu sibuk untuk membangun rumah diatas tanah yang sebenarnya bukan untuk diri kita, mencoba menyatukan dua doa yang muaranya sendiri masih didaerah abu; mencoba memaksakan langkah agar tetap searah padahal kita tahu bahwa yang dijalani sebuah tanpa arah.
Seperti halnya kadang perjalanan tanpa tujuan, terkadang kita hanya keluar mencari udara segar, melepas penat diatas tugas-tugas yang demikian menyita tenaga...namun masih saja belum menemukan titik kejelasan mau apa dan mau kemana. Hingga akhirnya kuputuskan mudur banyak langkah, bukan karena rasa yang telah sirna, tapi kelelahan tanpa tepi. Aku hanya ingin mengembalikan energi dan mengembalikan arah yang menyimpang terlalu jauh.
Jika kamu pernah menuliskan pesan kepada seseorang di layar itu "kembalilah, banyak yang ingin kuceritakan kepadamu"; maka dengan tegas kutuliskan pergilah dengan cerita barumu, sedikitpun aku tak akan mengganggumu lagi, meski untuk itu terkadang menyesakkan dada.
Sebab pada akhirnya, ketenangan diri adalah segalanya. Tak lagi ada pesanmu bukan berarti akhir dari segalanya. Memilih untuk diam dan pergi merupakan langkah jelasku. Mundur alus...
Selasa, 21 April 2026
Bayangan yang Tak Pernah Pergi
Malam itu sunyi, hanya suara detak jam dinding yang menemani. Di balik kelopak mata yang terpejam, hadir kembali sosok yang pernah begitu berarti. Seseorang yang kusebut kekasih yang dulu mengisi hari-hari dengan tawa, kini hanya tinggal bayangan samar yang kerap muncul dalam mimpi. Seolah nyata, seolah masih ada, meski kenyataannya telah lama pergi.
Rindu itu datang tanpa diundang, menyelinap di sela-sela kesibukan, menyesakkan dada ketika ingatan masa lalu kembali menyeruak. Namun di sisi lain, ia tak pernah peduli. Saat ulang tahun, tak ada ucapan selamat. Saat hari raya, tak ada sapaan hangat. Semua terasa dingin, seakan kehadiran dan kerinduan ini tak pernah berarti baginya.
Seseorang itu terus bergulat dengan bayangan masa lalu. Ada harapan kecil yang masih tersisa, meski logika berkata bahwa semua sudah berakhir. Bayangan seseorang hadir sebagai pengingat, bahwa cinta pernah tumbuh, pernah bersemi, dan pernah memberi arti. Kini yang tersisa hanyalah kenangan yang tak bisa dihapus, meski waktu terus berjalan.
Dan di tengah rasa rindu yang tak terbalas, ia belajar menerima kenyataan: bahwa tidak semua yang dirindukan akan kembali, dan tidak semua yang pernah dekat akan peduli. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri, yang harus kuat berdiri, meski bayangan masa lalu terus menghantui.
Hemm, sudahlah...hidup ini tidak hanya tentang dirinya. Sangat disayangkan waktu, tenaga, dan pikiran hanya untuk seseorang yang tidak tahu caranya menghargai. Kepergianku mungkin menjadi tenang bagimu, tapi kupastikan seumur hidupmu tak akan pernah bertemu dengan versi ku di orang manapun. Dan ingat, sakit ini tak akan pernah termaafkan, meski hati tetap harus merelakan.
Minggu, 19 April 2026
Sisa Rindu Itu (Hanya) Kontak Yang Tak Dihapus
Membuka dan scrol kembali semua chat kita adalah kegiatan yang masih sering ku lakukan, kadang tersenyum sendiri mengingat hangatnya pembicaraan kita, intens-nya chat kita tanpa jeda sedikitpun. Bahkan kamu sering bercerita keseharian kegiatanmu meski tanpa aku minta; yang lebih menenangkanku saat kamu tiba-tiba mengirim foto kegiatanmu, aktivitasmu, dan sekedar pamer kerudung baru. Seru dan sangat menenangkan bahwa kamu dan aku ada untuk kita. Itu dulu....
Sekarang ?
Aku tak pernah menghapus namamu dari ponselku
Diantara kontak yang masih dapat ku hubungi
Meski nomor itu tak pernah lagi menuju kemanapun lagi
Kadang aku berhenti lama saat membuat ruang chat itu
Manatap pesan yang rasanya tidak akan pernah dijawab lagi
Aku tak lagi mencarinya
Tak juga berani untuk menghapusnya, karena kehilangan semuanya adalah sakit yang paling jujur
Ada hal kecil yang kita simpan, entah dimana posisinya saat ini
Jujur aku ingin pernah menghapus, tapi seolah ada yang menahan
Bukan karena berharap ingin kamu dapat kembali
Melainkan takut aku akhirnya tidak punya apa-apa lagi darimu
Hingga akhirnya kubiarkan kontak itu terlukis namamu
Kontak yang kadang nampak profilnya kadang tidak
Aku sadar, mungkin suatu saat aku akan membiarkan tanpa menyentuh sedikitpun kontakmu
Hingga saatnya benar-benar merelakan untuk menghapus semua tentangmu
Hingga saatnya melihat foto yang kamu kirim tak lagi menyentuh hatiku
Hingga tak lagi membawa kesan buatku....
Semua hanya masalah waktu.... karena sisa rindu ini hanya ada di kontakmu yang takkan ku hapus.
Rabu, 15 April 2026
Kamu (Bukan) Lagi Rumah Untuk Kembali
"Are you oke ?" pertanyaan bodoh dari untuk orang yang telah menyakiti hati. Sudah jelas jika apa yang dilakukan dan diucapkan itu sangat mengganggu jiwa dan raga masih tega bertanya seperti itu.
Teh hangat siang ini membawa sebuah penelusuran kenangan masa itu yang barangkali tetap menggetarkan jemari untuk menuliskannya. seolah setiap huruf adalah serpihan hati yang pecah. Aku pernah memperjuangkanmu dengan segala tenaga, menaruh harapan pada janji-janji yang kau bisikkan, namun akhirnya kau memilih pergi, bukan karena lelah, melainkan karena ada orang lain yang kau anggap lebih layak. Wajar memang, tapi asal kamu tahu bahwa setiap kata yang kau kirim lewat chat, setiap kalimat yang kau tinggalkan, terasa seperti pisau yang mengiris perlahan, meninggalkan jejak perih yang tak kunjung sembuh. Jujur aku pernah berharap kau hancur, agar semesta tahu betapa dalam luka yang kau tinggalkan. Namun ironisnya, di sana kau tampak baik-baik saja, berjalan dengan senyum yang dulu pernah aku perjuangkan. Sementara aku .... tertinggal di ruang sunyi, menatap reruntuhan hati yang perlahan kau patahkan.
Pulih dari rasa sakit hati bukanlah perjalanan yang singkat, melainkan proses yang perlahan menumbuhkan kembali keberanian untuk hidup. Luka itu memang pernah mengiris dalam, namun setiap luka juga membawa ruang untuk sembuh; seperti kata-katamu "siapkan ruang kecewa". Awalnya, ada keheningan yang terasa berat, seolah dunia berhenti di titik kehilangan. Tetapi perlahan, keheningan itu bisa menjadi ruang refleksi tempatku belajar menerima bahwa tidak semua yang diperjuangkan akan bertahan.
Sembuh berarti memberi izin pada diri sendiri untuk berhenti menggenggam masa lalu yang menyakitkan. Biarkan kenangan itu menjadi bagian dari cerita, bukan beban yang terus harus dipikul. Pulih berarti menemukan kembali hal-hal kecil yang membuat hati bahagia: melihat senyum orang-orang yang tulus, orang baru dengan cerita barunya, udara pagi yang segar, atau doa yang menenangkan. Setiap langkah kecil menuju kebahagiaan adalah tanda bahwa luka mulai berubah menjadi kekuatan. Aku sadar, orang baru tidak akan otomatis menyembukan luka, tapi menjadi rumah kembali bagi dia merupakan kebahagiaan tersendiri buatku.
Rasa sakit memang pernah membuatku runtuh, tetapi kucoba tumbuhkan keberanian baru untuk melangkah. Pulih bukan berarti melupakan, melainkan berdamai dengan apa yang terjadi (lagunya siapa ini lah hemm...). Saat mampu menatap luka tanpa lagi merasa terhancur, saat bisa menatap statusmu, fotomu, dan pertemuanmu dengan orang baru aku abai, itulah mungkin tanda bahwa hatiku sedang belajar sembuh. Dan pada akhirnya, aku menyadari: meski dia baik-baik saja di sana, aku pun harus bisa baik-baik saja di sini, mencoba merajut versi diri yang lebih kuat, lebih bijak, dan lebih berani mencintai hidup.
Rabu, 04 Februari 2026
Kehilangan yang tidak ku pilih
Aku pernah marah dan tidak menerima pada kehilangan yang datang tanpa mengetuk dan mengambil sesuatu yang belum ingin kulepas. Tapi waktu dengan sabarnya mengajariku cara menerima, cara menghargai diri sendiri, dan menyadarkan akan ketidak tulusan seseorang. Waktu membimbing bahwa tidak semua pelepasan adalah musuh. Beberapa justru mengajarkan kita menuju tempat yang lapang yaitu tenang. Jalan yang mungkin selama ini hilang karena memperjuangkan orang yang tidak bisa menghargai. Sekarang aku menjalani hariku tanpa menyalahkan keadaan, aku hanya perlu menyelaraskan langkah dengan apa yang harus dijalani dan terjadi. Asinglah selamanya, seperti chat terakhirmu bahwa kamu tidak ada kaitan apapun, hanya karena ada orang baru. Larilah sesukamu, meski tak akan pernah kuikhlaskan untaian kata yang senantiasa menyakiti hatiku. Aku memang berdamai tapi untuk diriku sendiri, bukan kamu.
Kamis, 25 Desember 2025
Aku Pamit
Pergi bukanlah pilihanku - namun rupanya takdir tidak memberi kita pilihan untuk tetap tinggal. Aku menyayangimu terlalu dalam, hingga pergi terasa seperti kehilangan sebagian diriku sendiri. Setiap langkah yang menjauh bukanlah sekedar jarak, namun luka yang harus aku terima tanpa tahu kapan untuk benar-benar sembuh.
Hatiku sesungguhnya tidak benar-benar pergi, ia masih tertinggal dengan caramu hari, pada perhatian setiap saatmu sehingga aku merasa aman. Ada rindu yang tidak pernah bisa belajar diam; bahkan ketika logika memintaku pulang, hatiku justru memilih untuk menetap.
Aku mencoba dan selalu berupaya bertahan, meyakinkan diri bahwa cinta tidak bisa hanya dengan kesabaran untuk selalu berjuang memiliki. Namun nyatanya semakin lama justru aku semakin mengerti bahwa cinta itu bukan untuk diperjuangkan, melainkan justru untuk dilepaskan. Aku merasa bahwa cintaku tidak pernah kurang, perhatianku tidak pernah lekang, tapi justru karena terlalu penuh sehingga terlalu dalam untuk dipaksa berjalan melawan arah takdir.
Untuk itu, aku memilih pergi, jujur bukan dengan hati yang siap; melainkan jiwaku lelah dan keberanian yang tersisa. Aku mengikuti takdir dengan tangan gemetar, dada semakin sesak, dan pikiran tak menentu. Aku berupaya menyimpan cinta ini sebagai doa yang tidak akan pernah lagi kusebut namanya.
Dan jika suatu hari rasa ini bertanya, aku akan menjawab: aku hanya belajar taat pada takdir, dan menghargai diri sendiri sepenuhnya. Tak lagi akan mengupayakan atau bertanya kabar. Sebab semua sudah berlalu tanpa ada peduli sedikitpun darimu.
Aku pamit ya, doakan aku selalu bahagia.
Senin, 25 Agustus 2025
Langkahmu Sudah Terlalu Jauh Untuk Kembali ?
Masih berharap dan bertahan karena langkahmu sudah terlalu jauh ? Kamu masih bertahan dan berharap untuk kembali meskipun kamu sudah ditinggalkan tanpa merasa bersalah.
Kawan, kamu terlalu berharga untuk disakiti, kamu terlalu sayang untuk merawat luka karena orang yang tidak pernah tau berterima kasih.
Kamu mungkin terlalu sabar, terlalu pemaaf, dan terlalu bodoh untuk mempertahankan sebuah hubungan yang tidak setara. Kamu terlalu berharga untuk mengelola hati bagi seseorang yang tak pernah menganggapmu ada.
Meski kamu sudah bersama sekian lama, setiap kali kamu ingin pergi kamu selalu berpikir langkahmu terlalu jauh untuk kembali. Kawan, hidup ini terlalu singkat untuk seseorang yang tak pernah bisa menjaga. Kenapa menyiksa diri sendiri untuk orang yang tidak bisa menghargai.
Kamis, 10 Juli 2025
Berdamai Dengan Apa Yang Terjadi
Banyak dari kita ini kadang mengalami proses yang tidak mudah, menjalani hidup dengan beban pikiran, dan barangkali ada masalah hati yang belum kunjung usai. Saya pikir lagu mangu meski tidak relevan dengan tema lagu tapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Point utamanya berdamai dengan keadaan atau apa yang terjadi. Bersikap penuh penerimaan dengan kata lain ikhlas. Ya dengan ikhlas maka hal yang berat akan menjadi lebih melegakan apalagi jika telah mampu melepaskan apa yang menjadi beban.
Terkait dengan orang lain, bagi yang tidak bisa menghormati dan tidak tau caranya menghargai maka tinggalkan dengan tegas. Terkadang karena memiliki memori yang baik kemudian disakiti maka seolah-olah masih ada harapan, namun nyatanya orang lain itu bisa nampak bahagia tanpa adanya kita di kehidupannya. Untuk itu, mari sembuhkan diri sendiri, hargai diri sendiri, jangan lagi merendahkan diri demi sebuah kabar. Orang yang sayang tentu tidak akan menyakiti, orang yang empati maka akan penuh peduli meski tanpa diminta.
Perlu dendam ? buat apa... toh dia tidak akan kembali, doa saja biar dia punya dan dapat balasannya apapun bentuknya. cukup itu.. selebihnya doakan diri kita sendiri agar senantiasa kuat dan ikhlas dalam menerima dan menjalani yang memang harus dijalani.
Mau diblokir ya sok atuh... toh nanti suatu saat akan butuh kita.
Yuk Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan apa yang akan dan telah terjadi. Sebab hidup ya kita yang menjalani bukan orang lain atau tergantung orang lain.
Jangan menyakiti jika kita tidak ingin disakiti. Itu.
Senin, 05 Mei 2025
Cara Sembuh Terbaik Adalah Dengan Melupakan
Dalam setiap kesempatan dalam perjalanan kehidupan ini pasti telah mengalami banyak hal, merasakan bahagia, senang, maupun hal yang sebaliknya. Ketidakpastian kehidupan menjadikan kita sebagai hamba Tuhan untuk senantiasa berserah diri dengan selalu berdoa dan berupaya agar apa yang menjadi alur kehidupan kedepannya adalah hal yang selalu baik dan membahagiakan. Terkadang karena sebuah keinginan kita berupaya dengan sangat keras hingga pada titik yang kita sendiri tak mampu menyimpulkan kapan harapan tersebut akan terwujud.
Harapan adalah doa, betul sekali... namun ekspektasi yang terlalu tinggi terkadang membuat kecewa. Banyak hal yang memang diluar kendali kita, banyak unsur yang membuat kita harus menyadari bahwa semua harus nurut dan manut atas apa yang kita inginkan. Tak terkecuali jika kita tidak bisa mengatur hidup agar sesuai rencana. Yang datang akan datang dengan tenang dengan sendirinya, pun yang pergi akan meninggalkan dengan caranya. Namun, dibalik itu semua kita sangat bisa memilih untuk bagaimana menyikapi dan menanggainya. Mau panik, mau tenang itu pilihan dan keputusan kita sendiri. Coba saja untuk fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan. Sisanya ? Ya biarlah hukum alam dan semesta yang menyelesaikannya. Kamu yang disakiti ya terima saja bahwa itu memang jalanmu. Jika sudah sangat effort, sudah berupaya & berusaha sebaik mungkin namun tidak dihargai... ya sudah, berarti dia tidak bersyukur diberikan kesempatan orang yang tulus.
Simpan energimu untuk yang akan datang tanpa diminta, sisakan sayangmu untuk orang yang bisa lebih menghargaimu dalam hal apapun. Kamu cukup tenang dan tetap lets'go.
Kamis, 24 April 2025
Analogi Dalam Pembelajaran Fisika
Kata analogi sebenarnya identik dengan perumpamaan. Analogi langsung merupakan salah satu strategi pembelajaran yang digunakan untuk menjelaskan konsep abstrak dalam fisika dengan memanfaatkan kesamaan atau kemiripan antara suatu konsep fisika dengan situasi yang lebih familiar bagi siswa. Strategi ini memungkinkan siswa untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam dengan menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya (Kurniawan et al, 2024). Dalam fisika, analogi langsung sangat bermanfaat karena banyak konsep yang sulit divisualisasikan atau dirasakan secara langsung.
Salah satu model pembelajaran yang saya kembangkan sebagai tugas akhir studi adalah pengembangan model Sinektik berorientasi HOTS yang didalamnya memuat unsur-unsur Sinektik salah satunya adalah analogi langsung.
Mengapa Analogi penting ? Pertama adalah mempermudah pemahaman: dengan menghubungkan konsep fisika yang abstrak ke situasi yang lebih konkret, siswa dapat memahami prinsip-prinsip fisika secara lebih mudah. Kedua, meningkatkan minat dan motivasi; melalui analogi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan relevan bagi siswa. Ketiga yaitu mendorong berpikir kritis. Siswa dilatih untuk mencari hubungan antara konsep fisika dan analoginya, yang dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis mereka.
Contoh Analogi Langsung dalam Pembelajaran Fisika misalnya pada Konsep Hukum Newton Pertama (Inersia): Penjelasan Konsep: Benda yang diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak akan terus bergerak dalam garis lurus kecuali ada gaya yang bekerja padanya. Analoginya siswa diminta membayangkan sebuah meja makan yang penuh dengan barang. Jika taplak meja ditarik dengan cepat, barang-barang di atas meja tetap di tempatnya. Barang-barang tersebut cenderung mempertahankan keadaan diamnya karena sifat inersia. Contoh analogi pada konsep gerak harmonik sederhana pada gerak benda bolak-balik melalui titik keseimbangan dengan pola yang berulang. Analoginya pergerakan ayunan taman merupakan analogi langsung untuk memahami gerak harmonik sederhana. ayunan bergerak dari satu sisi ke sisi lain dengan pola yang berulang dan selalu melalui titik tengah (keseimbangan). Berdasarkan kajian (Kurniawan, 2024) analogi perlu disampaikan kepada peserta didik untuk ragam materi. Contoh lainnya pada konsep arus listrik, penjelasan konsepnya bahwa arus listrik adalah aliran muatan melalui konduktor. Analogi yang dapat disampaikan yaitu arus listrik dapat dianalogikan dengan aliran air di pipa. Sama seperti air yang mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke rendah, elektron juga mengalir dari daerah berpotensial tinggi ke rendah. Pada konsep Tekanan siswa dapat diberikan konsep bahwa tekanan adalah gaya per satuan luas. Analogi yang dapat diberikan yaitu tekanan dapat dianalogikan dengan ujung jarum dan telapak tangan. Ujung jarum memberikan tekanan tinggi pada kulit karena luas permukaannya kecil, sementara telapak tangan tidak terasa menekan karena luas permukaannya besar.
Apa Keuntungan Penggunaan Analogi Langsung ?
Dengan menggunakan analogi langsung, siswa dapat menghubungkan pembelajaran fisika dengan pengalaman mereka sehari-hari. Hal ini memungkinkan siswa untuk memahami konsep dengan cara yang lebih praktis dan menarik. Selain itu, analogi langsung dapat membantu siswa mengurangi kesulitan dalam memahami konsep abstrak dan memberikan konteks nyata dalam pembelajaran. Namun, penting untuk memastikan bahwa analogi yang digunakan tidak menimbulkan miskonsepsi. Analoginya harus disertai dengan penjelasan yang jelas mengenai kesamaan dan perbedaan antara konsep fisika dengan analogi yang digunakan.
Kesimpulan
Analogi langsung adalah salah satu strategi efektif dalam pembelajaran fisika yang dapat membantu siswa memahami konsep abstrak dengan cara yang sederhana dan relevan. Dengan memilih analogi yang tepat dan familiar bagi siswa, guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membuat fisika lebih menarik bagi siswa.
Referensi:
Kurniawan, E. S., Mundilarto, E. I., & Istiyono, E. (2024). Improving student higher order thinking skills using Synectic-HOTS-oriented learning model. Int J Eval & Res Educ ISSN, 2252(8822), 1133.
Kurniawan, E. S. (2023). Strategi Jembatan Konsep Analogi Untuk Meningkatkan PhyHOTS Peserta Didik Pada Pembelajaran Fisika. Jurnal Inovasi Pendidikan Sains (JIPS), 4(1), 26-35.
Kamis, 27 Februari 2025
Guru atau Konten Kreator ?
Sebagai tenaga kependidikan tentu memiliki cita-cita mulia untuk memajukan dan mencerdaskan peserta didik secara kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya. Segala upaya dilakukan untuk menyajikan pembelajaran yang disajikan tersebut dapat diserap dan diterima dengan baik. Guru bagaimanapun latar belakangnya pastilah memiliki "modal" awal berupa pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman akademik maupun pengalaman sehari-hari. Terlepas dari kemampuan akademik dasarnya, seorang guru yang memang dituntut dan dilatih untuk mengajar (menguasai materi dan menguasai kelas), pastilah memiliki ragam cara untuk membelajarkan peserta didiknya. Dari penggunaan metode, model, strategi, dan dengan memperhatikan gaya belajarnya, tujuan akhirnya yaitu agar peserta didiknya paham dan mengerti akan ilmu yang disampaikannya.
Alih-alih menyenangkan peserta didik, maka ada sebagian guru yang justru membawa kelas tidak fokus pada tujuan awalnya yaitu belajar. Di kelas ada guru yang memberikan film yang tidak berkaitan dengan materi dan diputar menggunakan LCD dan Screen di depan kelas. Ada sebagian guru yang hanya memberikan pengantar di awal pelajaran sekitar 10 menit, kemudian diminta mengerjakan soal-soal di LKS sementara gurunya bersantai di ruang guru atau malah ada yang di kantin menikmati sebat.
Bahkan, akhir-akhir ini guru-guru muda yang memiliki paras menawan cenderung membuat video di kelas, berjoged-joged ala standar aplikasi tik-tok, dan sebagainya. Memang, bagi sebagian orang bisa menginspirasi, namun tiadakah guru yang menawan tersebut justru membuat konten yang positif, yang membangun, dan tidak sekedar "pamer" kecantikan dan kemolekannya ?
Justru dengan adanya kesibukan baru guru "konten kreator" ini malah tidak fokus pada tugas pokoknya, sampai-sampai diberita ada wakil kepala sekolah bidang kurikulum lupa dan terlewat mendaftarkan siswanya ikut seleksi masuk perguruan tinggi.
Ironi memang, disaat guru dimudahkan dengan media namun terjerumus pada arus standar postingan kreatornya. Guru yang notabene memberikan pelajaran justru sibuk editing video untuk setoran postingan agar FYP.
Jika sudah begini, tentu tidak bisa disalahkan si guru tersebut karena media sosial itu milik siapa saja, hanya saja perlu ada kontrol sosial dari pihak sekolah dan instansi terkait tentang penggunaan media sosial di sekolah.
Jika postingan membawa kebaikan sekolah tentu tidak masalah, namun jika justru membawa dampak kurang baik tentu perlu adanya pembinaan.
Jadi, mau jadi guru atau konten kreator ?
Minggu, 17 November 2024
Belajar Menghargai Meski Hal yang Kecil dan Sederhana
Terkadang kita hidup berdampingan dengan orang lain tidak akan lepas dari bantuan, pertolongan, atau niat baik seseorang. Disadari atau tidak, orang yang sayang akan memberikan yang terbaik bagi orang tersayangnya, pun sebaliknya. Meskipun kadang tidak ada ikatan rasa/ perasaan terkadang ketika kita beranjangsana/ menemui seseorang ada itikat baik untuk membawa buah tangan. Nah, kadang bagi orang yang tidak peka dan kurang bisa menghargai niat orang lain menganggap buah tangan tersebut tidak perlu/ diperlukan, karena selain jenis barang buah tangannya tersebut, harganya kadang masih terjangkau untuk dibeli sendiri.
Nah, disini kosepnya adalah menghargai ketulusan seseorang ketika berniat baik tersebut. Jangan dilihat dari berapa besar nominalnya dan jenis barangnya; namun ketulusan dan itikat baiknya. Untuk itu, terbukalah untuk menerima dengan lapang dada, dengan penuh kesyukuran, dan minimal ucapan terima kasih. Sebab bisa jadi itulah jalan rejekimu atau jalan rejeki si pemberi dengan harapan Tuhan memberikan gantinya yang lebih baik dan lebih banyak.
Jangan alih-alih karena tidak suka, tidak berkenan, atau hanya "barang seperti itu aku juga mampu beli" kemudian tidak berterima kasih dan menghargainya. Kalaupun tidak suka dengan pemberiannya cukup simpan dalam hati dan berikan barang itu pada orang yang membutuhkannya.
Itulah bentuk penghargaan, jangan lukai hati si pemberi dengan berucap, besok lagi jangan belikan apa-apa. Ya Allah, tega ya ada hati yang mampu berucap seperti itu.
Ingat ya, kita hidup membutuhkan orang lain, sekaya apapun, sesukses apapun, dan semampu apapun ada peran orang lain dalam kehidupan kita. Hargailah sesorang yang tulus memberimu, sebelum orang tersebut sudah tidak lagi peduli padamu.
Ingat ini untuk pembelajaran saya dan kita semua; budayakan: tolong, maaf, dan terima kasih.
Semoga menginspirasi.
Senin, 20 Mei 2024
Study Tour di Sekolah, Masih Perlukah ?
Saat ini tengah ramai diperbincangkan tentang kebijakan dan larangan mengadakan study tour di sekolah. Terkait insiden dibeberapa daerah yang menyebabkan korban di jalan raya memang meninggalkan duka sekaligus empati bagi korban dan keluarganya. Semoga tidak ada kejadian demikian di tahun-tahun selanjutnya.
Meskupun hal tersebut tidak diharapkan, namun kebijakan pengadaan study tour tidak terlepas dari persiapan dan kebijakan dari masing-masing sekolah. Adanya study + tour ini menjadi sebuah hal yang lumrah dilaksanakan oleh sekolah dari tahun ke tahun, dengan lokasi yang sama atau bertambah jauh seiring biaya yang harus diiur oleh orang tua siswa. Disadari atau tidak, keinginan study + tour ini tetap diinginkan oleh siswa, kesempatan bisa bermain bersama dengan rekan-rekan satu kelas dan bapak ibu guru menjadi kenangan tersendiri kelak dikemudian hari. Alih-alih ingin menyenangkan putra-putrinya orang tua dengan beragam pertimbangan tentu ingin memenuhinya dengan membayar biaya yang juga relatif tidak sedikit.
Permasalahan muncul disaat ada accident, sehingga yang disalahkan adalah gurunya. Mohon maaf, sebagai orang yang pernah jadi guru disekolah, tidak tepat rasanya jika menyalahkan kebijakan study tour ini sepenuhnya kepada guru. Guru hanya pelaksana teknis mendampingi siswa, pun tidak semua guru biasanya diikutkan karena alasan tertentu. Kebijakan adanya study tour biasanya muncul dari usulan siswa, kemudian sekolah mengakomodir dengan memberikan edaran/ angket/ formulir terkait study tour tersebut. Jika persentase yang menyetujui lebih banyak, maka dilaksanakan sesuai kesepakatan bersama. Untuk itu, mengapa ada statement yang menyalahkan Guru ?
Untuk amannya sebenarnya dari teknik penyelenggaraannya saja, misalnya study tour ke lokasi yang dekat dengan sekolah, tidak perlu ke luar kota apalagi hingga luar pulau. Maksimalkan potensi study-nya dibandingkan tournya. Berikutnya adalah pemilihan armada yang sehat dan terpercaya, sehingga perjalanan akan aman dan nyaman untuk semua pihak. Bis wisata jika dipilih yang masih prima, sopir yang elegan yang tidak kebut-kebutan tentu akan menjadi salah satu indikator kenyamanan dalam wisata.
Wacana pelarangan study tour tentu berimbas pada banyak aspek, dari sepinya obyek wisata hingga hilangnya momen kebersamaan siswa, sehingga saya beropini jika wisata + study ini tidak perlu dilarang namun diatur teknis pelaksanaannya saja, agar hal-hal yang sekiranya membahayakan dapat diantisipasi sejak awal.
Selamat berwisata + studi. Semangat untuk bapak/ ibu guru pendamping.
Rabu, 21 Oktober 2020
Cara Download di Academia.edu, Scribd, dan Slideshare
Selamat siang sobat ambyar, apakah saat ini masih ambyar gara-gara artikelnya belum ada kejelasan/ direject ? Tetap semangat, perbaiki, dan submit lagi.
Mari kita berusaha, berdoa yang terbaik agar dan hingga artikel kita lolos submit, revie, accepted, hingga published.
Kesempatan kali ini ingin berbagi cara untuk mengunduh file di Acamedia.edu. Langsung gas saja caranya:
1. Buka file yang henda diunduh, bisa di Academia, Scribd, atau Slideshare.
2. Copy link-mya
3. Buka docdownloader.com
4. Masukkan link pada kolom yang disediakan
5. Klik Get Link
6. Masukkan captcha
7. Download
8. Selesai
Demikian sobat, semoga bermanfaat
Kamis, 03 September 2020
Blind-Review: Bagaimana Menulisnya ?
Selamat malam sobat, selamat beristirahat sembari berpikir ide artikel apa yang bisa ditulis dan kemana akan ditujukan/ disubmit.
Seperti tulisan sebelumnya, apapun yang saya tulis di sini bermaksud untuk berbagi apa yang saya pelajari dan apa yang sedang saya lakukan. Semoga bermanfaat.
Kali ini saya tertarik mengulas tentang Blind Review atau bahasa Indonesianya Review secara Buta (jawa-nya: review karo merem). Hehe, tapi maksudnya bukan itu ya.
Jadi, proses review sebuah manuskrip (artikel) ada bermacam-macam cara, single blind, double blind, dan sebaginya. Nah apa itu blind review ?
Berikut saya kutip dari Elsevier:
Double-Blind Peer Review Guidelines
1. Generally, some journal uses double-blind review, which means that both the reviewer and author identities are concealed from the reviewers, and vice versa, throughout the review process.
2. To facilitate this, authors need to ensure that their manuscripts are prepared in a way that does not give away their identity. To help with this preparation please ensure the following when submitting to the journal system.
3. Submit the Title Page containing the Authors details and Blinded Manuscript with no author details as 2 separate files.
3. This should include the title, authors' names and affiliations, and a complete address for the corresponding author including telephone and e-mail address.
4. Besides the obvious need to remove names and affiliations under the title within the manuscript, there are other steps that need to be taken to ensure the manuscript is correctly prepared for double-blind peer review.
5. Remove references to funding sources
6. Do not include acknowledgments
7. Remove any identifying information, including author names, from file names and ensure document properties are also anonymized.
Nah itu sobat, silakan apakah sudah siap submit journal-nya ?? Semoga berhasil, lolos proses review, accepted, hingga published., aamiin.
Jumat, 07 Agustus 2020
How to make a great abstract: best practice
Judul tersebut saya dapatkan di sebuah jurnal yang telah memiliki reputasi Sinta 2. Di dalam jurnal tersebut terdapat beberapa tips terkait penulisan artikel jurnal yang bagus dan layak publish. Dalam kesempatan kali ini saya mencoba mempelajari bagiamana menulis Abstrak sebuah jurnal yang bagus, dan secara umum digunakan pada jurnal-jurnal bereputasi. Tulisan ini di buat oleh bpk Ruli Charitas Indra Permana, saya kutip sebagia berikut:
"The abstract is one crucial part of the anatomy of scientific articles. This section is the key to opening the first gate that leads the reader to the overall research results to be disseminated. Also, the editors of a journal will read the abstract first before continuing to read the entire contents of the article. Usually, they read abstracts more seriously, and the rest are only read simply. If the abstract is ok, it will proceed to the next process. Therefore, the authors are expected to pay more attention to writing abstracts seriously for success in the publication of a scientific article. Five relevant keywords must be owned by an abstract. The first part is the background about why and the importance of this research. This section contains 2-3 sentences that begin by describing the ideal conditions related to the topic under study and the requirements of reality in the field related to it. Is there a gap between the perfect situation and reality? Next, in the second part, write the objectives of this study based on the difference (1 sentence). After writing down the research objectives, the third part explains the tools, materials, and methods used by the researcher in gathering the data needed to answer the research objectives (2 sentences). The fourth section discusses the way researchers in processing or analyzing data that has been collected to answer the research question or the proposed problem (1 sentence). Finally, the fifth part explores the results, discussion, and conclusions of this study (2-3 sentences). The keyword in this section is that the researcher must convince the editor regarding the contribution of the results of this study to the broader community by the field of this research. As a whole, the abstract part consists of 9-11 sentences, so that it can meet the requirements for the number of words generally possessed by a journal at intervals of 150-250 words. For your information, each journal has an abstract writing style. For this reason, it is better for an author first to read several articles that have been published in the targeting journal and follow the abstract writing style. In general, these six sections are always mandatory in the anatomy of an abstract in writing scientific articles."
Dilain kesempatan akan saya coba ulas bagaimana menulis abstrak berdasarkan tulisan tersebut, dan hasil pemikiran sendiri. Semoga bermanfaat ya sobat. Sukses selalu.
Senin, 29 Juni 2020
Cek Mutasi Rekening BRI lewat ATM dengan Mudah
Bicara tentang tabungan, tentu kita bisa mengetahui seluruh transaksi melalui buku tabungan (konvnesional), mobile banking, atau internet banking. Namun tidak semua orang bisa dan melakukan transaksi dengan moda mobile maupun internet. Salah satu yang paling sering dilakukan yaitu transaksi melalui ATM.
Lalu bagaimana jika hendak mengetahui jumlah saldo? ya tinggal cek saja saldo di ATM. Beda kasus saat anda melakukan transaksi transfer namun kertas recipt ATM tidak keluar, padahal sobat harus memfotonya untuk keperluan administratif. Lantas bagaimana ?
Disini pengalaman pribadi saya, siapa tahu bermanfaat.
Jika transaksi di layar selesai dan kertas bukti ATM tidak keluar, sobat dapat pergi ke ATM lainnya (catatan : saya menggunakan ATM BRI), dan menu utama yang digunakan adalah cek Mutasi.
Berikut langkah-langkah-nya :
- Silahkan sobat pergi ke mesin ATM BRI lainnya (kasus mesin ATM tidak keluar kertasnya)
- jangan lupa bawa kartu ATM anda
- Masukan kartu ATM ke mesin ATM
- Pilih bahasa yang ingin di gunakan.
- Masukan PIN ATM anda dengan benar.
- Setelah itu, pilih menu transaksi lainnya.
- Pilih Info Rekening
- Pilih Menu Mutasi Rekening
- Tunggu beberapa saat, kemudian akan keluar mutasi rekening dalam bentuk struk.