Minggu, 22 Mei 2011

Electronic Diary

Semangat pagi sobat blogger, bagaimana keadaan sobat hari ini ? Baik bukan...yah semoga anda semua baik-baik saja tak kurang suatu apapun (makan, minum, maupun cinta...yee).
Dalam perjalanan kehidupan kita dari detik ke detik, hari ke hari pastinya mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang sangat menarik dan luarr biasaa meskipun hanya melihat seorang gadis cantik atau cowok ganteng. Hmm...hidup ini indah sobat jika kita melewatkan begitu saja tanpa makna.
Meskipun boleh dikata "jadul" tapi menulis sebagian perjalanan hidup kita dalam selembar kertas agaknya masih relevan dilakukan saat ini. Apalagi jika diri sobat termasuk pribadi yang tertutup maka menuliskan kisah hidup, tentang apa yang dialami dan dirasakan pada saat tertentu menjadi alternatif curahan hati selain  kepada orang yang dapat kita percaya.

Jumat, 20 Mei 2011

Hidup ini adalah PILIHAN


Sebagai orang yang biasa-biasa saja, bahkan dapat dibilang cukup layaknya tetangga-tetangga yang berkecukupan itu, seringkali diri kita merasa paling kecil dan paling tak berpunya. Selalu saja kita memandang lahan dan ladang tetangga lebih subur dibanding lahan kita. Jika sudah begitu maka perasaan iri, rendah diri kerap kali menghantui perasaan kita. Namun apakah separah itukah keadaan kita ? (jawab jujur dalam hati sobat semua)
Sobat...marilah kita tengok kebelakang, pada masa lalu kita.
Pada masa itu, bukankah banyak "pilihan" yang datang pada kita dan kita memilih apa yang kita jalani sekarang ini ?
Ketika datang sebuah tawaran bekerja di instansi A dan instansi B, maka disinilah letak pilihan itu; dan yang saya sangat yakin itulah yang anda jalani saat ini, detik ini. Ketika datang cinta pada anda diantara dua pilihan, maka yang menjadi jodoh anda adalah pilihan anda. Yaa...Pilihan yang membawa kebahagiaan maupun kesedihan. Sebagai manusia pasti kita akan berandai-andai : Jika tahu akhirnya akan seperti ini, pastilah aku akan memilih yang itu, dan tidak akan memilih yang ini.

Kamis, 19 Mei 2011

Sekolah Maju Bagi Si Pemberani

Judul yang mungkin agak aneh di mata sobat blogger semua, pasti bertanya-tanya maksudnya apa ? benar bukan karena "sengaja" judul di atas saya tuliskan ambigu.
Menilik sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur yang dimotori oleh Prof.Dr.H.Imam Robandi, Eng.Ph.D, memang cukup mencengangkan. Selain maju melesat bak roket di tengah kegelapan dan keterpurukan manajemen sekolah-sekolah lain, juga mempunyai infrastruktur yang menawan. Betapapun anda yang berprofesi dan hendak berprofesi sebagai seorang guru pasti ingin mengajar di sana. Bayangkan saja dengan SPP 1 juta rupiah perbulan, fasilitas deluxe, dan tunjangan (gaji) yang menawan pasti menarik untuk mengajar di sana. Sebut saja beberapa sekolah yang memang berawal dari keterpurukan sekarang menjadi Promadona. Dalam workshop yang diselenggaraoan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kebumen dihadapan 600 an Guru-guru dalam AUM Muhamamdiyah ini Pak Imam saya panggil begitu memberikan pencerahan dan tantangan kepada semua kepala sekolah, apakah hanya akan menjadi PENONTON ataukah PELAKU ?

Minggu, 15 Mei 2011

Dilema Mie Instan

Sobat blogger yang dirahmati Allah, posting saya kali ini hendak berdiskusi mengenai mi instan. Namun sebelum jauh menulis, perlu saya sampaikan: Tidak ada indikasi merendahkan, melarang, atau mengganggu suatu produk Mie Instan.
Makanan instan yang satu ini memang menjadi jalur alternatif ketika persediaan makanan menipis, malas memasak, atau bahkan sekedar pengganjal perut ketika lapar. Banyak artikel yang membahas plus minus makanan rakyat ini, namun ketertarikan saya bermula ketika saudara memperingatkan saya "jangan makan mi instan, berbahaya". Wah padahal makanan praktis dan siap saji ini paling pas buat saya. Akhirnya saya coba untuk cari informasi di sana-sini, termasuk bertanya kepada rekan yang berprofesi di bidang medis. Hasilnya secara umum tidak masalah kita mengkonsumsi Mie Instan asal tidak berlebihan.
Di sini saya coba sharing-kan beberapa pertimbangan bagi sobat untuk mengurangi mengkonsumsi mie instan :

Selasa, 10 Mei 2011

Mau Kemana Setelah SMA ?

Tulisan ini sengaja saya tuangkan dari benak saya, ditengah kegelisahan menunggu detik-detik pengumuman UN. Semoga menjadi bahan perenungan bagi kita semua...
Perjalanan seorang manusia dewasa tidak pernah lepas dari masa-masa indah ketika masih duduk di bangku sekolah menengah (SMA). Rata-rata siswa SMA tidak pernah memikirkan masa depan mereka; hendak kemana mereka setelah lulus dari SMA tersebut. Memang masa SMA harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar tidak kehilangan masa remaja, namun masa depanpun perlu dipikirkan sejak dini. Beberapa siswa yang berhasil penulis wawancarai cenderung memilih dua pilihan yaitu Bekerja dan Kuliah. Namun ketika ditanya kembali mau bekerja di bidang apa, dan kuliah mengambil jurusan apa mereka cenderung merasa kebingungan.

Minggu, 08 Mei 2011

Harga Mahal Sebuah Kebodohan

Siapakah yang mau dikatakan atau dianggap Bodoh ??
Pasti tidak ada seorangpun yang mau disebut demikian, pun saya paling alergi dengan kata itu, baik mengucapkan atau mendengar. Tapi ada saja harga mahal yang harus dibayar karena kata ini.

Mengutip dari salah satu referensi "Kebodohan bukan ketidak tahuan. Bodoh adalah ignorance. Sementara ketidak tahuan justru tidak apa-apa, selama memang setelah itu belajar hingga menjadi tahu (tapi kalau ketidak tahuan menjadi perulangan kesalahan yang sama, maka kemudian ketidak tahuan berubah menjadi 'kebodohan'). Bodoh adalah kata negatif yang digunakan atas sesuatu yang semena-mena/ ignorant , takabur, result dari sebuah aksi yang menggampangkan sebuah konteks. Bodoh itu bukan khilaf. Khilaf itu tidak sengaja (tapi kalau khilaf melulu ya itu jadi sengaja)" .

Seringkali di masyarakat menyatakan orang yang tidak bisa hanya pada satu hal sudah dianggap bodoh, namun benarkah demikian ? Kita misalkan saja, Prof.Dr.BJ.Ing.Habibie adalah seorang jenius di Indonesia diakui atau tidak beliau memunculkan ide-ide cemerlang bagi kemajuan bangsa ini. Permasalahannya adalah apakah jika Pak Habibie tidak bisa menanam padi, atau memasak lantas disebut bodoh ? Tentu tidak seperti itu. Sekali lagi bodoh adalah suatu ignorance yang dilakukan secara sengaja.

Sabtu, 07 Mei 2011

Perjuangan Berat Seorang GTT

Profesi Guru hingga saat ini masih diidolakan sebagian orang. Hal ini terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang mengambil fakultas keguruan dan ilmu pendidikan sebagai pilihan hatinya ketika melanjutkan ke jenjang studi Strata-1 (S1). Proses perkuliahan 4 tahun yang dilalui selepas dari SMA akan terasa singkat jika dijalaninya  dengan senang hati, serius, dan tanpa kendala yang cukup berarti.
Setelah 4 tahun berjibaku dengan materi-materi perkuliahan yang mengenyangkan tentu saat yang paling dinanti adalah wisuda. Betapapun wisuda menjadi sebuah terminal akhir sebagai seorang mahasiswa.
Namun sejatinya perjuangan belum berakhir, karena setelah wisuda masih ada tugas menanti, yaitu tugas sebagai seorang Guru.