Peluang usaha akan ada dimanapun berada karena itulah wujud rejeki yang harus dicari dan digali keberadaannya. Rejeki tak akan kemana, betul dan sepakat dengan kata tersebut, namun jika tidak dicari dan digali apakah akan datang dengan sendirinya ? Tentu tidak !
Ijinkan saya bercerita:
Kisah pertama:
Alkisah ada seorang mahasiswa (saya) yang sewaktu kuliah mengajukan hibah kreativitas mahasiswa; saya ingat betul waktu itu (dan kebetulan) saya menjadi pembibingnya mengajukan ide PKM T. Alhamdulillah lolos dan maju sampai tahap monev. Singkat cerita, dengan sebagian (sisa) dana yang ada tersebut membuka usaha jualan flasdisk dan perlengkapan komputer lainnya. Seiring berjalannya waktu, usahanya semakin berkembang dan saat ini tokonya tidak pernah sepi sejak dibuka hingga mau tutup. Saya sendiri sebagai pelanggan yang entah kenapa jika tidak beli di tokonya kok rasanya ada yang tidak pas, padahal barangnya sama dan harganya relatif sama. Saya coba berfikir, kenapa bisa seperti itu ?
Ternyata:
1. Setiap pembeli yang dikenal dengan baik diberi potongan harga, meski cuma 500 rupiah dan itu disampaikan kepada karyawannya. (tentu saat si bos ini ada disitu)...hehe
2. Warantly product. Ya, meski garansi terbatas tapi toko ini menyediakan garansi produk yang dijualnya...bukankah ini suatu keunggulan ?
3, Menjaga kepercayaan, entah kenapa setelah saya cari dan berbincang dengan banyak rekan-rekan, ternyata pendapat mereka juga sama....."mending beli di toko mas itu". Ini modal utama ternyata !
“Ngopi Bareng Pikiran adalah ruang sederhana untuk berbagi cerita sehari-hari, curhat ringan, dan refleksi hidup. Layaknya secangkir kopi yang menemani obrolan, setiap tulisan di sini berisi potongan pengalaman, renungan, dan rasa yang ingin dibagikan. Tempat di mana pikiran bebas dituangkan, rindu ditulis, dan kenangan direkam agar tak hilang begitu saja.”
Rabu, 08 Maret 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Sebutir Nasi Adalah Tanda Syukur
Sobat blogger, akhir-akhir ini sesepuh dan para ulama sedang didera ujian dan cobaan yang berkaitan dengan para pemimpin negeri ini. Fitnah, hinaan, cemoohan, bahkan cibiran kerap dilontarkan oleh orang-orang yang mengaku lebih baik, lebih hebat, dan lebih memahami kebhinekaan.
Saya sebagai seorang awam politik, rakyat jelata rasanya enggan berkomentar bahkan mematikan tv yang menayangkan hal tersebut, rasanya ingin kembali ke jaman kecil saat pak kiayi sangat dihormati dan ditunggu petuah dan nasehatnya. Ah sudahlah, semoga bapak kiayi diberikan kesabaran dan tawadhu terhadap kondisi negeri ini.
Ngaji, memang sangat penting untuk mengisi relung hati yang senantiasa haus ini, banyak kisah yang bisa kita petik, banyak ilmu yang kita serap untuk memperbaiki diri....Berikut kisah sebutir nasi yang ditulis oleh romo habib Lutfi, saya kopi paste saja, semoga diperkenankan dan mencerahkan kita semua.....
Saya sebagai seorang awam politik, rakyat jelata rasanya enggan berkomentar bahkan mematikan tv yang menayangkan hal tersebut, rasanya ingin kembali ke jaman kecil saat pak kiayi sangat dihormati dan ditunggu petuah dan nasehatnya. Ah sudahlah, semoga bapak kiayi diberikan kesabaran dan tawadhu terhadap kondisi negeri ini.
Ngaji, memang sangat penting untuk mengisi relung hati yang senantiasa haus ini, banyak kisah yang bisa kita petik, banyak ilmu yang kita serap untuk memperbaiki diri....Berikut kisah sebutir nasi yang ditulis oleh romo habib Lutfi, saya kopi paste saja, semoga diperkenankan dan mencerahkan kita semua.....
Selasa, 31 Januari 2017
Review Film: Moon (2009)
Sebagai penggemar film sci-fi saya mencoba untuk memahami setiap detail film yang saya tonton, terutama dari sisi fisisnya, entah itu berdasarkan konsep fisika maupun dari segi nalarnya. Pagi ini saya tertarik dengan film dengan judul Moon (mBulan).
Kesan pertama yang saya peroleh ketika melihat judul dan poster di atas, tentu sudah membayangkan scane per scane, dan sepertinya menarik, alih-alih penasaran, saya coba cari literatur reviewnya, berikut saya ambil dari sobat Rizky; mhn ijin copy paste:
Jauh
dari keluarga karena tuntutan pekerjaan mungkin terdengar biasa bagi
beberapa orang. Namun, apa jadinya jika ternyata pekerjaan itu
mengharuskannya untuk berada 250.000 mil dari planet bumi? Apakah masih
terdengar biasa? Tentu saja tidak. Ya, kalau ini bukan saja jauh dari
keluarga, tapi jauh dari segalanya. Itulah yang dialami Sam Jones (Sam
Rockwell).
Pekerjaan
ini tentulah bukan pekerjaan biasa dan tidaklah ringan. Sam Jones
merupakan seorang operator yang dikontrak selama 3 tahun oleh perusahaan
asal Korea, Lunar Industries dan ditempatkan di stasiun "Sarang"
(merupakan bahasa Korea yang berarti "love" dalam bahasa Inggris).
Tugasnya adalah mengawasi proses pengambilan Helium 3 yang konon banyak
terdapat di bulan dan sangat langka untuk ditemukan di planet bumi itu.
Diceritakan, Helium 3 merupakan sebuah sumber energi alternatif di masa
depan bumi. Dengan GERTY (suara oleh Kevin Spacey), sebuah robot yang
bertugas untuk menemaninya semasa di bulan, ia menghabiskan waktunya
yang tersisa untuk pulang ke bumi.
Selasa, 24 Januari 2017
Mengatasi PDF Scured
Rekan-rekan, seringkali kita unduh file pdf untuk berbagai keperluan...namun seringkali dijumpai file yang kita peroleh dalam mode scured, beberapa kasus file tersebut tidak dapat di copy atau capture gambarnya. Sebagai acuan tentu referensi-referensi ini menjadi bahan rujukan mujarab bagi yang hendak menulis suatu karya.
Untuk mengatasi pdf scured dapat diunggah melalui laman : small.pdf . Rekan-rekan tinggal unggah file yang hendak di hilangkan scurednya, tunggu beberapa saat dan selesai.
Selamat menikmati
Untuk mengatasi pdf scured dapat diunggah melalui laman : small.pdf . Rekan-rekan tinggal unggah file yang hendak di hilangkan scurednya, tunggu beberapa saat dan selesai.
Selamat menikmati
Senin, 23 Januari 2017
Tenaga Medis v.s Pak Gubernur
Akhir-akhir ini marak (menjadi viral) baik di media sosial maupun status teman-teman perawat tentang arogansi seorang pejabat publik yang marah-marang di tengah malam sembari menendang tempat sampah.
Menarik untuk dikaji bersama tentang fenomena ini.
1. Pak gubernur kurang bijaksana; saya bisa menyimpulkan demikian karena bapak gubernur yang dulunya artis ini datang disaat yang memang kurang tepat, yaitu waktunya orang istirahat. Jika mau sidak datanglah tempo waktu, misalnya siang harinya bagaimana, shift keduanya bagaimana, dan shift ketiganya bagaimana. Jadi bapak punya waktu dan data akurat tentang kinerja seluruh tenaga medis di RS tersebut.
Jika kejadiannya seperti itu, tentu bapak tidak akan disebut sebagai gubernur arogan, yang main sidak tanpa kenal waktu.
Mungkin sebagai pejabat publik bapak geram mendengar laporan dan pengaduan masyarakat, namun setidaknya perlu dilakukan tindakan awal dengan memanggil direktur RS tersebut, dilakukan pembinaan, dan jika terus berlanjut hubungi dokter....haha
2. Perawat dan Dokter juga manusia; ya saya sepakat...mereka adalah pekerja dengan gaji lumayan tinggi dibanding guru, dengan mekanisme kerja shift (pagi, sore, dan malam). Alih-alih pasien sedang terlelap, keluarga juga terlelap, tetap kurang bijaksana juga jika ikut-ikutan tidur. Anda shift 3 memang jatahnya masuk shift 3, jadi tidak ada alasan untuk mengantuk bahkan tertidur kan? Nah disinilah akar masalahnya; sebagian besar bahkan hampir semua rekan perawat mencaci pak gubernur ini, tapi apakah teman perawat juga sudah koreksi diri dengan mengkesampingkan ego diri ?
Menarik untuk dikaji bersama tentang fenomena ini.
1. Pak gubernur kurang bijaksana; saya bisa menyimpulkan demikian karena bapak gubernur yang dulunya artis ini datang disaat yang memang kurang tepat, yaitu waktunya orang istirahat. Jika mau sidak datanglah tempo waktu, misalnya siang harinya bagaimana, shift keduanya bagaimana, dan shift ketiganya bagaimana. Jadi bapak punya waktu dan data akurat tentang kinerja seluruh tenaga medis di RS tersebut.
Jika kejadiannya seperti itu, tentu bapak tidak akan disebut sebagai gubernur arogan, yang main sidak tanpa kenal waktu.
Mungkin sebagai pejabat publik bapak geram mendengar laporan dan pengaduan masyarakat, namun setidaknya perlu dilakukan tindakan awal dengan memanggil direktur RS tersebut, dilakukan pembinaan, dan jika terus berlanjut hubungi dokter....haha
2. Perawat dan Dokter juga manusia; ya saya sepakat...mereka adalah pekerja dengan gaji lumayan tinggi dibanding guru, dengan mekanisme kerja shift (pagi, sore, dan malam). Alih-alih pasien sedang terlelap, keluarga juga terlelap, tetap kurang bijaksana juga jika ikut-ikutan tidur. Anda shift 3 memang jatahnya masuk shift 3, jadi tidak ada alasan untuk mengantuk bahkan tertidur kan? Nah disinilah akar masalahnya; sebagian besar bahkan hampir semua rekan perawat mencaci pak gubernur ini, tapi apakah teman perawat juga sudah koreksi diri dengan mengkesampingkan ego diri ?
Jumat, 20 Januari 2017
Jamane Jaman Edan: Nek Arep Keduman Kudu Melu Edan
Pepatah jawa tersebut mungkin tepat untuk menggambarkan keadaan carut-marutnya pemberitaan dan "mungkin" kondisi nyata bangsa tercinta ini. Ulama dihujat, hukum di politisir, kebijakan bisa diubah, dan saling serang dan serang balik menggunakan hukum.
Sebagai masyarakat awam yang tinggal di pedesaan, nuansa tersebut sebenarnya tidak banyak dampaknya, terutama pada kehidupan ndeso-nya. Namun kebijakan menaikkan beberapa komoditi seperti BBM, Pajak, dan harga cabai lah yang justru menohok kehidupan masyarakat desa. Saya kadang tidak mengerti dengan pemikiran pengambil kebijakan, "jika ingin makan dengan cabai tanam sendiri"; sekilas statement tersebut tidak ada masalah, tapi mbok mikir...untuk bisa panen cabe butuh berapa bulan ? Sampean digaji dan fasilitas mewah, lha masyarakat desa yang trima jadi petani padi makan juga seadanya, kok disuruh tanam dulu baru bisa makan....mikir sitik lah, koe pada sehat mbok ?
Semakin lama jadi tambah emosi kie lah...
Ahok, pak gubernur DKI (dulu) yang menista agama, lah .... nek hukum angel karena dibelakangnya banyak kepentingan, gari di jopa-japu bulll...mulutnya dibuat sariawan seumur hidup kan beres, daripada nunggu persidangan yang memutar balikkan fakta, syarat kepentingan, dan muatan politis. Pak ahok menjadi tenar karena pemberitaan, orang desa apalagi yang tinggal di luar DKI njuk ngopo melu-melu emosi ....lha yang akan dipimpin orang DKI kok, podo melu emosi gara-gara maju jadi gubernur, klo mau emosi ya itu tadi karena menista agama, bukan karena mau jadi gubernur.
Pak Riziq, gantian dilaporkan karena juga menista...hadulah mumet ndase. Arep bela agama kok malah dilaporke....Maning-maning MUI dianggap anti kebhinekaan, pak kapolri sepertinya sedang mumet jadi nek ngomong ora bisa di kendalekna...Maning preman GMBI, kui jane sopo njuk urusan karo kapolda jabar opo...mumet meneh...
Wes lah...daripada keno ciduk polisi dan kena UU ITE, mending nyawang wae sek bisa disawang, ra usah nggagas urusan politik marakke mumet. Sek penting iso ngibadah, mangan enak, ora gawe rusuh, apik marang sedulur, tetangga, mbuh kui muslim po non muslim...sek penting akur agawe sentosa....
Salam prihatin lurr
kabeh kudu sabar, sabar kudu kabeh
Sebagai masyarakat awam yang tinggal di pedesaan, nuansa tersebut sebenarnya tidak banyak dampaknya, terutama pada kehidupan ndeso-nya. Namun kebijakan menaikkan beberapa komoditi seperti BBM, Pajak, dan harga cabai lah yang justru menohok kehidupan masyarakat desa. Saya kadang tidak mengerti dengan pemikiran pengambil kebijakan, "jika ingin makan dengan cabai tanam sendiri"; sekilas statement tersebut tidak ada masalah, tapi mbok mikir...untuk bisa panen cabe butuh berapa bulan ? Sampean digaji dan fasilitas mewah, lha masyarakat desa yang trima jadi petani padi makan juga seadanya, kok disuruh tanam dulu baru bisa makan....mikir sitik lah, koe pada sehat mbok ?
Semakin lama jadi tambah emosi kie lah...
Ahok, pak gubernur DKI (dulu) yang menista agama, lah .... nek hukum angel karena dibelakangnya banyak kepentingan, gari di jopa-japu bulll...mulutnya dibuat sariawan seumur hidup kan beres, daripada nunggu persidangan yang memutar balikkan fakta, syarat kepentingan, dan muatan politis. Pak ahok menjadi tenar karena pemberitaan, orang desa apalagi yang tinggal di luar DKI njuk ngopo melu-melu emosi ....lha yang akan dipimpin orang DKI kok, podo melu emosi gara-gara maju jadi gubernur, klo mau emosi ya itu tadi karena menista agama, bukan karena mau jadi gubernur.
Pak Riziq, gantian dilaporkan karena juga menista...hadulah mumet ndase. Arep bela agama kok malah dilaporke....Maning-maning MUI dianggap anti kebhinekaan, pak kapolri sepertinya sedang mumet jadi nek ngomong ora bisa di kendalekna...Maning preman GMBI, kui jane sopo njuk urusan karo kapolda jabar opo...mumet meneh...
Wes lah...daripada keno ciduk polisi dan kena UU ITE, mending nyawang wae sek bisa disawang, ra usah nggagas urusan politik marakke mumet. Sek penting iso ngibadah, mangan enak, ora gawe rusuh, apik marang sedulur, tetangga, mbuh kui muslim po non muslim...sek penting akur agawe sentosa....
Salam prihatin lurr
kabeh kudu sabar, sabar kudu kabeh
Kamis, 05 Januari 2017
Review Film: Arrival (2016): Film Gagal Paham
Film genre SciFi tapi lebih kepada drama yang berjudul “Arrival” ini merupakan film
yang menceritakan tentang sebuah pesawat ruang angkasa misterius yang turun ke
bumi. Kemudian untuk menginvestigasi pesawat ruang angkasa tersebut, dibentuk
sebuah tim yang dipimpin oleh seorang dokter dan juga ahli bahasa, yaitu Dr. Louise Banks ( Amy
Adams ) untuk menyelidikinya.
Pertama melihat cover film ini memang nampak menarik sekali, terlebih pemain cowoknya yang nggantueng itu. Kesan pertama tentu akan lebih menarik jika teman-teman lihat trillernya
1. Bentuk pesawatnya aneh, mirip batu kali yang diberdirikan, tidak ada seni, ukiran, atau apapun yang menunjukkan keberadaban sang alien. Bandingkan dengan film Transformers dengan CUBE nya yang unik, atau bandingkan dengan film Passanger yang pesawatnya wah, atau sekedar wajah seremnya Alien maupun predator....
2. Ceritanya gak jelas blas (mungkin saya yang gagal paham), tapi dari sisi maksud dan tujuannya yang hanya mampir kemudian berbincang (berkomunikasi) melalui kode-kode lingkaran yang harus melibatkan seorang doktor bahasa, membuat film ini menjadi lama
3. Alih-alih mengharap wajah alien seperti apa, ternyata hanya seperti octopus yang menyeburkan tinta :D
4. Awalnya bagaimana ending filmnya seperti apa (lagi-lagi saya gagal paham) tidak jelas.
5. Daripada-daripada penasaran, silakan tonton dewe lah....hehe
Langganan:
Postingan (Atom)


