Rabu, 27 Februari 2019

Kehilangan

Selamat pagi sobat, selamat berakhir bulan di penghujung Februari 2019, beragam cara kita lakukan agar hari dan hati kita selalu bahagia bukan ?. Namun yang namanya kehidupan tentu saja ada pasang surutnya, ada kecewa dan gembiranya, dan ada sukses dan terpuruknya. Semua hanya masalah waktu, ya waktu.
Sebagai orang beriman tentu kita selalu berdoa yang terbaik bagi kehidupan, diri, dan keluarga besar kita agar terhindar dari marabahaya, dimudahkan segala urusannya, dan dilanjarkan jalan rejekinya. Apa yang sudah diupayakan dan dicari terkadang bisa sirna dalam hitungan waktu, apa yang sudah kita kumpulkan kadang lenyap karena berbagai hal, dan apa yang sudah kita jaga kadang hilang pula entah kemana. 
Kekecewaan dan kepahitan bathin tentu saja sulit untuk diatasi saat itu, betapa tega orang yang mengambil dan orang yang telah meninggalkan sehingga kita merasa kehilangan. Kita ingin bertindak diluar batas diluar nalar, tapi apapun upayanya jika sudah hilang apakah ingin dapat kembali?
Ya, kehilangan kepercayaan apalagi, jika sudah tidak dipercaya seolah kita hanya sebagai hiasan yang orang tidak lagi mau melihatnya, membuang muka, bahkan diacuhkan. Tapi kita sebagai insyan yang punya naluri dan pemikiran tentu tidak mau begitu saja perasaan kehilangan terus menghantui, kita harus bangkit dari keterpurukan, menunjukkan bahwa kita mampu dan bisa, dan tunjukkan kepada orang-orang, bahwa kita tidak seperti yang mereka kira. 
Lantas bagaimana jika kehilangan kepercayaan ? Tentu saja sahabat akan pergi orang akan beralih, dan kitapun berada pada kondisi tak menentu. Kamu pernah merasakannya ? Jika belum bantulah orang yang sedang dilanda kehilangan, jika tidak bisa berkata baik mending diam jangan malah kepo tak tentu arah dan tujuannya. Jangan hanya datang saat butuh, bagaimanapun kita membutuhkan orang lain, bagaimanapun keadaannya, suatu saat nanti. 

Salaman akhir bulan.

Jumat, 15 Februari 2019

Penelitian Pengembangan: 4D Model

Halo sobat, semoga sehat dan bahagia selalu.
Kali ini saya memperoleh tautan setelah googling sana sini terkaiat literatur tentang model-model pengembangan dalam pembelajaran. Model yang saya maksud adalah model penelitian pengembangan. Seperti yang mungkin sobat sudah sangat memahaminya ada model R&D (Borg and Gall), model Dick and Cary, model ADDIE, model ASSURE, dan model lainnya yang akan kita bahas di lain kesempatan.
Nah di model ini ada four (empat) tahapan pengembangan yaitu Analysis, Design, Development, dan Implementation; yang sejatinya mirip-mirip dengan model pengembangan yang lain.
Bagi sobat yang sedang mengkaji karya menggunakan model itu, saya tautkan sumber literatur dari T Sivasailam, DS Semmel, MI Semmel (1974).
Silakan download saja bagi yang memerlukan di SINI.

Rabu, 06 Februari 2019

Math Type 6.9


Sore sobat, masih fokus pada kegiatan dan agenda beberapa hari kedepan kan ? Termasuk salah satunya pekerjaan dengan layar monitor. 
Sebagai pengguna lembar kerja Word tentu kita semua sudah familiar menggunakannya, namun tidak sedirit sobat yang belum mengenal keseluruhan fitur di dalamnya kan ? Termasuk menuliskan persamaan pada fisika maupun rumus pada matematika.
Baiklah sobat, jika anda menggunakan Office 2007 ke atas mungkin akan menemukan menu pada tab ribbon tentang Equation, namun hasilnya menurut saya tidak cantik, dibanding menggunakan Equation Editor 3.0.
Nah untuk menggunakannya sobat tinggal klik Insert - Object - Ms. Equation Editor 3.0.
Kebetulan entah kenapa setelah instal add in pada Word 2007 ms equation editor 3.0 saya hilang.
Akhirnya saya coba cari dan cari tidak ketemu caranya 😑
Alhasil saya mencoba Math Type 6.9. 


Bagi sobat yang ingin mencobanya, terutama jika Ms Equation Editor 3.0 tidak ada di dalam add in word anda silakan bisa di UNDUH DI SINI.

Kamis, 03 Januari 2019

Review Film: Replicas (2019)



Akhir tahun 2018 dan awal tahun 2019 ini dunia perfilm-an sedang ramai merilis film-film bagus seperti Aquaman, Bumble Bee, dan sebagainya. Salah satu yang menarik perhatian saya sebagai penggemar film Sci-Fi adalah film berjudul REPLICAS. Film yang naskahnya ditulis oleh Chad St. John (London Has Fallen) dan disutradarai oleh Jeffrey Nachmanoff (penulis The Day After Tomorrow) ini dibintangi oleh Keanu Reeves, Thomas Middleditch (Silicon Valley), Alice Eve (Star Trek Into Darkness), Emily Alyn Lind, John Ortiz dan Emjay Anthony.
Dalam film thriller sci-fi ini, seorang neuro-scientist bernama  William Foster (Keanu Reeves) berada di ambang sukses dalam sebuah proyek memindahkan kesadaran manusia ke dalam komputer ketika keluarganya secara tragis tewas dalam kecelakaan mobil. Putus asa untuk membangkitkan mereka, William merekrut sesame ilmuwan, Ed Whittle (Thomas Middleditch) untuk membantunya diam-diam mengkloning tubuh mereka dan membuat replikanya. Tetapi dia segera menghadapi pilihan sulit ketika ternyata mereka hanya dapat membawa tiga dari empat anggota keluarga untuk “dihidupkan” kembali.
Menurut saya, film ini sangat menarik untuk ditonton karena nuansa Sci-Fi nya kerasa sekali. Bagaimana teknologi yang digunakan ketika menganalisis struktur syaraf yang sudah menggunakan teknologi mirip film Iron Man. Berawal dari seorang ilmuwan yang mengerjakan proyek transfer "kehidupan" seseorang yang telah koma ke sebuah badan robot (AI) yang ternyata mengalami disfungsi karena ada mekanisme yang terlewatkan. Alih-alih film drama, keluarga si ilmuwan yang hendak berlibur mengalami accident sehingga empat anggota keluarganya tidak terselamatkan, berbekal keahliannya mereka semua diambil memorinya kedalam sebuah alat penyimpan memori, yang dengan itu mereka akan dikloning ulang menjadi sosok yang sama.
Singkat cerita, proses pengkloningan tersebut berhasil dan dapat mengembalikan seluruh anggota keluarga si ilmuwan tersebut.

Kekuatan film: pada teknologi dan inspirasi tentang bagaimana "menghidupkan" kembali orang ke dalam tubuh AI. Ini mirip2 seperti robot-robot humanoid yang saat ini telah berhasil di kembangkan oleh Jepang.

Kejanggalan Film: Teknologi kloning hanya di lakukan di rumah, berbantuan tenaga cadangan Aki dalam waktu 17 hari. Okelah bahwa memory bisa ditransfer kembali ke tubuh hasil kloning, namun "ruh/nyawa"-nya bagaimana ya ?
Ah..namanya juga film, jika tidak menimbulka tanda tanya besar tentu tidak seru. Silakan sobat tonton sendiri ya, itu di atas sudah saya sertakan thrilernya. Selamat menonton, jangan lupa komen jika hendak berdiskusi.

Salam....

Semangat Tahun 2019


Sobat, alhamdulillah tahun 2018 telah kita lewati, dan tahun 2019 sudah kita masuki. Tentu banyak resolusi dan doa-doa yang kita panjatkan kepada Tuhan di awal tahun ini semoga menjadi tahun yang membawa kebaikan, keberkahan, keselamatan, dan rejeki yang tak terkira. Aamiin. 
Seiring pergantian tahun, tentu saja bagi sebagian orang memiliki target tertentu di tahun 2019 baik pekerjaan, studi, hubungan (pernikahan misalnya), maupun hal-hal lain yang diinginkan. Terlepas dari itu semua tentu kita telah memikirkan bagaimana strateginya dan langkah nyata apa yang hendak ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.
Untuk itu, melalui posting singkat ini mari kita berupaya dan berdoa sebaik mungkin agar di tahun 2019 ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Salam...

Jumat, 30 November 2018

Ukuran Kesuksesan

Selamat pagi sahabat, tak terasa kita sudah dipenghujung bulan November. Segala evaluasi dan perencanaan tentunya sudah kita siapkan untuk menyambut awal bulan Desember, meskipun perencanaan itu rutinitas adanya. Apapun bentuknya semoga diberikan kemudahan dan keberkahan. Aamiin. Penghujung bulan November ini merupakan momen yang mungkin ditunggu oleh sebagian orang karena masuk bulan Desember yang berarti akan mengakhiri tahun 2018 ini. Bagi sobat Nasrani tentu sudah mempersiapkan untuk meyambut hari Natal, bagi yang tidak merayakannya akan mengisi dengan liburan atau agenda lainnya. Disisi lain, tentu akhir tahun bukanlah untuk merayakannya namun untuk melakukan evaluasi tentang apa yang telah dilakukan dan diperoleh selama tahun 2018; capaian apa yang sudah diraih, target apa yang belum dicapai, dan bagaimana strategi untuk mewujudkannya selama sebulan ke depan.
Memang dalam kehidupan ini ukuran kesuksesan "sebagian" masih diukur dengan nilai materi. Sering saya menyimak postingan seseorang yang telah mentas dan menjadi sosok bos diperusahaannya. Dalam setiap postingannya selalu memotivasi orang lain untuk berusaha dan menggali potensi diri guna mengembangkan kemampuan serta kekayaan. Namun ada sisi lain, kesombongan berbalut nasihat kadang masih saja muncul disetiap postingannya, tentang prestasinya, tentang segala macam proyeknya, dan sebagainya.
Iri, ya jelas lah...siapapun yang mengetahui masa lalunya tentu iri....namun keirian itu tidak boleh berlarut karena kenyataannya dia memang seperti itu, sukses dan punya uang banyak. Lalu mau apa ?
Kesuksesan bisa dimaknai pula sebagai capaian kebahagiaan yang diraih....alih-alih kita belajar fisika, seseorang yang telah bergerak dengan kecepatan mula-mula seseorang yang dimodali orang tua, ndilalah dapat pasangan dari keluarga mapan dengan gaji tinggi, lalu mau apa ? Iri .... ?? ya tidak usahlaah...kehidupan sudah ada yang mengatur.
Bagi kita sekarang adalah, memaafkan diri sendiri, memperbaiki diri, dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi dengan segala konsekuensinya. Biarkan orang lain mau bilang apa, yang penting kita sudah berusaha yang terbaik.
Bagi kita sekarang adalah jangan pernah mengurusi orang lain, apalagi urusan pribadinya...urusan kita saja belum tentu benar kok sudah mau mengurusi pribadi orang lain.
Akhir kata, mari kita refleksi diri...jangan menyalahkan orang lain atas kekecewaan kita. Jika kita punya cermin perbanyaklah bercermin sebagus apakah diri kita.
Salam....

Rabu, 07 November 2018

Bertutur Baik, Berlaku Baik

Tindakan apapun itu namanya saat diri sedang tidak stabil atau labil biasanya diluar kendali akal yang sehat. Baik dalam bertutur kata, bertingkah laku, maupun bersikap terhadap suatu hal. Terkadang kita karena luapan emosi atau perasaan yang sangat tidak mengenakkan dengan mudah mengeluarkan kata-kata maupun ujaran yang bisa jadi melukai perasaan orang lain. Pun begitu dengan postingan kita di media sosial. Di era keterbukaan dan privasi ini dengan mudahnya kita mengungkap apa isi hati melalui status maupun caption; yang sedang bahagia akan meluapkan kebahagiaannya dengan menuliskan hal-hal indah, yang sedang sedih sebagai ajang curahan hati, dan yang iri menyiyir saja kerjaannya.
Alih-alih menjaga diri agar tidak terjebak pada ujaran kebencian, maka hati-hatilah dalam membuat suatu tulisan, ujaran, postingan, atau apapun yang bernada menyinggung perasaan orang lain. Mamang sih, itu hp kita, akun status kita yang bisa kita manfaatkan secara bebas dan luas...namun kebebasan dan keluasan itu terbatas karena kita berinteraksi dengan orang lain.
Jika tidak suka cukup rasakan ketidaksukaan tersebut, abaikan, bahkan buang jauh-jauh segala hal tentang hal yang tidak disukai tersebut.
Jika suka, cukup nikmati kesukaan tersebut tanpa berlebihan hingga menimbulkan salah persepsi.
Dan yang paling penting, apapun masa lalu seseorang biarkan itu jadi masa lalu, jangan pernah mengungkitnya, bantulah dia agar bangkit dan menjadi sosok yang lebih baik.