Sabtu, 26 Maret 2011

Mengatasi Virus Internet

"Berhati-hatilah memanfaatkan email,YM, jejaring sosial, dan search engine"

Mungkin itulah selarik kalimat yang sering dilontarkan para pakar dan majalah yang mengupas tentang IT kepada newbie, tujuannya tidak lain untuk memperingatkan secara dini tentang bahaya kejahatan melalui dunia maya.
Sebut saja Herman (bukan nama sebenarnya), seorang siswa yang sangat gemar membuka situs jejaring sosial Facebook, dan tidak hanya pasang status, koment-koment di status rekan, chatting, tapi juga punya hobby baru bermain game online via FB. Suatu hari, Herman dibuat kelabakan karena account FB nya tidak dapat diakses meski dengan username dan password yang dia yakin benar...dan ternyata akun FB=nya telah di hack/ dibajak dan chip permainannya telah dicuri, alhasil semua jerih payahnya dalam bermain game online dan semua penghasilannya raib tanpa bekas.


Kasus herman barangkali satu dari sekian banyak kasus kejahatan di internet yang booming saat ini, malware canggih sengaja disebarkan dan menyerang komputer yang rentan. Mengapa hal tersebut dapat terjadi...? tidak lain karena faktor UANG. Dengan mencuri identitas pengguna internet dan kemudian dijual kepada pihak lain tentu saja sangat menguntungkan penjahat dunia maya ini seriring meledaknya penguna internet.

CARA MENYERANG
Secara umum, serangan lewat internet dilakukan dalam dua tahapan, pertama menuntun pengguna internet ke sebuah website yang berisi program berbahaya. Tahap berikutnya adalah menginstall file .exe ke dalam sistem komputer pengguna. Media yang digunakan sangat banyak, melalui email, YM, jejaring sosial, dan search engine. Dan hebatnya isinya pun dapat lebih menarik perhatian seperti mencari uang, gambar-gambar vulgar, dan atau topik yang sedang hangat dibicarakan.
Seorang penjahat di dunia maya mempunyai dua cara untuk menginstallkan malware ke dalam komputer. Pertama, memancing orang/ pengguna untuk mendownload dan install suatu program yang seolah-olah program aplikasi tambahan. Cara kedua, yaitu dengan melakukan drive download otomatis.

MENGAPA BISA ?
Penjahat di dunia maya bukan lagi Amatiran (Newbie), melainkan profesional dalam bidang IT, untuk itu mereka juga memanfaatkan Search Engine Optimizer (SEO) untuk dapat menampilkan website jahatnya ke mesin pencari berdasarkan kata-kata kunci tertentu yang dimasukkan oleh pengguna. Dengan demikian selalu berhati-hatilah dalam memilih website dan mesin pencari, dan gunakanlah antivirus kepercayaan anda.

LANGKAH ANTISIPASI
Agar tidak menjadi sasaran empuk dan korban selanjutnya, maka anda dapat mencegahnya dengan mengupdate software secara teratur, teruta antivirusnya. Dan terakhir hati-hatilah dalan melakukan transaksi di internet. Pahami dan pelajari terlebih dahulu sebelum anda memutuskan untuk mengunjunginya. Semoga Bermanfaat.


Jumat, 18 Maret 2011

PROGRAM FASILITASI PERGURUAN TINGGI PROVINSI JAWA TENGAH

Panduan Program Fasilitasi Perguruan Tinggi Prop. Jawa Tengah 2011

Pemberlakuan otonomi daerah memberi peluang penelitian, penerapan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) bagi tumbuh dan berkembangnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Untuk itu perlu arah dan kebijakan penelitian, penerapan dan pengembangan IPTEKS tersebut yang relevan dengan potensi dan kebutuhan daerah dengan harapan dapat tercipta kehidupan masyarakat berbasis IPTEKS, hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan globalisasi di masa mendatang.
Penerapan dan pengembangan IPTEKS menyangkut dua dimensi yang saling berkait. Pertama IPTEKS sebagai sarana dalam mempercepat tercapainya tujuan pembangunan dan ke dua IPTEKS sebagai sasaran pembangunan untuk meningkatkan kemandirian dalam penguasaan IPTEKS.


Penelitian, pengembangan dan penerapan IPTEKS mempunyai peran strategis dalam pembangunan masyarakat. IPTEKS sangat diperlukan dalam menumbuhkan daya saing bangsa dalam memproduksi barang dan jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk pasokan pasar internasional. Daya saing ini harus diartikan sebagai kemampuan bangsa dalam berbagai tantangan dan persaingan global, meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup rakyat secara nyata dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan memberi kesempatan kepada perguruan tinggi untuk meningkatkan kemampuannya dalam penelitian, pengembangan dan penerapan IPTEKS serta pengembangan kewirausahaan sekaligus meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan masyarakat di berbagai sektor.
Pada tahun 2011 tema yang diangkat adalah “Peningkatan Peran Perguruan Tinggi Dalam Pembangunan Bidang Pendidikan di Jawa Tengah”

Panduan Selengkapnya dapat diunduh DISINI (ziddu.com)

Minggu, 13 Maret 2011

semuanya "go-Blog"

Kegiatan menulis bisa jadi kegiatan yang terlihat sepele, atau barangkali bagi sebagian rekan akademisi di kampus menulis diperuntukkan bagi seorang professor saja. Namun meski dianggap demikian bagi sebagian orang. Terlebih blogger. blogger terkadang masih saja berasa berat untuk memulai menulis. Update blog? duh mending ngelakuin hal yang lain (cape' deh :-) )
Jangan asal tebak juga, kalau misalnya ngeblog itu ga perlu. Contoh mudahnya itu menulis biasa saja. Di secarik kertas maksudnya. Teman juga tak memiliki blog, tapi dimana ada kertas, kadang ada saja sesuatu yang ditulisnya. Dan memang tak perlu berbaris-baris. Hanya beberapa kata saja yang dirasa perlu. Lalu manfaatnya? dia kadang bisa lebih mudah mengingat sesuatu karena teringat dia pernah menuliskannya.

Teman lainnya, seorang programmer. Dia punya kisah buruk bila berhadapan dengan menghapal rumus. Nilainya saat masih kuliah juga ga bagus. Tapi lihat kemampuannya, dia masih sibuk mengurusi coding. Sampai sejauh mana rumus-rumus itu bisa nempel di kepalanya?
Menurutnya, itu karena kebiasaan menulis. Dia lebih suka menulis daripada menghafal. Kadang sesuatu yang dipelajarinya akan lebih mudah dimengerti bila dilakukan oleh tangannya. Dengan menulis langsung, dia lebih mudah memahami logikanya. Belum lagi ketika dipraktekan di komputer langsung, dia langsung mendapati referensi untuk menulis kode dengan benar. Warna hitam artinya ada sintak yang belum tertutup sempurna misalnya.

Nah, inilah yang disebut sebagai kekuatan otot. Kekuatan otot mampu menyeimbangkan kemampuan otak. Seolah, tatkala otak kita sudah dijejali dengan hal yang penuh, otot masih mampu menyimpan tenaga sebagai sumber kekuatan untuk mengingat sesuatu.

Saatnya anda nge-Blog... yuks mari...

Jumat, 11 Maret 2011

Misteri Perjalanan Rasullullah

Sampai detik ini saya merasa "penasaran" dengan peristiwa Isro' dan Mi'raj-nya Nabi Muhammad SAW...betapa tidak, banyak keagungan dan keajaiban pada peristiwa ini. Saya coba untuk googling sana sini, dan akhirnya menemukan artikelnya untuk itu saya share kembali untuk anda semua...
Kalau dilihat dalam kamus bahasa, maka kita akan menemukan istilah "buraq" yang diartikan sebagai "Binatang kendaraan Nabi Muhammad Saw", dia berbentuk kuda bersayap kiri kanan. Dalam pemakaian umum "buraq" itu berarti burung cendrawasih yang oleh kamus diartikan dengan burung dari sorga (bird of paradise).
Sebenarnya "buraq" itu adalah istilah yang dipakai dalam AlQur'an dengan arti "kilat" termuat pada ayat 2/19, 2/20 dan 13/2 dengan istilah aslinya "Barqu".


Para sarjana telah melakukan penyelidikan dan berkesimpulan bahwa kilat atau sinar bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 Kilometer perdetik. Dengan penyelidikan yang memakai sistem paralax, diketahui pula jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil dan dilintasi oleh sinar dalam waktu 8 menit.
Jarak sedemikian besar disebut 1 AU atau satu Astronomical Unit, dipakai sebagai ukuran terkecil dalam menentukan jarak antar benda angkasa. Dan kita sudah membahas bahwa Muntaha itu letaknya diluar sistem galaksi bimasakti kita, dimana jarak dari satu galaksi menuju kegalaksi lainnya saja sekitar 170.000 tahun cahaya. Sedangkan Muntaha itu sendiri merupakan bumi atau planet yang berada dalam galaks terjauh dari semua galaksi yang ada diruang angkasa.
Amatlah janggal jika kita mengatakan bahwa buraq tersebut dipahami sebagai binatang atau kuda bersayap yang dapat terbang keangkasa bebas. Orang tentu dapat mengetahui bahwa sayap hanya dapat berfungsi dalam lingkungan atmosfir planet dimana udara ditunda kebelakang untuk gerak maju kemuka atau ditekan kebawah untuk melambung keatas.
Udara begitu hanya berada dalam troposfir yang tingginya 6 hingga 16 Km dari permukaan bumi, padahal buraq itu harus menempuh perjalanan menembusi luar angkasa yang hampa udara dimana sayap tak berguna malah menjadi beban. Dengan kecepatan kilat maka binatang kendaraan itu, begitu juga Nabi yang menaiki, akan terbakar dalam daerah atmosfir bumi, sebaliknya ketiadaan udara untuk bernafas dalam menempuh jarak yang sangat jauh sementara itu harus mengelakkan diri dari meteorities yang berlayangan diangkasa bebas.
Semua itu membuktikan bahwa Nabi Muhammad Saw bukanlah melakukan perjalanan mi'rajnya dengan menggunakan binatang ataupun hewan bersayap sebagaimana yang diyakini oleh orang selama ini.


Penggantian istilah dari Barqu yang berarti kilat menjadi buraq jelas mengandung pengertian yang berbeda, dimana jika Barqu itu adalah kilat, maka buraq saya asumsikan sebagai sesuatu kendaraan yang mempunyai sifat dan kecepatannya diatas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan sinar.
Menurut akal pikiran kita sehari-hari yang tetap tinggal dibumi, jarak yang demikian jauhnya tidak mungkin dapat dicapai hanya dalam beberapa saat saja. Untuk menerobos garis tengah jagat raya saja memerlukan waktu 10 milyard tahun cahaya melalui galaksi-galaksi yang oleh Garnow disebut sebagai fosil-fosil jagad raya dan selanjutnya menuju alam yang sulit digambarkan jauhnya oleh akal pikiran dan panca indera manusia dengan segala macam peralatannya, karena belum atau bahkan tidak diketahui oleh para Astronomi, galaksi yang lebih jauh dari 20 bilyun tahun cahaya. Dengan kata lain mereka para Astronom tidak dapat melihat apa yang ada dibalik galaksi sejauh itu karena keadaannya benar-benar gelap mutlak.
Untuk mencapai jarak yang demikian jauhnya tentu diperlukan penambahan kecepatan yang berlipat kali kecepatan cahaya. Sayangnya kecepatan cahaya merupakan kecepatan yang tertinggi yang diketahui oleh manusia sampai hari ini atau bisa jadi karena parameter kecepatan cahaya belum terjangkau oleh manusia.
Dalam AlQur'an kita jumpai betapa hitungan waktu yang diperlukan oleh para malaikat dan ruh-ruh orang yang meninggal kembali kepada Tuhan:
Naik malaikat-malaikat dan ruh-ruh kepadaNya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
(QS. 70:4)


Ukuran waktu dalam ayat diatas ada para ahli yang menyebut bahwa angka 50 ribu tahun itu menunjukkan betapa lamanya waktu yang diperlukan penerbangan malaikat dan Ar-Ruh untuk sampai kepada Tuhan.
Namun bagaimanapun juga ayat itu menunjukkan adanya perbedaan waktu yang cukup besar antara waktu kita yang tetap dibumi dengan waktu malaikat yang bergerak cepat sesuai dengan pendapat para ahli fisika yang menyebutkan "Time for a person on earth and time for a person in hight speed rocket are not the same", waktu bagi seseorang yang berada dibumi berbeda dengan waktu bagi orang yang ada dalam pesawat yang berkecepatan tinggi.
Perbedaan waktu yang disebut dalam ayat diatas dinyatakan dengan angka satu hari malaikat berbanding 50.000 tahun waktu bumi, perbedaan ini tidak ubahnya dengan perbedaan waktu bumi dan waktu elektron, dimana satu detik bumi sama dengan 1.000 juta tahun elektron atau 1 tahun Bima Sakti = 225 juta tahun waktu sistem solar.
Jadi bila malaikat berangkat jam 18:00 dan kembali pada jam 06.00 pagi waktu malaikat, maka menurut perhitungan waktu dibumi sehari malaikat = 50.000 tahun waktu bumi. Dan untuk jarak radius alam semesta hingga sampai ke Muntaha dan melewati angkasa raya yang disebut sebagai 'Arsy Ilahi, 10 Milyard tahun cahaya diperlukan waktu kurang lebih 548 tahun waktu malaikat.
Namun malaikat Jibril kenyataannya dalam peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad Saw itu hanya menghabiskan waktu 1/2 hari waktu bumi /maksimum 12 Jam/ atau = 1/100.000 tahun Jibril.
Kejadian ini nampaknya begitu aneh dan bahkan tidak mungkin menurut pengetahuan peradaban manusia saat ini, tetapi para ilmuwan mempunyai pandangan lain, suatu contoh apa yang dikemukakan oleh Garnow dalam bukunya Physies Foundations and Frontier antara lain disebutkan bahwa jika pesawat ruang angkasa dapat terbang dengan kecepatan tetap /cahaya/ menuju kepusat sistem galaksi Bima Sakti, ia akan kembali setelah menghabiskan waktu 40.000 tahun menurut kalender bumi. Tetapi menurut sipengendara pesawat /pilot/ penerbangan itu hanya menghabiskan waktu 30 tahun saja. Perbedaan tampak begitu besar lebih dari 1.000 kalinya.

Contoh lain yang cukup populer, yaitu paradoks anak kembar, ialah seorang pilot kapal ruang angkasa yang mempunyai saudara kembar dibumi, dia berangkat umpamanya pada usia 0 tahun menuju sebuah bintang yang jaraknya dari bumi sejauh 25 tahun cahaya. Setelah 50 tahun kemudian sipilot tadi kembali kebumi ternyata bahwa saudaranya yang tetap dibumi berusia 49 tahun lebih tua, sedangkan sipilot baru berusia 1 tahun saja. Atau penerbangan yang seharusnya menurut ukuran bumi selama 50 tahun cahaya pulang pergi dirasakan oleh pilot hanya dalam waktu selama 1 tahun saja.
Dari contoh-contoh diatas menunjukkan bahwa jarak atau waktu menjadi semakin mengkerut atau menyusut bila dilalui oleh kecepatan tinggi diatas yang menyamai kecepatan cahaya.
Kembali pada peristiwa Mi'raj Rasulullah bahwa jarak yang ditempuh oleh Malaikat Jibril bersama Nabi Muhammad dengan Buraq menurut ukuran dibumi sejauh radius jagad raya ditambah jarak Sidratul Muntaha pulang pergi ditempuh dalam waktu maksimal 1/2 hari waktu bumi (semalam) atau 1/100.000 waktu Jibril atau sama dengan 10-5 tahun cahaya, yaitu kira-kira sama dengan 9,46 X 10 -23 cm/detik dirasakan oleh Jibril bersama Nabi Muhammad (bandingkan dengan radius sebuah elektron dengan 3 X 19-11 cm) atau kira-kira lebih pendek dari panjang gelombang sinar gamma.
Nah, Barkah yang disebut dalam Qur'an yang melingkupi diri Nabi Muhammad Saw adalah berupa penjagaan total yang melindungi beliau dari berbagai bahaya yang dapat timbul baik selama perjalanan dari bumi atau juga selama dalam perjalanan diruang angkasa, termasuk pencukupan udara bagi pernafasan Rasulullah Saw selama itu dan lain sebagainya.
Jadi, sekarang kita bisa mendeskripsikan tentang kendaraan bernama Buraq ini sedemikian rupa, apakah dia berupa sebuah pesawat ruang angkasa yang memiliki kecepatan diatas kecepatan sinar dan kecepatan UFO ?
Ataukah dia berupa kekuatan yang diberikan Allah kepada diri Rasulullah Saw sehingga Rasul dapat terbang diruang angkasa dengan selamat dan sejahtera, bebas melayang seperti seorang Superman?
Sebagai suatu wahana yang sanggup membungkus dan melindungi jasad Rasulullah sedemikian rupa sehingga sanggup melawan/mengatasi hukum alam dalam hal perjalanan dimensi. Sekaligus didalamnya tersedia cukup udara untuk pernafasan Nabi Muhammad Saw dan penuh dengan monitor-monitor yang memungkinkan Nabi untuk melihat keluar ataupun juga monitor-monitor yang bersifat "Futuristik", yaitu monitor yang memberikan gambaran kepada Rasulullah mengenai keadaan umatnya sepeninggal beliau nantinya.
Bukankah ada banyak juga hadist shahih yang mengatakan bahwa selama perjalanan menuju ke Muntaha itu Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan pemandangan-pemandangan yang luar biasa? Apakah aneh bagi Anda jika Nabi Muhammad Saw telah diperlihatkan oleh Allah (melalui monitor-monitor futuristik tersebut) terhadap apa-apa yang akan terjadi dikemudian hari? Apakah Anda akan mengingkari bahwa jauh setelah sepeninggal Rasul ada banyak sekali manusia-manusia yang mampu meramalkan ataupun melihat masa depan seseorang ?
Dalam dunia komputer kita mengenal virtual reality (VR) yaitu penampakan alam nyata ke dalam dimensi multimedia digital yang sangat interaktif sehingga bagaikan keadaan sesungguhnya. Apakah tidak mungkin Rasulullah telah merasakan fasilitas VR dari Allah Swt untuk mempresentasikan kepada kekasihNya itu surga dan neraka yang dijanjikanNya?
Anda pasti pernah mendengar sebutan "Paranormal" bukan? Jika anda mempercayai semua itu, maka apalah susahnya bagi anda untuk mempercayai bahwa hal itupun terjadi pada diri Rasulullah Saw, hanya saja bedanya bahwa semua itu merupakan gambaran asli dari Allah Swt yang sudah pasti kebenarannya tanpa bercampur dengan hal-hal yang batil. Hal ini juga bisa kita buktikan dengan banyaknya ramalan-ramalan Nabi terhadap keadaan umat Islam setelah beliau tiada dan menjadi kenyataan tanpa sedikitpun meleset? Darimana Rasulullah dapat melakukannya jika tidak diperlihatkan oleh Allah sebelumnya ?

Allah memberikan kebijaksanaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.
(QS. 2:269)


Hikmah dalam ayat 2:269 dan ayat-ayat lainnya, saya artikan sebagai kebijaksanaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya, kebijaksanaan ini berarti sangat luas, baik dalam bidang ilmu pengetahuan dunia atau akhirat, sebagai perwujudan dari Rahman dan RahimNya.
Didalam Hadist disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw berangkat ke Muntaha dengan ditemani oleh malaikat Jibril yang didalam AlQur'an surah 53:6 dikatakan memiliki akal yang cerdas. Dan dalam perjalanan itu Nabi diberikan kendaraan bernama Buraq yang kecepatannya melebihi kecepatan sinar. Selanjutnya selama perjalanan Nabi banyak bertanya kepada malaikat Jibril tentang apa-apa yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya, ini menunjukkan bahwa Nabi dan Jibril berada dalam jarak yang berdekatan. Tidak mungkinkah Jibril ini yang mengemudikan Buraq untuk menuju ke Muntaha? Dalam kata lain, Jibril sebagai pilot dan Muhammad sebagai penumpang?

Bukankah Muhammad sendiri baru pertama kali itu mengadakan perjalanan ruang angkasa, sementara Jibril telah ratusan atau bahkan jutaan kali melakukannya didalam mengemban wahyu yang diamanatkan oleh Allah? Jika dikatakan Nabi sebagai pilot, dari mana Nabi mengetahui arah tujuannya berikut tata cara pengemudian Buraq ini, apalagi ditambah dengan banyaknya visi-visi alias Virtual Reality yang diberikan oleh Allah kepada beliau selama perjalanan dan mengharuskannya mengajukan beragam pertanyaan kepada Jibril? Namun jika kita kembalikan pada pendapat saya semula bahwa Jibril dalam hal ini berlaku sebagai pilot dan Nabi sebagai penumpang, maka semua pertanyaan dan keraguan yang timbul akan hilang.
Dalam hal ini Jibril adalah pilot terbang berpengalaman, ia juga sangat cerdas, sementara atas diri Nabi sendiri sudah diberikan oleh Allah Barqah disekeliling beliau, sehingga setiap perubahan yang terjadi dalam perjalanan, seperti goyangnya pesawat, tekanan gravitasi yang hilang, udara dan lain sebagainya tidak akan berpengaruh apa-apa pada diri Nabi yang mulia ini. Dan keadaan yang tanpa pengaruh apa-apa itu memungkinkan bagi Nabi untuk mengadakan pertanyaan-pertanyaan atas visi-visi yang dilihatnya itu sekaligus dapat melihatnya secara jelas/Virtual Reality .
Kembali pada Jibril yang senantiasa meminta izin didalam memasuki setiap lapisan langit kepada malaikat penjaga, itu dikarenakan bahwa mereka tidak mengenali Jibril yang berada didalam Buraq itu, sehingga begitu Jibril menjawab, mereka baru bisa mengenali suaranya dan melakukan pendeteksian secara visi keadaan dalam Buraq sehingga nyatalah bahwa yang datang itu benar-benar Jibril.
Didalam Hadist juga disebutkan bahwa malaikat penjaga langit itu juga menanyakan tentang identitas sosok manusia yang dibawa oleh malaikat Jibril, yang tidak lain dari Rasulullah Muhammad Saw. Dan dijelaskan oleh Jibril bahwa Rasulullah Saw diutus oleh Allah dan telah pula diperintahkan untuk naik ke Muntaha. (Hadist mengenai ini diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim dan dinyatakan oleh jumhur ulama dari ahlussunnah sebagai Hadist yang shahih).
Hal ini memang berkesan lucu bagi sebagian orang, apalagi mengingat bahwa Nabi adalah manusia yang paling mulia yang mendapatkan kedudukan terhormat yang bisa dibuktikan dengan bersandingnya nama Allah dan nama beliau dalam dua buah khalimah syahadat yang tidak boleh dicampuri, ditambah atau dikurangi dengan berbagai nama lain karena tiada hak bagi makhluk lainnya mencampuri masalah ini. Namun justru disinilah letak kebesaran Tuhan. Semuanya sengaja dipertunjukkan secara ilmiah kepada Nabi agar beliau dapat membuktikan sendiri betapa ketatnya penjagaan langit itu sebenarnya.
Seperti yang sudah dibahas di halaman artikel "Kajian Israk Miqraj" bahwa Muntaha itu terletak digalaksi terjauh, dimana Adam dulunya diciptakan dan ditempatkan pertama kali bersama Hawa. Tetapi sejak Adam bersama istrinya dan juga Jin serta Iblis diusir oleh Allah dari sana, maka penjagaan terhadap tempat tersebut diperketat sedemikian rupanya, sehingga tidak memungkinkan siapapun juga kecuali para malaikat untuk dapat memasukinya, seperti yang termuat dalam ayat ke-8,9 dan 10 dari surah 72:
"...Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu." (QS. 72:9)
"...kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api." (QS. 72:8)
"...Tetapi sekarang barang siapa yang mencoba mendengarkan tentu akan menjumpai panah api yang mengintai." (QS. 72:9)


Dalam hal ini bisa diasumsikan bahwa yang disebut dengan lapisan langit pada Muntaha itu adalah berupa planet-planet yang terdekat dengan "bumi-muntaha", hal ini saya hubungkan dengan pernyataan Qur'an pada surah 72:9 bahwa Jin atau Iblis itu dapat menduduki beberapa tempat. Mampu menduduki tempat disana artinya mampu berdiam ditempat tersebut, dan karena tempat itu ganda (beberapa tempat), maka jelas tempat itu bukan Muntaha itu sendiri, namun tempat yang terdekat dari Muntaha.
Sesuai dengan kajian saya sebelumnya, bahwa Muntaha itu berupa bumi yang disekitarnya juga terdapat planet-planet, maka planet-planet itulah tempat atau posisi para syaithan itu berdiam dahulunya untuk mencuri dengar berita-berita langit.
Muntaha sendiri berarti "Dihentikan" atau bisa juga kita tafsirkan sebagai tempat terakhir dari semua urusan berlabuh. Tempat yang menjadi perbatasan segala pencapaian kepada Tuhan.
Sidrah berarti "Teratai" yaitu bunga yang berdaun lebar, hidup dipermukaan air kolam atau telaga. Uratnya panjang mencapai tanah dasar air tersebut. Bilamana pasang naik, teratai akan ikut naik, dan bila pasang surut diapun akan turun, sementara uratnya tetap terhujam pada tanah dasar tempatnya bertumbuh.
Teratai yang berdaun lebar menyerupai keadaan planet yang memiliki permukaan luas, sungguh harmonis untuk tempat kehidupan makhluk hidup. Teratai berurat panjang mencapai tanah dasar dimana dia tumbuh tidak mungkin bergerak jauh, menyerupai keadaan planet yang selalu berhubungan dengan matahari darimana dia tidak mungkin bergerak jauh dalam orbit zigzagnya dari garis ekliptik. Dan air dimana teratai berada menyerupai angkasa luas dimana semua planet yang ada mengorbit mengelilingi matahari.
Turun naik teratai dipermukaan air berarti orbit planet mengelilingi matahari berbentuk oval, bujur telur, dimana ada titik Perihelion yaitu titik terdekat pada matahari yang dikitarinya, begitupula ada titik Aphelion, titik terjauh dari matahari. Sewaktu planet berada di Aphelionnya dia bergerak lambat. Keadaan gerak demikian membantu kestabilan orbit setiap planet yang mulanya hanya didasarkan atas kegiatan magnet yang dimilikinya saja.

Allah sendiri tidak berposisi di Muntaha, meskipun Muntaha itu merupakan planet terjauh dan terpinggir dalam bentangan alam semesta sekaligus sebagai dimensi tertinggi, dimana mayoritas malaikat berada disana sembari memuji dan bertasbih kepada Allah, ia hanyalah sebagai suatu tempat ciptaan Allah yang pada hari kiamat kelak akan dileburkan pula dan semua isinya, termasuk para malaikat itu akan mati kecuali siapa yang dikehendakiNya saja (QS. 27:87), hanya Allah sajalah satu-satunya dimensi Tertinggi yang kekal dan abadi (QS. 2:255).

Sumber: AGULINOVICH PADA ALTZONE.BLOGSPOT.COM..

Kamis, 17 Februari 2011

Mengkonversi File MKV ke AVI

Alhamdulillah akhirnya pagi ini bisa buka blog dan meng-updatenya setelah sekian lama vakum dari dunia blogging ini. Kali ini saya tertarik untuk sharing tentang bagaimana mengkonversi (mengubah) file Metroska dalam format .mkv ke .avi; yang kita tahu file-file tersebut adalah file video. Bagi anda penggemar unduh mengunduh filem dari internet tentu sangat familiar dg format file tersebut. Nha kebiasaan saya setelah file terunduh tentu ditonton kan, bkn cuma bwt koleksi aja namun terkadang jk film bagus ditonton di netbook yg hanya 10 inch wah gak nyaman banget pokokmen, makanya saya coba stel di DVD Player dan ditonton rame-rame.


Usut punya usut file unduhan ternyata berformat .mkv lha...njur piye ? pusing ah...bingung dong, sebel ah...sebel dong.... :-P
Ya udh satu2nya jalan dengan mengkonversi-nya ke .AVI dulu biar bisa disetel di DVD Player. Nha bagi yg menghendaki, saya tautkan ke laman aslinya...cekidot sendiri yah...
Laman aslinya di sini

MKV Converter enables you to convert MKV files (Matroska video format) to AVI, MP4 or WMV, MPG, FLV, H.264/AVC, DivX, XviD, MOV, MPG and other video formats. With this powerful MKV video converter, you can handle any MKV videos with different resolutions, e.g. 720p and 1080p, and convert them to be playback-ready on iPod/iPhone/Zune/PSP/PS3/Xbox and more media devices. With this MKV Converter, you can also extract audio from MKV to MP3, AAC, M4A, WMA, WAV. You will easiy customize MKV videos, such as trimming MKV video length, cropping MKV video to fit for 4:3 or 16:9 aspect ratio display, adding watermark as video logo or personal signature and adjusting video effect, etc. Moreover, conversion settings like video bit rate, frame rate, audio channel, etc. are readily at your disposal for better output.

* Convert MKV to AVI, MkV to MP4
* Convert MKV, MPG, WMV, MP4, and AVI formats to other videos like WMV, DivX, H.264/AVC, XviD, MOV, etc
* Convert MKV, MPG, WMV, MP4, and AVI to iPod/iPhone/PSP/PS3/Zune/Xbox compatible video formats
* Convert MKV videos to audios like MP3, WAV, WMA, AAC, M4A


Area Download
================
klik di sini
================


Semoga bermanfaat !

Jumat, 31 Desember 2010

Media Pembelajaran

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru / fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.


Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru / fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai media pembelajaran.

PERMASALAHAN

1. Apakah media pembelajaran?
2. Bagaimana manfaat media pembelajaran?


PEMBAHASAN

Arti media pembelajaran

Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.

Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar

Istilah pembelajaran lebih menggambarkan usaha guru untuk membuat belajar para siswanya. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para siswanya. Kegiatan belajar hanya akan berhasil jika si belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar. Seorang guru tidak dapat mewakili belajar siswanya. Seorang siswa belum dapat dikatakan telah belajar hanya karena ia sedang berada dalam satu ruangan dengan guru yang sedang mengajar.

Pekerjaan mengajar tidak selalu harus diartikan sebagai kegiatan menyajikan materi pelajaran. Meskipun penyajian materi pelajaran memang merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran, tetapi bukanlah satu-satunya. Masih banyak cara lain yang dapat dilakukan guru untuk membuat siswa belajar. Peran yang seharusnya dilakukan guru adalah mengusahakan agar setiap siswa dapat berinteraksi secara aktif dengan berbagai sumber balajar yang ada.

Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.

Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekhawatiran pada guru. Namun sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, masih banyak tugas guru yang lain seperti: memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa yang selama ini kurang mendapat perhatian. Kondisi ini akan teus terjadi selama guru menganggap dirinya merupakan sumber belajar satu-satunya bagi siswa. Jika guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran dengan media. Peran guru akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. Untuk itu guru lebih berfubgsi sebagai penasehat, pembimbing, motivator dan fasilitator dalam Kegiatan Belajar mengajar.

Manfaat media pembelajaran

Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:

a. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan
Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.

b. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.

c. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.

d. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.

e. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mandalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik.

f. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja
Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru.Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.

g. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.

h. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak mamiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain


KESIMPULAN

Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Sedangkan pembelajaran adalah usaha guru untuk menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari guru ke siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dan pada akhirnya dapat menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. Manfaat media pembelajaran tersebut adalah: penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan, proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, efisiensi dalam waktu dan tenaga, meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar serta mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.



Dampak Media Dalam Pembelajaran

Wah tak seperti biasanya, pagi ini semangat sekali untuk menulis,meski hanya copy dan paste, namun keinginan ini untuk mencari ilmu terus bergejolak...hehe, dan saya sharing tulisan dari Ari Kristianawati (SM,18 Oktober 2010)

PEMBERLAKUAN kurikulum tingkat satuan pendidikan dalam pendidikan di jenjang sekolah menengah, saat ini juga mendorong pemassalan penggunaan perangkat teknologi. Perangkat teknologi menjadi instrumen pendidikan yang cukup penting sebagai media pembelajaran di ruang kelas.Tidak aneh, saat ini penggunaan peranti komputer jinjing (laptop) menjadi kecenderungan dalam proses pembelajaran di kelas. Demikian beragam peranti teknologi yang lain menjadi “perkakas teknis” dalam proses pembelajaran. Termasuk, antara lain, penggunaan telepon seluler bermuatan materi pelajaran yang menjadi media komunikasi mata pelajaran antara guru dan siswa.

Akomodasi teknologi dalam pembelajaran telah menjadi lazim, meski menimbulkan konsekuensi logis peningkatan biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua siswa. Teknologi mempermudah internalisasi materi pembelajaran di kalangan siswa, mempermudah proses penyerapan bahan ajar dengan metode praktis.Mengkhawatirkan. Di balik kecenderungan kemudahan akomodasi teknologi atau pendidikan yang memakai perkakas teknologi, ada konsekuensi pada masa depan yang mengkhawatirkan. Konsekuensi itu adalah ketergantungan anak didik (siswa) pada produk teknologi yang mahal, sehingga memunculkan sikap anti-inovasi teknologi. Anak didik gandrung akan penggunaan teknologi untuk mempermudah mereabsorbsi bahan ajar, tetapi tak mampu keluar dari belenggu keberadaan nilai guna teknologi.

Itulah yang dinamakan budaya utilitarianisme teknologi yang fatal. Siswa tak bisa belajar tanpa peranti teknologi. Tak bisa menerapkan bahan ajar tanpa menggunakan peranti teknologi. Akhirnya anak didik dikendalikan oleh nilai fungsi dan nilai guna teknologi. Alih-alih bisa mengembangkan teknologi, anak didik benar-benar menjadi kelompok sosial pengguna teknologi.

Banyak upaya mengurangi atau memajukan kompetensi siswa dalam skema inovasi pembelajaran yang menaklukkan teknologi. Misalnya, dengan beragam kegiatan ilmiah pendidikan dan berbagai ajang pengembangan kreativitas olah teknologi. Lembaga pendidikan dan penelitian seperti LIPI, Kementerian Pendidikan Nasional, CSR perusahaan yang peduli pendidikan berupaya mengangkat skema inovasi pengembangan kreasi olah teknologi siswa.

Lomba pemrograman peranti lunak komputer, kreasi robot, inovasi elektronika, studi lingkungan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi bertujuan melepaskan kultur sekadar sebagai pengguna produk teknologi di kalangan siswa. Sebab, tak sedikit siswa memiliki kecerdasan psikomotorik yang mampu menghadirkan konsep pengembangan teknologi berbasis nilai lokal.

Itu patut diapreasiasi. Meski rancang tindak lanjut dari inovasi teknologi di kalangan siswa begitu lemah, karena keminiman anggaran bagi pengembangan kreativitas teknologi di kalangan siswa dan mahasiswa. Yang menyedihkan, terjadi pembelian hak cipta kreasi olah teknologi para siswa cerdas asal Indonesia oleh berbagai pemegang hak cipta perusahaan korporat global.
Penyimpangan Ironi pula di antara mayoritas siswa yang pasif dalam inovasi teknologi kini juga terjadi penyimpangan penggunaan teknologi. Alih-alih sebagai peranti edukasi, mereka justru menggunakan teknologi sekadar sebagai sarana rekreasi. Komputer, telepon seluler, 4G, mereka gunakan untuk sekadar kegiatan hobi nonedukatif. Itu menjadi peringatan dini bagi kemenjamuran budaya kenaifan teknologi di kalangan generasi muda. Teknologi menjadi candu dan bukan model pengembangan pemikiran.

Karena itulah perlu pengembangan program edukasi teknologi dalam skema inovasi. Pertama, menjelaskan kepada anak didik tentang nilai filosofi teknologi. Teknologi ditempatkan sebagai hasil kreasi pemikiran kreatif manusia dan seharusnya selalu dikembangkan terus-menerus melalui riset dan pengembangan yang berdasar kebutuhan sosial masyarakat. Tidak justru menjadikan teknologi sebagai “berhala” kehidupan, yang membelenggu hakikat dan hasrat inovasi manusia, khususnya anak didik.

Kedua, pendidikan tentang teknologi yang memiliki signifikansi dalam meningkatkan kecerdasan psikomotorik siswa. Jadi siswa bisa memilih model penggunaan teknologi yang kontekstual dengan aktivitas pembelajaran di sekolah dan beragam jenjang pendidikan selanjutnya. Jangan sampai siswa tersandera penggunaan teknologi mahal yang justru tak membawa fungsi edukatif.

Ketiga, menyadarkan tentang peran teknologi sebagai “alat bantu” pembelajaran. Teknologi menjadi instrumen yang memacu imajinasi berpikir siswa dan bukan membuat kejumudan berpikir dan dependen di kalangan siswa dan generasi muda. Jadikan teknologi sebagai pemacu unsur pemikiran yang bisa adaptif dengan kemajuan zaman.