Teori Klasik dan Teori Respon Butir
Teori tes klasik memang telah mendominasi dan banyak digunakan dalam dunia pengukuran dalam beberapa dekade terakhir. Hampir semua konsep validitas dan reliabilitas yang dikenal saat ini merupakan pengembangan dari teori tes klasik. Menurut beberapa pendapat teori tes klasik memiliki keterbatasan, sehingga berkembanglah teori respon butir atau Item Response Theory (IRT) yang merupakan teori yang dikembangkan untuk memperbaiki keterbatasan-keterbatasan teori tes klasik. Teori Respon Butir biasa disebut juga teori sifat laten (latent trait theory). Konsep dasar Teori Respon Butir adalah, (1) performansi subjek pada suatu tes dapat diprediksi atau dijelaskan oleh seperangkat faktor yang disebut traits, latent traits atau abilitas, dan (2) hubungan antara performansi subjek pada suatu butir dan seperangkat kemampuan laten yang mendasarinya dapat digambarkan oleh suatu fungsi yang menaik secara monoton yang disebut sebagai kurva karakteristik butir (Item characteristic curve-ICC) (Hambleton, Swaminathan, & Rogers, 1991).


